Fimela.com, Jakarta - Garis pantai menjadi titik temu yang rapuh antara daratan dan laut. Di banyak wilayah pesisir Indonesia, abrasi, naiknya permukaan air laut, dan berkurangnya keanekaragaman hayati kian terasa. Di tengah tantangan tersebut, penanaman mangrove terus dipandang sebagai salah satu solusi alami yang efektif untuk menjaga kelestarian laut sekaligus melindungi kehidupan di sekitarnya.
Mangrove dikenal memiliki sistem akar yang unik dan kompleks. Akar-akar ini mampu menahan sedimen, meredam gelombang, serta memperlambat laju erosi pantai. Lebih dari itu, hutan mangrove juga berfungsi sebagai habitat berbagai biota laut dan penyerap karbon alami yang membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
Kesadaran akan pentingnya peran mangrove inilah yang mendorong berbagai pihak untuk terlibat langsung dalam upaya pelestarian pesisir. Salah satunya terlihat melalui kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan di Kawasan Konservasi Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK), sebuah kawasan penyangga ekologis yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir Jakarta.
Jadi Pelindung Alami Pesisir
Dalam kegiatan tersebut, Fluidra turut ambil bagian bersama tim manajemennya dari berbagai wilayah, termasuk Asia dan kantor pusat global. Kehadiran lintas negara ini mencerminkan semangat kolaborasi dan kepedulian bersama terhadap isu lingkungan yang bersifat global, namun membutuhkan aksi nyata di tingkat lokal.
"Keberlanjutan melampaui batas negara. Dengan menanam akar ini di tanah Indonesia, kami tidak hanya melindungi garis pantai, tetapi juga secara fisik menanamkan komitmen global kami terhadap planet ini ke dalam fondasi operasional kami. Inilah warisan kami dalam tindakan," kata Francesc Camps selaku General Manager Africa, Asia & UK.
Bibit-bibit mangrove yang ditanam di kawasan ini diharapkan tumbuh menjadi pelindung alami pesisir. Seiring waktu, keberadaan mangrove tidak hanya membantu menahan abrasi, tetapi juga menciptakan ekosistem laut yang lebih sehat dan berkelanjutan. Bagi masyarakat pesisir, hutan mangrove yang terjaga berarti perlindungan jangka panjang bagi ruang hidup dan sumber penghidupan mereka.
Aksi Kolektif yang Konsisten
Di balik aktivitas penanaman tersebut, tersirat perubahan cara pandang dunia usaha terhadap makna pertumbuhan. Kini, semakin banyak perusahaan yang melihat keberlanjutan sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan bisnis. Bukan sekadar kewajiban, melainkan kontribusi nyata bagi lingkungan. Langkah-langkah kecil seperti penanaman mangrove menjadi wujud nyata dari komitmen tersebut.
Ketika para pemimpin perusahaan, staf lokal, dan komunitas turun langsung ke lapangan, tercipta pesan sederhana namun kuat, menjaga laut dan pesisir adalah tanggung jawab bersama. Prinsip berpikir global dan bertindak lokal menjadi relevan, terutama dalam menghadapi krisis iklim yang dampaknya semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kelak, saat mangrove-mangrove ini tumbuh dan berakar kuat, mereka akan menjadi saksi bahwa perubahan dapat dimulai dari aksi kolektif yang konsisten. Menanam mangrove bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang menjaga laut, melindungi pesisir, dan mewariskan lingkungan yang lebih seimbang bagi generasi mendatang.