Fimela.com, Jakarta - Bulan suci Ramadan selalu menjadi momen istimewa yang tak hanya dinanti umat Muslim, tetapi juga membawa denyut positif bagi berbagai sektor usaha, termasuk perhotelan dan kuliner. Tahun ini, memasuki Ramadan 1447 H, semangat kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian sosial menjadi kunci dalam menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar berbuka puasa.
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi B. Sukamdani, sebelumnya mengajak seluruh pelaku usaha hotel dan restoran untuk menyambut Ramadan dengan menjunjung profesionalisme, keberagaman, serta kepedulian sosial. PHRI juga mendorong stabilitas usaha dan tarif, optimalisasi layanan Ramadan melalui paket buka puasa dan sahur, hingga inovasi produk seperti promo tematik dan paket menginap Ramadan.
Tak heran, tren Ramadan tahun ini bergerak ke dua arah utama, yakni tren kuliner berbuka yang semakin variatif dan staycation bernuansa Ramadan yang lebih personal dan hangat.
Ramadan Jadi Momentum Staycation Bernuansa Hangat
Fenomena staycation saat Ramadan kini bukan lagi sekadar tren sesaat. Banyak keluarga memilih menghabiskan waktu berbuka hingga sahur di hotel demi suasana yang berbeda, praktis, dan nyaman. Atmosfer hotel pun disulap dengan ornamen khas Ramadan, alunan musik religi, hingga program hiburan yang mempererat kebersamaan.
Salah satu jaringan hotel yang aktif menghadirkan pengalaman tersebut adalah Parador Hotels & Resorts melalui jaringan Hotel Atria yang tersebar di Gading Serpong (Tangerang), Magelang, dan Malang.
Chief Operating Officer Parador Hotels & Resorts, Johannes Hutauruk, menyampaikan bahwa momentum awal tahun 2026 yang berdekatan dengan Tahun Baru Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri menjadi kontributor positif bagi peningkatan okupansi dan pendapatan Food & Beverage. Rangkaian program Ramadan pun dirancang bukan hanya soal menu berbuka, tetapi juga pengalaman kebersamaan dengan pelayanan hangat dan penuh makna.
Nuansa Tempo Dulu di Magelang hingga Staycation Khas Jawa di Malang
Di Atria Hotel Magelang, Ramadan hadir lewat konsep unik bertajuk “Pasar Lawasan Ramadan 2026”. Program ini tak sekadar menghadirkan hidangan berbuka, tetapi juga menghidupkan suasana pasar tempo dulu dengan melibatkan UMKM lokal Magelang.
Menariknya, transaksi di area UMKM menggunakan keping kayu sebagai alat tukar khusus, simbol transaksi zaman dahulu yang memperkuat pengalaman tematik. Konsep ini menjadi daya tarik tersendiri, menghadirkan nostalgia sekaligus mendukung ekonomi lokal.
Menu yang disajikan pun beragam dan berganti setiap hari, seperti aneka takjil, gorengan, pancake, pasta, salad, kebab shawarma, nasi kebuli, jenang, jajanan pasar, hingga sajian legendaris Mie Godhog Mbok Mur. Sistem rotasi ini membuat setiap kunjungan terasa berbeda. Tak hanya itu, tersedia grand prize umrah yang akan diundi di akhir Ramadan yang menambah semarak kebersamaan bulan suci.
Sementara itu, Atria Hotel Malang menghadirkan Ramadan Festival yang memadukan kenyamanan menginap dengan pengalaman berbuka istimewa. Mengusung perpaduan gaya modern dan sentuhan hangat khas Jawa, hotel ini menjadi pilihan tepat untuk keluarga yang ingin menikmati Ramadan dengan suasana lebih intim.
Program “Ramadan Stay” memungkinkan tamu menikmati paket menginap lengkap dengan Iftar Dinner beragam menu spesial. Selain itu, tersedia hadiah undian sepanjang periode Ramadan, mulai dari motor hingga voucher menginap, menjadikan staycation terasa semakin berkesan.
Ragam Rasa Ramadan di Gading Serpong
Di kawasan Tangerang, Atria Hotel Gading Serpong dan Atria Residences Gading Serpong menggelar program berbuka puasa bertajuk “Ragam Rasa Ramadan” di Legen Restaurant dan Bianco Sapori D’Italia.
Konsep All You Can Eat buffet menghadirkan perjalanan rasa dari Timur ke Barat, mulai dari hidangan Nusantara, Asia, Middle East, hingga Western. Suasana hangat ditemani live music menambah kenyamanan momen berbuka bersama keluarga maupun kolega.
Untuk menambah keseruan, tersedia program Ramadan Spin Wheel. Dengan minimum pembelian lima pax, tamu berkesempatan memutar spin wheel dan memenangkan berbagai hadiah menarik.
Tren Ramadan tahun ini menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat: berbuka puasa bukan lagi hanya soal menu, tetapi tentang pengalaman menyeluruh. Dari suasana, kebersamaan, hingga nilai sosial yang diusung.
Kolaborasi dengan UMKM, inovasi konsep tematik, hingga paket staycation bernuansa Ramadan menjadi strategi yang tidak hanya meningkatkan okupansi, tetapi juga memperkuat hubungan emosional dengan tamu.
Di tengah dinamika industri perhotelan, Ramadan menjadi momentum untuk menghadirkan layanan yang lebih hangat, kreatif, dan bermakna. Bagi masyarakat, ini adalah kesempatan menikmati bulan suci dengan cara yang berbeda dengan lebih nyaman, praktis, dan tetap sarat nilai kebersamaan.