Fimela.com, Jakarta - Pada Jumat, 20 Februari 2026, Melania Trump, Ibu Negara Amerika Serikat, menjadi sorotan publik bukan hanya karena momen historis yang ia tandai, tetapi juga karena gaya berbusana yang tak biasa dalam konteks upacara formal.
Acara itu digelar di Smithsonian National Museum of American History, tempat Melania menyerahkan gaun yang dikenakannya pada pelantikan kedua suaminya, Donald Trump, sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2025. Gaun tersebut kini masuk dalam koleksi pameran First Ladies Collection — bagian dari tradisi lebih dari satu abad yang mencatat perjalanan sejarah Amerika melalui busana para istri presiden.
Busana Kontroversial di Tengah Momen Sejarah
Alih-alih mengenakan setelan klasik yang sering terlihat pada acara resmi semacam ini, Melania tampil lebih kontemporer namun tetap berkelas. Ia mengenakan mantel hitam dari Bottega Veneta, legging kulit yang ketat, dan sepatu hak tinggi dengan motif kulit ular dari Christian Louboutin. Penampilan ini langsung menarik perhatian karena kontrasnya dengan nuansa formal acara.
Penampilan Melania sempat menjadi bahan perbincangan karena pilihan legging kulit yang biasanya identik dengan acara kasual atau edgy fashion show, yang jarang terlihat pada acara lembaga kebudayaan atau acara resmi museum.
Gaun Zigzag yang Dijadikan Artefak Sejarah
Gaun yang disumbangkannya sendiri memiliki nilai historis dan simbolis tinggi. Dirancang oleh Hervé Pierre, gaun berwarna putih sutra crepe dengan trim hitam berbentuk zigzag ini dikenakan Melania pada malam pelantikan suaminya. Ia menjelaskan bahwa motif zigzag hitam di bagian depan gaun melambangkan kenangan masa kecil serta perjalanan hidup dan pengalaman yang membentuk dirinya.
Gaun tersebut kini dipamerkan bersama lebih dari dua lusin gaun pelantikan lain dari para Ibu Negara sebelumnya. Pameran ini dipandang sebagai cara untuk melihat sejarah Amerika melalui perubahan mode, serta bagaimana gaya pribadi para istri presiden saat menghadapi momen bersejarah.
Momen dan Reaksi
Momen ini juga menandai Melania sebagai Ibu Negara modern pertama yang memiliki dua gaun pelantikan di koleksi Smithsonian—serta hanya wanita kedua sejauh ini setelah Ida McKinley dari era 1890-an yang mencapai prestasi serupa.
Di tengah perayaan donasi tersebut, publik dan pengamat fashion memberikan beragam komentar. Beberapa memuji langkah Melania dalam membawa busana kontemporer ke ruang budaya yang konservatif, sementara yang lain mempertanyakan kecocokan outfit legging kulit untuk acara museum formal.