6 Trik Komunikasi Efektif Agar Disukai Mertua

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 22 Januari 2026, 08:07 WIB

ringkasan

  • Menetapkan batasan yang jelas dan sehat dengan mertua adalah fondasi penting untuk melindungi pernikahan dan mencegah kesalahpahaman.
  • Komunikasi terbuka, jujur, dan penuh empati menjadi kunci utama dalam membangun hubungan positif serta mengatasi perbedaan pandangan dengan mertua.
  • Memprioritaskan hubungan dengan pasangan dan bersikap satu suara adalah strategi vital untuk menjaga keharmonisan keluarga dan menghadapi tantangan mertua bersama.

Fimela.com, Jakarta - Hubungan dengan mertua seringkali menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam kehidupan pernikahan. Perbedaan kebiasaan, cara pandang, hingga gaya komunikasi kerap memicu kesalahpahaman yang sebenarnya bisa dihindari. Komunikasi yang efektif dengan mertua sangat penting untuk menjaga keharmonisan keluarga dan dapat mengurangi stres dalam hubungan pernikahan.

Banyak pasangan mengalami tantangan dalam hubungan dengan mertua, dengan sekitar 60% pasangan menikah menghadapi stres signifikan akibat konflik dengan mertua. Ketegangan sering muncul bukan karena niat buruk, melainkan karena cara menyampaikan pendapat yang kurang tepat. Padahal, komunikasi yang sehat dengan mertua dapat menciptakan suasana keluarga yang lebih hangat dan saling menghargai.

Untuk Sahabat Fimela yang ingin tahu cara disukai mertua dan menjalin hubungan yang harmonis, ada beberapa strategi komprehensif yang bisa diterapkan. Pendekatan yang tepat akan membantu Anda membangun ikatan kuat, mengurangi konflik, serta menjadikan hubungan dengan mertua lebih positif dan suportif. Mari kita telusuri kiat-kiat penting ini.

What's On Fimela
2 dari 7 halaman

Menetapkan Batasan Sehat, Kunci Hubungan Harmonis

Menetapkan batasan adalah fondasi penting dalam setiap hubungan yang sehat, terutama dengan mertua, untuk melindungi pernikahan Anda dan hubungan Anda dengan mereka. Batasan yang jelas membantu mencegah kesalahpahaman dan konflik, serta memperjelas peran dan ekspektasi.

Sahabat Fimela perlu mendiskusikan dan menyepakati batasan dengan pasangan terlebih dahulu untuk menunjukkan front persatuan. Pasangan Anda harus menjadi yang utama dalam mengkomunikasikan batasan kepada orang tua mereka sendiri. Sampaikan batasan dengan tenang namun tegas, gunakan pernyataan 'Saya' (I-statements) untuk mengungkapkan perasaan tanpa menyalahkan, misalnya, 'Saya merasa kewalahan ketika kunjungan tidak diumumkan.'

Penting untuk menjelaskan alasan di balik batasan tersebut dan memprioritaskan apa yang benar-benar penting, membiarkan masalah kecil berlalu. Dinamika keluarga dapat berkembang, jadi tinjau ulang dan sesuaikan batasan secara berkala. Terapis pernikahan dapat membantu dalam menetapkan dan menegakkan batasan sehat dengan mertua, serta memberikan pelatihan asertivitas.

3 dari 7 halaman

Komunikasi Terbuka dan Jujur: Fondasi Kedekatan

Komunikasi yang baik adalah fondasi setiap hubungan, termasuk dengan mertua. Dialog yang jelas dan penuh hormat dapat mencegah kesalahpahaman dan meredakan masalah batasan sebelum meningkat menjadi konflik.

Dengarkan secara aktif kekhawatiran mereka tanpa menyela, akui perasaan mereka meskipun Anda tidak setuju. Ini menunjukkan bahwa Anda menghargai masukan mereka. Cobalah melihat situasi dari sudut pandang mereka, mengakui perasaan dan pengalaman mereka, karena empati dapat menumbuhkan komunikasi yang lebih baik dan mengurangi kesalahpahaman.

Bersikaplah asertif dengan berbicara ketika ada sesuatu yang mengganggu Anda, tetapi lakukan dengan tenang dan tidak konfrontatif. Hindari respons agresif atau pasif-agresif. Jelaskan kebutuhan dan ekspektasi Anda mengenai tradisi keluarga, kunjungan, dan interaksi. Hindari gosip dan fokus pada kesamaan minat atau nilai-nilai untuk membangun hubungan yang positif.

4 dari 7 halaman

Prioritaskan Pasangan: Benteng Utama Pernikahan

Kesejahteraan hubungan Anda dengan pasangan adalah yang terpentung. Penting untuk memiliki front persatuan dengan pasangan Anda saat berurusan dengan mertua.

Pasangan Anda perlu merasa dipilih dan dilindungi. Diskusikan kekhawatiran Anda dengan pasangan tanpa membuat mereka merasa terjebak di tengah. Jangan jadikan pasangan Anda sebagai perantara atau kambing hitam saat menegakkan batasan; komunikasikan langsung dengan mertua Anda.

Saat konflik muncul, tetaplah bersatu dan fokus pada penyelesaian masalah secara konstruktif. Dukungan pasangan sangat krusial untuk menjaga keharmonisan rumah tangga dari potensi campur tangan mertua.

5 dari 7 halaman

Mengelola Konflik dan Kritik dengan Bijak

Konflik dapat muncul dalam semua hubungan, jadi penting untuk memiliki keterampilan resolusi konflik yang kuat.

Jaga emosi Anda tetap terkendali selama konfrontasi, karena bereaksi secara emosional dapat memperburuk situasi. Hormati perbedaan dengan mengakui bahwa setiap orang memiliki perspektifnya sendiri. Anda tidak harus setuju dengan apa yang dikatakan mertua, tetapi Anda dapat menghargai hak mereka untuk berpikir dan merasa berbeda.

Belajarlah bernegosiasi untuk membangun jembatan dengan mertua dan menciptakan peluang untuk bekerja sama. Saat menghadapi kritik, Anda bisa mengatakan, "Terima kasih atas saran Anda," atau "Kami tahu Anda mungkin tidak setuju, dan itu tidak apa-apa, tetapi itulah yang kami rasa benar untuk keluarga kami."

6 dari 7 halaman

Memahami dan Menyesuaikan Diri dengan Keluarga Mertua

Membangun hubungan yang positif dengan mertua membutuhkan komunikasi terbuka, rasa hormat terhadap batasan dan pendapat mereka, mendengarkan secara aktif, dan kemauan untuk memahami serta merangkul nilai-nilai dan tradisi mereka.

Sadari bahwa Anda telah bergabung dengan sebuah sistem keluarga, dan sistem yang berbeda dapat menyebabkan konflik. Identifikasi dan hadapi ekspektasi Anda sendiri, serta berikan kelonggaran, kasih sayang, dan ruang kepada mertua Anda, sama seperti Anda berharap mereka memberikannya kepada Anda.

Luangkan waktu untuk mempelajari gaya komunikasi mertua Anda dan terima perubahan. Keluarga memiliki rutinitas komunikasi yang memberikan rasa aman, dan penting untuk bersedia membuat penyesuaian agar pendatang baru merasa nyaman.

7 dari 7 halaman

Jangan Ragu Mencari Bantuan Profesional

Ilustrasi ibu dan anak (Dok.Unsplash)

Jika hubungan dengan mertua tetap tegang meskipun sudah berusaha sebaik mungkin, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari konselor hubungan atau terapis.

Bantuan profesional dapat memberikan dukungan dan strategi yang lebih spesifik dalam menghadapi situasi sulit. Psikolog dapat membantu Anda mengelola ketakutan atau ketidaknyamanan yang mungkin muncul akibat dinamika hubungan dengan mertua.

Terapis dapat membantu pasangan dan mertua untuk berkomunikasi lebih efektif, menetapkan batasan yang sehat, dan menemukan solusi konstruktif untuk konflik yang berkelanjutan. Mencari bantuan profesional adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mental dan keharmonisan keluarga secara keseluruhan.