Jangan Langsung Dibuang, Kapas Bekas Membersihkan Wajah Ternyata Punya Nilai Ekonomis

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 06 Februari 2026, 15:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Membersihkan wajah menjadi rutinitas yang wajib dilakukan setelah seharian beraktivitas. Makeup, keringat, dan debu yang menempel wajah berpotensi menjadi sarang bakteri penyebab jerawat dan bikin kulit tampak lebih kusam.

Dalam rutinitas membersihkan wajah biasanya melibatkan produk pembersih dan kapas. Sehingga meninggalkan sampah berupa kapas bekas yang langsung berakhir di tempat sampah dan menjadi limbah. Namun tahukah kamu jika kapas bekas membersihkan wajah ini ternyata memiliki nilai yang ekonomis?

Merek perawatan kulit Ovale memiliki inisiatif #OVALEBeliKapasKotor yang mengajak para pengguna untuk menjual kapas kotor hasil membersihkan wajah menggunakan OVALE. Dalam kampanye ini, kapas kotor dijadikan sebagai alat bukti utama efektivitas produk, sekaligus bentuk pemanfaatan ulang (repurposing) limbah personal yang memiliki nilai ekonomi. Melalui #OVALEBeliKapasKotor, OVALE menegaskan komitmen eco-living dengan mengajak audiens tidak sekadar membuang kapas bekas pakai, tetapi menjadikannya bukti nyata hasil pemakaian produk.

Indonesia sendiri tengah memasuki fase baru dengan semakin dominannya peran Generasi Z sebagai penggerak ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, Gen Z yang lahir pada 1997–2012 merupakan kelompok populasi terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 74,93 juta jiwa atau 27,94% dari total populasi. Karakter Gen Z yang rasional, sadar lingkungan, dan mengedepankan nilai keberlanjutan inilah yang mendorong OVALE untuk menghadirkan pendekatan komunikasi yang lebih transparan, berbasis pengalaman, dan selaras dengan semangat eco living.

 

2 dari 3 halaman

Manfaat Di Balik Kapas Kotor

Daripada jadi limbah, kapas bekas membersihkan wajah bisa dijual kembali (Ovale)

Pemahaman tersebut menjadi landasan lahirnya kampanye #OVALEBeliKapasKotor. OVALE memanfaatkan kapas kotor, yang selama ini identik sebagai limbah setelah membersihkan wajah sebagai medium edukasi bahwa produk OVALE mampu mengangkat kotoran secara efektif sekaligus memberikan sensasi segar setelah pemakaian. Melalui rangkaian produk Face Care yang praktis dan diperkaya bahan-bahan alami, OVALE ingin menunjukkan bahwa perawatan wajah dapat berjalan seiring dengan kesadaran akan nilai guna dan dampak dari setiap proses konsumsi.

Melalui kampanye ini, OVALE mengajak audiens untuk memberi nilai pada sesuatu yang biasanya langsung dibuang. Kapas kotor dijadikan simbol bukti efektivitas produk sekaligus bentuk partisipasi nyata audiens dalam gerakan yang lebih bertanggung jawab. Aktivasi dilakukan secara terintegrasi, baik offline maupun online. Secara offline, OVALE hadir di 6 kota melalui rangkaian roadshow, di mana OVALE Agent mengajak konsumen mencoba produk secara langsung dan menukar kapas kotor mereka dengan uang tunai. Sementara secara online, audiens diajak mengikuti tantangan #OVALEBeliKapasKotor melalui Instagram dengan mengunggah video kapas kotor mereka menggunakan fitur Add Yours.

Pendekatan ini memungkinkan OVALE mengumpulkan bukti nyata dari pengguna asli, sekaligus menegaskan bahwa suara dan pengalaman konsumen memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan. Hasilnya signifikan, baru saja mengantarkan OVALE meraih penghargaan Creative Sales Campaign pada Marketeers Youth Choice Award (YCA) 2026. Penghargaan ini menjadi validasi penting karena dipilih langsung oleh lebih dari 1.500 responden Gen Z di 20 kota Indonesia. Penghargaan ini menjadi validasi awal bahwa pesan eco living yang dibangun OVALE relevan dengan cara berpikir generasi muda, generasi yang semakin kritis terhadap konsumsi, transparansi brand, serta dampak lingkungan dari setiap pilihan produk.

 

3 dari 3 halaman

Membangun Kepedulian terhadap Lingkungan

Olga Yadiguna, Group Brand Manager OVALE, menegaskan bahwa relevansi dan keberlanjutan menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan konsumen. “Melalui kampanye ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal yang sangat dekat dengan keseharian. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa relevansi brand dibangun bukan dari seberapa sering berbicara, tetapi dari seberapa konsisten melibatkan audiens dalam pengalaman nyata yang bermakna,” ujar Olga.

Melalui capaian ini, OVALE menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk terus mendorong gaya hidup yang lebih sadar, adaptif, dan berkelanjutan bersama audiens. Ke depan, OVALE akan terus memperkuat pendekatan komunikasi berbasis eco living melalui kolaborasi dengan komunitas, kreator, serta interaksi yang lebih dekat dengan konsumen di berbagai touchpoint sebagai upaya menjawab kebutuhan Gen Z akan brand yang autentik, transparan, dan dapat dipercaya.