Fimela.com, Jakarta - Naomi Osaka bertekad menjadikan Australia Open 2026 sebagai panggung busana pribadinya. Petenis berusia 28 tahun itu tampil mencuri atensi seluruh penonton dan penggemar Australian Open 2026 ketika dirinya memasuki lapangan.
Naomi Osaka mengenakan busana yang mencolok sebagai entrance look-nya yang terinspirasi oleh ubur-ubur. Busana ini terinspirasi dari gambar dalam buku anak-anak yang dibacakannya untuk sang putri tercinta. Para penggemar menyebut pernyataan mode Osaka menjadi momen yang menonjol dalam kancah mode turnamen kali ini.
Naomi Osaka memasuki Rod Laver Arena dengan penampilan yang dramatis. Busana yang terinspirasi dari ubur-ubur itu merupakan rancangannya bekerja sama dengan Nike dan perancang busana asal London, Robert Wun.
Detail Tampilan Dramatis
Busana tersebut menampilkan topi bertepi lebar, kerudung, payung putih, dan pakaian berwarna turquoise dan hijau dengan lapisan yang mengalir dan detail kupu-kupu, referensi halus pada momen-momen tak terlupakan dari penampilannya di Australian Open sebelumnya.
Setelah berada di dalam stadion, Osaka melepas lapisan luar busananya untuk memperlihatkan pakaian tenisnya. Momen mode yang berani ini tampaknya membawa keberuntungan, ia memenangkan pertandingan putaran pertama dan melaju ke putaran kedua.
Naomi Osaka dan Busana Teatrikal di Lapangan
Jauh sebelum kemunculannya yang menggemparkan di Australian Open, Naomi Osaka telah membangun reputasi sebagai sosok yang berani mengambil risiko dalam berbusana. Ia sering bereksperimen dengan siluet yang berani, warna-warna cerah, dan kolaborasi bergengsi dengan merek-merek besar seperti Nike. Memadukan performa atletik dengan gaya busana haute couture, Osaka menggunakan mode sebagai bentuk ekspresi diri dan kreativitas. Seperti Serena Williams dan Venus Williams sebelumnya, ia memperlakukan turnamen besar sebagai panggung kreatif, menggunakan penampilannya untuk menandai berbagai babak dalam hidup dan kariernya.
Ketangguhan mental Osaka, gaya bermain elitnya, dan komitmennya yang vokal terhadap keadilan sosial dan kesehatan mental telah menjadikannya ikon budaya yang jauh melampaui lapangan tenis. Penampilannya yang terinspirasi ubur-ubur di Australian Open 2026 semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu atlet paling bergaya di dunia dan permainan tenisnya pun terlihat cukup kuat.