Christina Dietze, Finalis Tertua Miss Universe Australia Umurnya Hampir 40 Tahun

Nabila MecadinisaDiterbitkan 21 Februari 2026, 23:40 WIB

ringkasan

  • Christina Dietze, 38 tahun, menjadi finalis tertua Miss Universe Australia setelah pencabutan batas usia pada tahun 2023, menandai era baru inklusivitas dalam kontes kecantikan.
  • Sebagai model dan desainer yang mewakili Victoria, Dietze merasa terhormat dan siap berbagi pengalaman hidupnya, menunjukkan bahwa usia membawa kebijaksanaan dan tujuan.
  • Dietze berkomitmen pada filantropi dengan mendukung ToyBox Australia dan telah mempersiapkan diri melalui Pilates harian, membuktikan bahwa mimpi tak mengenal batas usia.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, dunia kontes kecantikan kembali dihebohkan dengan kabar inspiratif dari Australia. Christina Dietze, seorang perempuan berusia 38 tahun, secara resmi akan menjadi finalis tertua yang berkompetisi di Miss Universe Australia. Keikutsertaannya ini tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mencetak sejarah baru dalam ajang kecantikan tersebut, menunjukkan bahwa mimpi tak mengenal batas usia.

Dietze, yang berprofesi sebagai model dan desainer, akan mewakili negara bagian Victoria dalam kontes Miss Universe Australia tahun ini. Pengumuman partisipasinya pada Senin, 9 Februari, disambut dengan antusiasme tinggi. Ia merasa terhormat dan sangat selaras dengan waktunya sebagai seorang wanita saat ini.

Perjalanan Christina Dietze menuju panggung Miss Universe Australia dimungkinkan berkat perubahan aturan signifikan. Organisasi Miss Universe (MUO) telah mencabut batasan usia pada tahun 2023, membuka pintu bagi perempuan di atas 18 tahun, termasuk yang sudah menikah atau memiliki anak, untuk berkompetisi.

2 dari 4 halaman

Perubahan Aturan Miss Universe yang Inklusif

Sebelum tahun 2023, Organisasi Miss Universe (MUO) memiliki batasan ketat yang hanya mengizinkan wanita lajang berusia antara 18 hingga 28 tahun untuk menjadi finalis. Aturan ini telah lama menjadi perdebatan karena dianggap kurang merefleksikan keragaman dan pengalaman hidup perempuan. Namun, seiring berjalannya waktu, kontes kecantikan di seluruh dunia mulai menyambut pelamar dari segala usia di atas 18 tahun.

Perubahan besar ini dimulai pada tahun 2023, ketika MUO secara resmi menghapus batasan usia. Selain itu, batasan status perkawinan dan status ibu juga dicabut, memungkinkan wanita yang sudah menikah, bercerai, atau memiliki anak untuk berkompetisi. Langkah progresif ini bertujuan untuk mempromosikan inklusivitas dan keragaman, memberikan kesempatan yang lebih luas bagi perempuan untuk menunjukkan potensi mereka.

Keputusan ini disambut baik sebagai bentuk evolusi kontes kecantikan yang lebih modern dan relevan. Miss Universe 2022, R'Bonney Gabriel, bahkan menyatakan kebanggaannya atas langkah inklusif ini, menegaskan bahwa kemampuan seorang perempuan tidak seharusnya ditentukan oleh usianya.

3 dari 4 halaman

Perjalanan Inspiratif Christina Dietze

Christina Dietze, finalis tertua Miss Universe Australia. (dok. Instagram @christina_dietze/https://www.instagram.com/p/DUjyx-fEjOC/)

Christina Dietze, seorang model dan desainer berusia 38 tahun, kini menjadi wajah dari perubahan inklusif ini. Ia akan mewakili negara bagian Victoria dalam kontes Miss Universe Australia. Pengumuman partisipasinya pada 9 Februari lalu, menjadi sorotan utama, menandai babak baru dalam sejarah ajang tersebut.

Dietze tidak menyembunyikan kebahagiaannya. Ia mengungkapkan bahwa sejak terpilih, ia tidak bisa berhenti tersenyum dan merasa sangat diberkati. Baginya, momen ini terasa sangat selaras dengan dirinya sebagai seorang wanita saat ini. Ia percaya bahwa tantangan hidup telah membentuknya menjadi wanita yang kuat dan bijaksana, dengan banyak hal berarti untuk dibagikan.

Sebagai seorang yang telah lama berkecimpung di industri modeling, Dietze merasa bahwa usia 30-an membawa kebijaksanaan dan tujuan hidup yang lebih dalam. Ia mengidolakan Jennifer Hawkins, ratu kontes Australia yang memenangkan Miss Universe pada tahun 2004, dan kini ia siap mengikuti jejak inspiratif tersebut.

4 dari 4 halaman

Misi dan Persiapan Christina Dietze

Selain ambisi pribadi, Christina Dietze juga membawa misi filantropi yang kuat dalam partisipasinya. Ia sangat antusias untuk melayani dan menyelami dunia filantropi. Dietze akan mendukung ToyBox Australia, sebuah badan amal yang berfokus membantu anak-anak yang sakit dan kurang beruntung. Ini menunjukkan komitmennya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi, Dietze telah menjalani sesi Pilates setiap hari. Persiapan fisik ini adalah bagian dari dedikasinya untuk tampil maksimal di panggung Miss Universe Australia. Ia ingin membuktikan bahwa usia hanyalah angka dan bahwa semangat serta dedikasi dapat membawa seseorang mencapai impiannya.

Dengan pengalaman hidupnya yang kaya dan semangat untuk berbagi, Christina Dietze berharap dapat menginspirasi banyak wanita. Partisipasinya adalah bukti nyata bahwa kecantikan sejati datang dari dalam, diperkaya oleh kebijaksanaan dan tujuan, serta tidak dibatasi oleh angka usia.