Trik Pengasuhan Tingkah Laku Balita yang Positif

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 09 Februari 2026, 14:37 WIB

ringkasan

  • Mengubah pernyataan negatif menjadi positif membantu balita memahami ekspektasi dengan lebih baik dan merasa dihormati, mengurangi konflik.
  • Melibatkan keceriaan dan permainan dalam pengasuhan membuat aturan terasa menyenangkan dan mendorong balita untuk lebih kooperatif dalam mengikuti instruksi.
  • Memberikan perhatian dan pujian positif secara spesifik menguatkan perilaku baik pada balita dan membangun hubungan orang tua-anak yang lebih kuat.

Fimela.com, Jakarta - Pengasuhan positif adalah pendekatan yang berfokus pada pembangunan hubungan yang kuat dan penuh perhatian dengan anak. Ini membimbing perilaku mereka dengan batasan yang jelas, konsisten, serta sesuai usia. Pendekatan ini dilakukan dengan kebaikan dan rasa hormat, memastikan anak merasa aman dan dipahami dalam setiap interaksi.

Tujuan utama dari metode ini adalah untuk membantu anak mengembangkan kemandirian serta merasa sangat terhubung dengan orang tua. Dengan fondasi emosional yang kuat, balita dapat tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan memiliki perilaku yang lebih adaptif. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk perkembangan mereka.

Sahabat Fimela, mengelola perilaku balita memang bisa menjadi tantangan yang menarik. Namun, dengan menerapkan 3 trik pengasuhan positif mengubah perilaku balita ini, Anda dapat secara efektif mengubah tingkah laku si kecil menjadi lebih kooperatif dan menyenangkan. Mari kita selami lebih dalam strategi-strategi yang terbukti berhasil ini.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Ubah Pernyataan Negatif Menjadi Positif untuk Komunikasi Efektif

Salah satu trik pengasuhan positif yang paling transformatif adalah mengubah cara kita berkomunikasi dengan balita. Alih-alih mengatakan kepada anak apa yang tidak boleh mereka lakukan, lebih baik beritahu mereka secara spesifik apa yang harus mereka lakukan. (Foto: Unsplash.com/Anita Jankovic).

Salah satu trik pengasuhan positif yang paling transformatif adalah mengubah cara kita berkomunikasi dengan balita. Alih-alih mengatakan kepada anak apa yang tidak boleh mereka lakukan, lebih baik beritahu mereka secara spesifik apa yang harus mereka lakukan. Pendekatan ini membuat anak merasa lebih dihormati dan cenderung lebih kooperatif.

Mengoreksi perilaku dengan pernyataan positif dapat menghindari "perebutan kekuasaan" yang sering terjadi antara orang tua dan balita. Misalnya, daripada berteriak "Jangan lari!", coba katakan "Pelan-pelan, sayang" atau "Jalan, ya". Ini memberikan arahan yang jelas tanpa menimbulkan resistensi.

Penting juga untuk selalu fokus pada perilaku yang salah, bukan pada anak itu sendiri. Katakan bahwa perilaku tertentu itu buruk atau tidak dapat diterima, tetapi jangan pernah mengatakan kepada anak bahwa mereka buruk. Anak perlu tahu bahwa orang tua selalu mencintai mereka, meskipun tidak menyukai cara mereka bertindak saat itu. Hal ini membangun rasa aman emosional pada balita.

Berikut adalah beberapa contoh penerapan trik ini dalam kehidupan sehari-hari:

  • Mengatakan "Kursi untuk diduduki" daripada "Jangan berdiri di kursi."
  • Mengatakan "Jaga air tetap di bak mandi" daripada "Jangan nyiprat!"
  • Jika anak ingin melempar sesuatu, sarankan, "Jika kamu ingin melempar sesuatu, mari kita bawa bola ke luar."
  • Saat anak merengek, katakan, "Aku butuh kamu menggunakan suara bertanya yang dewasa" daripada "Jangan merengek!"
3 dari 4 halaman

Bersikaplah Ceria dan Libatkan Permainan dalam Pengasuhan

Sahabat Fimela, menyampaikan pesan dengan cara yang lebih ceria dapat membuat aturan terasa seperti permainan daripada perintah yang kaku. Pendekatan ini sangat efektif untuk balita yang memiliki rentang perhatian pendek dan menyukai interaksi yang menyenangkan. Keceriaan dapat mengubah momen yang berpotensi menjadi konflik menjadi kesempatan untuk belajar dan bonding.

Ketika Anda mulai memikirkan cara menyampaikan pesan secara efektif, Anda mungkin akan menemukan puluhan cara kreatif lainnya yang akan membuat aturan Anda terasa lebih seperti permainan. Ini tidak hanya mengurangi stres bagi orang tua, tetapi juga membuat anak lebih antusias untuk mengikuti instruksi.

Misalnya, untuk anak yang lambat saat Anda terburu-buru, cobalah berbisik apa yang Anda ingin dia lakukan atau tantang dia untuk berlomba siapa yang bisa memakai sepatu paling cepat. Anda bahkan bisa berpura-pura kalah agar anak bisa merasakan kemenangan, meningkatkan motivasi mereka.

Beberapa cara lain untuk menerapkan keceriaan dalam pengasuhan meliputi:

  • Untuk membantu anak yang kesulitan dalam transisi, buat suara terompet untuk mengumumkan apa yang akan terjadi selanjutnya, seperti "Waktunya makan siang, tuuut tuuut!".
  • Putar "lagu bersiap-siap" yang menarik dan tantang anak untuk selesai berpakaian sebelum lagu berakhir.
  • Berpura-puralah membersihkan sebagai monster (atau dinosaurus, atau unicorn) dengan merangkak dan mengambil mainan menggunakan "cakar monster besar" Anda.
  • Bicarakan bagaimana karakter dalam buku mengatasi perasaan besar atau memecahkan masalah, mengajarkan empati dan keterampilan sosial.
4 dari 4 halaman

Berikan Perhatian Positif dan Pujian untuk Perilaku Baik

Memberikan perhatian dan pujian untuk perilaku yang baik adalah strategi pengasuhan positif yang sangat ampuh. Jika Anda memuji anak Anda ketika mereka berperilaku baik, mereka akan lebih sering melakukannya. Ini juga akan membuat mereka cenderung tidak berulah untuk mendapatkan perhatian Anda. Penguatan positif sangat membantu dalam mempromosikan perilaku yang diinginkan.

Salah satu teknik yang bisa diterapkan adalah "Sandwich Permintaan-Menyenangkan" (Fun-Demand Sandwich). Selipkan permintaan atau tugas di antara dua aktivitas menyenangkan untuk mengurangi dampak melakukan sesuatu yang kurang menyenangkan. Ini membuat tugas terasa lebih ringan dan anak lebih termotivasi.

Strategi ini dapat diwujudkan melalui:

  • "Sandwich Permintaan-Menyenangkan": Contohnya, "Mari bermain kereta api. Setelah itu, kita bisa membereskan mainanmu. Lalu, saatnya ngemil! Makanan enak apa yang harus kita makan hari ini?"
  • Puji Perilaku yang Baik: Rayakan hal-hal yang dilakukan balita dengan baik, baik yang besar maupun yang kecil. Berikan pujian yang spesifik, misalnya, "Aku suka kamu langsung membereskan piringmu."
  • Abaikan Perilaku Minor yang Tidak Berbahaya: Jika balita tidak menerima perhatian untuk perilaku bermasalah yang tidak berbahaya, mereka cenderung tidak akan mengulanginya. Strategi ini sangat membantu untuk perilaku seperti merengek, tetapi perlu dilakukan secara konsisten agar efektif.
  • Waktu Khusus: Luangkan waktu khusus setiap hari untuk anak Anda. Biarkan mereka memilih aktivitas yang mereka nikmati dan Anda bergabung. Dengarkan secara aktif dan biarkan mereka memimpin pembicaraan, serta validasi pilihan dan minat mereka. Waktu khusus ini tidak boleh bergantung pada perilaku baik anak.

Dengan konsisten menerapkan perhatian positif dan pujian, Sahabat Fimela akan melihat perubahan signifikan dalam perilaku balita Anda. Mereka akan merasa dihargai dan termotivasi untuk terus menunjukkan perilaku yang baik, membangun fondasi yang kuat untuk perkembangan emosional dan sosial mereka.