Sukses

FimelaMom

4 Cara Mengatasi dengan Sabar dan Efektif saat Anak Picky Eater

Fimela.com, Jakarta - Banyak orang tua merasa khawatir ketika anak hanya mau makan makanan tertentu dan menolak hampir semua jenis makanan lainnya. Kondisi ini sering disebut sebagai picky eater, yaitu kebiasaan anak yang sangat selektif terhadap makanan. Setiap waktu makan pun bisa berubah menjadi momen penuh drama, karena anak menutup mulut, menghindar, atau langsung menolak sebelum mencicipi.

Perilaku picky eater sebenarnya cukup umum terjadi, terutama pada anak usia balita hingga prasekolah. Pada fase ini, anak sedang belajar mengenali rasa, tekstur, dan aroma makanan. Sayangnya, rasa khawatir orang tua sering kali berujung pada paksaan atau kemarahan, yang justru membuat anak semakin menolak makanan baru.

Padahal, menghadapi anak picky eater membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang tepat. Dengan strategi yang konsisten dan suasana yang positif, kebiasaan pilih-pilih makanan pada anak dapat diatasi secara perlahan tanpa membuat anak merasa tertekan. Berikut beberapa cara efektif yang bisa dilakukan orang tua.

1. Pahami Penyebab Anak Menjadi Picky Eater

Langkah pertama yang penting adalah memahami alasan di balik perilaku picky eater. Anak bisa menolak makanan karena tekstur yang tidak disukai, aroma yang asing, atau pengalaman tidak menyenangkan sebelumnya saat makan. Dalam beberapa kasus, anak juga sedang berada pada fase ingin menunjukkan kontrol terhadap dirinya sendiri.

Dengan memahami penyebabnya, orang tua bisa lebih tenang dan tidak langsung menyalahkan anak. Pendekatan yang penuh empati akan membantu orang tua memilih strategi yang tepat, sehingga anak merasa dimengerti dan lebih terbuka untuk mencoba makanan baru.

2. Kenalkan Makanan Baru Secara Bertahap dan Konsisten

Anak picky eater membutuhkan waktu untuk menerima makanan baru. Jangan berharap anak langsung menyukai makanan yang baru dikenalkan. Orang tua bisa menyajikan makanan baru dalam porsi kecil dan mengombinasikannya dengan makanan favorit anak.

Jika anak menolak, jangan langsung menyerah. Sajikan kembali makanan tersebut di waktu yang berbeda dengan variasi cara memasak atau penyajian. Konsistensi tanpa paksaan akan membantu anak terbiasa dan perlahan menerima rasa baru.

3. Ciptakan Suasana Makan yang Tenang dan Menyenangkan

Suasana makan yang tegang hanya akan membuat anak semakin defensif. Hindari memarahi, mengancam, atau membandingkan anak dengan orang lain saat makan. Sebaliknya, ciptakan suasana yang santai dan penuh kehangatan agar anak merasa aman.

Makan bersama keluarga tanpa gangguan televisi atau gawai dapat membantu anak meniru kebiasaan makan yang baik. Saat anak melihat orang tua menikmati makanan dengan tenang, ia akan lebih tertarik untuk ikut mencoba.

4. Libatkan Anak dalam Memilih dan Menyiapkan Makanan

Melibatkan anak dalam proses memilih menu atau menyiapkan makanan dapat meningkatkan ketertarikannya terhadap makanan tersebut. Anak akan merasa memiliki peran dan lebih penasaran untuk mencicipi hasil yang ia bantu buat.

Kegiatan sederhana seperti memilih sayur di pasar, mencuci bahan makanan, atau menata makanan di piring dapat menjadi pengalaman menyenangkan. Selain membantu mengatasi picky eater, cara ini juga mengajarkan anak tentang makanan sehat sejak dini.

Anak picky eater bukan berarti anak nakal atau sulit diatur. Mereka hanya membutuhkan waktu, kesabaran, dan pendekatan yang tepat untuk mengenal berbagai jenis makanan. Dengan suasana yang positif dan dukungan penuh dari orang tua, kebiasaan pilih-pilih makanan dapat diatasi secara efektif dan tanpa stres.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading