15 Trik Jitu Atasi Anak Picky Eater, Waktu Makan Jadi Lebih Mudah!

Nabila MecadinisaDiterbitkan 27 Januari 2026, 22:43 WIB

ringkasan

  • Mengatasi anak picky eater membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan pendekatan positif dari orang tua, bukan paksaan.
  • Melibatkan anak dalam proses makanan, mulai dari perencanaan hingga persiapan, serta menyajikan makanan baru dengan cara kreatif, dapat meningkatkan minat mereka untuk mencoba.
  • Membangun rutinitas makan yang teratur, membatasi camilan, dan menjadi teladan dalam mencoba makanan baru adalah strategi efektif untuk membentuk kebiasaan makan sehat jangka panjang.

Fimela.com, Jakarta - Waktu makan seharusnya menjadi momen kebersamaan yang hangat bagi keluarga. Namun, bagi banyak orang tua, kehadiran anak picky eater seringkali mengubahnya menjadi pertarungan yang menegangkan. Anak-anak yang pemilih makanan bisa menolak sayuran atau hanya ingin menyantap hidangan yang sama setiap hari.

Mengatasi anak picky eater memerlukan pendekatan yang tepat dan kesabaran ekstra dari orang tua. Triknya bukanlah dengan paksaan, melainkan dengan pemahaman, konsistensi, serta arahan yang tenang. Ini penting untuk membangun hubungan positif jangka panjang dengan makanan.

Para ahli menyarankan bahwa kunci utamanya adalah mengubah persepsi anak terhadap makanan. Dengan menerapkan strategi yang cerdas, waktu makan di rumah tangga bisa kembali menjadi pengalaman yang menyenangkan. Artikel ini akan membahas 15 tips ahli yang terbukti efektif untuk Sahabat Fimela.

2 dari 4 halaman

Menciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan dan Positif

Membangun lingkungan makan yang positif adalah fondasi penting untuk mengatasi anak picky eater. Orang tua perlu menjadi teladan dan membuat pengalaman makan menjadi lebih interaktif. Hal ini membantu anak merasa nyaman dan mengurangi tekanan saat mencoba makanan baru.

 

  • Jadilah Teladan dan Ingat Preferensi Makanan Setiap Orang: Ingatlah bahwa setiap orang memiliki makanan yang tidak disukai, termasuk Anda sendiri. Anak-anak akan meniru kebiasaan orang tua, jadi tunjukkan antusiasme saat mencoba makanan baru dan berbeda.
  • Biarkan Anak Mengalami Makanan: Ajak anak bermain dengan makanan menggunakan kelima indra mereka. Membiarkan anak menyentuh atau mencium makanan yang belum dikenal dapat mengurangi keengganan mereka untuk mencoba.
  • Ajak Anak Membantu Merencanakan Makanan: Libatkan anak dalam proses perencanaan menu keluarga. Memberi mereka sedikit kendali dan suara dalam pilihan makanan akan meningkatkan minat serta kemauan mereka untuk menyantapnya.

 

  • Ajak Anak Membantu di Dapur: Mengajak anak membantu menyiapkan makanan, meskipun hanya dengan tugas sederhana seperti mencuci sayuran atau menata meja, dapat membuat mereka lebih tertarik pada hidangan tersebut. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagus untuk mempererat ikatan keluarga.
  • Berikan Pujian: Jangan lupakan kekuatan pujian saat anak mencoba atau menyantap makanan baru. Pujian yang tulus dapat memotivasi mereka untuk terus mencoba dan mengembangkan hubungan positif dengan makanan.
  • Jadikan Waktu Makan Menyenangkan: Ciptakan suasana makan yang santai dan menyenangkan. Meredupkan pencahayaan atau memutar musik lembut yang sesuai dapat membantu anak rileks dan lebih terbuka terhadap makanan.
3 dari 4 halaman

Strategi Cerdas Mengenalkan Makanan Baru

Resep Kreatif Olahan Sayur untuk Anak Picky Eater (Image by Tung Lam from Pixabay)

Mengenalkan makanan baru kepada anak picky eater membutuhkan strategi yang cerdas dan berulang. Jangan menyerah jika anak menolak pada percobaan pertama, karena mereka mungkin perlu mencoba berkali-kali sebelum akhirnya menyukai suatu makanan.

 

  • Buat Aturan Gigitan: Biasakan anak untuk mencoba setidaknya satu gigitan 'tidak terima kasih' dari makanan baru. Penelitian menunjukkan bahwa anak perlu mencoba makanan baru 10-15 kali sebelum mereka menyukainya, jadi jangan mudah berasumsi mereka tidak suka.
  • Pasangkan Makanan Baru dengan Makanan yang Mereka Sukai: Sajikan makanan baru bersama dengan hidangan favorit anak. Misalnya, jika anak Anda menyukai taco, pasangkan udang yang baru dicoba dengan taco.
  • Sajikan Makanan dengan Cara Baru: Terkadang, bukan makanannya yang tidak disukai, melainkan cara penyajiannya. Tawarkan makanan dengan cara yang berbeda, seperti dikukus, dipanggang, atau dicampurkan ke dalam hidangan lain, untuk menemukan apa yang berhasil.

 

  • Tawarkan Makanan "Pilih Petualangan Anda Sendiri": Berikan pilihan makanan yang bisa mereka rakit sendiri, seperti "bar" taco atau salad. Konsep ini memberi mereka kontrol dan mendorong eksplorasi rasa dan tekstur.
  • Tawarkan Bumbu: Bumbu atau saus favorit anak dapat membuat makanan baru terasa lebih menarik dan mudah diterima. Pastikan bumbu yang ditawarkan sehat dan sesuai dengan usia anak.
4 dari 4 halaman

Pentingnya Konsistensi dan Komunikasi Efektif

Konsistensi adalah kunci utama dalam membentuk kebiasaan makan yang sehat pada anak. Selain itu, komunikasi yang terbuka dan jujur juga sangat penting untuk membangun pemahaman anak tentang makanan dan nutrisi.

 

  • Batasi Camilan: Anak-anak cenderung makan lebih baik saat mereka lapar. Batasi camilan di antara waktu makan utama dan tawarkan camilan yang lebih substansial agar mereka lebih berselera saat jam makan tiba.
  • Komunikasikan Alasannya: Jelaskan kepada anak bahwa setiap orang memiliki preferensi makanan, termasuk Anda. Ini membantu mereka memahami bahwa tidak menyukai sesuatu adalah hal yang wajar, tetapi mencoba tetap penting untuk kesehatan.

 

  • Bersikap Konsisten: Pertahankan rutinitas makan dan camilan yang teratur. Lingkungan waktu makan yang tenang dan dapat diprediksi juga krusial untuk mengatasi masalah makanan dan mengatur rasa lapar anak.
  • Buat Cerita Sosial: Sering-seringlah berbicara tentang makanan: dari mana asalnya, apa yang akan dimakan, dan manfaatnya bagi tubuh. Cerita sosial dapat membantu anak memahami pentingnya makan sehat dan membangun koneksi positif dengan makanan.