Sukses

FimelaMom

5 Trik Jitu Mengatasi Terrible Twos dan Tantrum pada Balita dengan Tenang

ringkasan

  • Tantrum balita adalah ekspresi normal dari frustrasi karena keterbatasan komunikasi dan keinginan kontrol, sering dipicu oleh faktor fisik seperti kelelahan atau lapar.
  • Pencegahan tantrum dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan dasar anak, memberikan rasa kontrol, mengajarkan identifikasi emosi, dan menjaga rutinitas yang konsisten.
  • Saat tantrum terjadi, orang tua perlu tetap tenang, memastikan keamanan anak, mengakui emosi mereka tanpa menyerah pada tuntutan, dan memberikan dukungan setelah anak tenang.

Fimela.com, Jakarta - Tantrum balita adalah bagian normal dari perkembangan anak kecil yang seringkali terjadi ketika mereka kesulitan mengomunikasikan perasaan atau mengatur emosi mereka. Fenomena ini umum dialami balita usia 18 hingga 36 bulan, sering disebut sebagai “terrible twos” atau 'periode pemisahan dan individuasi' di mana mereka menjadi lebih mandiri.

Ledakan emosi ini bervariasi dalam intensitas dan durasi, mulai dari ekspresi kemarahan ringan hingga tangisan histeris yang signifikan. Orangtua kerap merasa bingung dan kewalahan bagaimana harus merespons situasi menantang ini, apalagi saat terjadi di tempat umum.

Sahabat Fimela, artikel ini akan membahas secara komprehensif cara mengatasi tantrum balita dengan strategi pencegahan dan penanganan yang efektif. Tujuannya agar si kecil dapat belajar mengelola emosi dan orangtua tetap tenang, serta membangun kepercayaan diri anak.

Memahami Akar Masalah Tantrum Balita

Tantrum pada balita bukanlah sekadar kenakalan, melainkan ekspresi frustrasi karena keterbatasan komunikasi mereka. Balita usia 18 hingga 36 bulan sering kesulitan mengungkapkan apa yang mereka rasakan atau inginkan dengan kata-kata, sehingga frustrasi plus ketidakmampuan berkomunikasi sama dengan tantrum.

Selain itu, keinginan untuk mandiri dan mengontrol lingkungan juga menjadi pemicu utama. Ketika mereka tidak bisa melakukan sesuatu sendiri atau tidak mendapatkan apa yang diinginkan, mereka mengalami frustrasi dan meluapkannya dalam bentuk tantrum.

Faktor fisik seperti kelelahan, rasa lapar, atau haus adalah pemicu umum tantrum. Balita yang tidak cukup tidur atau belum makan cenderung lebih mudah mengalami ledakan emosi. Lingkungan yang terlalu merangsang, stres, atau kecemasan juga dapat memicu tantrum karena anak kewalahan oleh emosi yang kuat seperti kemarahan, ketakutan, atau kesedihan.

Tanda-tanda tantrum yang akan datang bisa berupa kesulitan mengungkapkan kebutuhan, berteriak, menjerit, hingga perilaku fisik seperti melempar, memukul, atau menendang. Mereka mungkin juga menunjukkan rentang perhatian yang memendek, tubuh menegang, menahan napas, atau menangis histeris.

Strategi Pencegahan Efektif untuk Mengurangi Tantrum

Pencegahan adalah kunci utama dalam cara mengatasi tantrum balita. Memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti memastikan tidur cukup dan menawarkan makanan, minuman, serta camilan secara teratur sepanjang hari, sangat penting untuk menghindari tantrum yang disebabkan oleh kelelahan atau kelaparan.

Berikan balita rasa kontrol dengan kesempatan membuat keputusan kecil, misalnya memilih makanan atau urutan persiapan tidur. Kurangi batasan yang tidak perlu; jika anak sering mendengar kata “tidak”, mereka lebih mungkin merasa frustrasi.

Ajarkan anak untuk mengidentifikasi emosi mereka dengan “kata-kata perasaan” seperti “marah”, “sedih”, “lelah”, atau “lapar”. Ini membantu mereka mengomunikasikan perasaan daripada harus menunjukkannya melalui tantrum. Membaca buku bergambar tentang perasaan juga dapat membantu mereka mengenali dan menamai emosi.

Rutinitas yang konsisten membantu anak merasa aman dan terkendali. Perhatikan pemicu tantrum dan coba pahami penyebabnya pada anak Anda untuk mengubah rutinitas guna mencegahnya. Luangkan waktu khusus satu lawan satu setiap hari untuk memenuhi kebutuhan kedekatan mereka, serta puji dan berikan dorongan positif saat anak berperilaku baik.

Mengelola Tantrum Saat Sedang Berlangsung

Saat tantrum terjadi, hal terpenting adalah orang tua harus tetap tenang. Ketenangan Anda menunjukkan kepada anak bagaimana seharusnya bersikap saat frustrasi dan membantu mereka menenangkan diri. Jika Anda merasa frustrasi, menjauhlah sebentar (jika aman) sampai Anda tenang.

Prioritaskan keamanan anak dan orang lain di sekitar. Pindahkan anak ke tempat yang lebih aman jika diperlukan. Akui emosi anak dengan tenang, misalnya, “Saya bisa melihat kamu marah karena kamu sangat menginginkan mainan itu.” Jangan mencoba berdebat atau memberi alasan saat anak sedang tantrum.

Penting untuk tidak menyerah pada tuntutan anak selama tantrum. Mengabulkan permintaan saat tantrum akan mengajarkan mereka bahwa ledakan emosi adalah cara efektif untuk mendapatkan apa yang diinginkan dan akan merusak upaya Anda untuk menunjukkan cara yang lebih sehat dalam menangani frustrasi.

Coba alihkan perhatian anak dengan mainan, aktivitas, atau camilan yang menarik jika tantrum baru dimulai. Jika tantrum terus meningkat dan mengabaikannya tidak berhasil, jeda (time-out) mungkin diperlukan. Pastikan anak tidak memiliki akses ke mainan dan hindari interaksi negatif. Setelah anak tenang, hibur mereka, bicarakan tentang emosi mereka, dan ajari apa yang harus dilakukan jika mereka merasakan hal yang sama lagi.

Kapan Mencari Bantuan Profesional?

Meskipun tantrum adalah bagian normal dari perkembangan anak, ada kalanya orangtua perlu mencari bantuan profesional. Jika anak Anda sering tantrum dan Anda tidak dapat menemukan penyebabnya, atau jika Anda khawatir tentang perilaku anak Anda, carilah bantuan dari profesional kesehatan yang berkualitas.

Tanda-tanda tantrum yang mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut meliputi durasi tantrum yang sangat lama (lebih dari 20-30 menit), anak melukai diri sendiri atau orang lain, merusak benda-benda, atau tantrum terjadi tanpa alasan yang jelas dan frekuensinya sangat sering. Jika tantrum disertai dengan masalah perkembangan lain seperti kesulitan belajar atau kecemasan, konsultasi dengan psikolog anak atau dokter anak sangat disarankan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading