Mulai Hari dengan Catat Satu Hal yang Bisa Disyukuri, Kebiasaan ini Dapat Mengubah Suasana Kerja

Kayla BridgitteDiterbitkan 27 Maret 2026, 14:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, rutinitas kantor sering kali membuat kita fokus pada target, deadline, dan daftar pekerjaan yang seakan tidak ada habisnya. Tanpa sadar, hari berlalu begitu saja dalam mode autopilot

Padahal di sela rapat, tumpukan email, dan notifikasi chat, selalu ada hal kecil yang sebenarnya layak disyukuri. Senyum rekan kerja, kopi hangat di meja, atau tugas yang akhirnya selesai tepat waktu bisa menjadi momen sederhana yang berarti.

Di sinilah ritual one gratitude desk note menjadi menarik untuk dicoba. Konsepnya sederhana. Setiap hari, tuliskan satu hal yang kamu syukuri di tempat kerja pada secarik kertas kecil, lalu letakkan di meja kerja atau simpan di laci khusus. 

Praktik ini terdengar ringan, namun dampaknya tidak sesederhana kelihatannya. Melansir dari sejumlah sumber, salah satunya, psychologytoday.com, telah membahas bagaimana praktik syukur di lingkungan profesional mampu meningkatkan kesejahteraan karyawan. Kebiasaan ini menyoroti bahwa rasa syukur membantu menciptakan suasana kerja yang lebih sehat secara emosional. 

Sementara itu, laporan dari Center for Creative Leadership menekankan bahwa kebiasaan mengungkapkan apresiasi dapat memperkuat hubungan tim dan meningkatkan motivasi. Artinya, rasa syukur bukan hanya soal perasaan hangat, tetapi juga berdampak pada performa.

Ritual one gratitude desk note bisa menjadi cara praktis untuk menghadirkan mindfulness di tengah kesibukan kerja. Ia mengajak Sahabat Fimela berhenti sejenak, mengakui kebaikan kecil yang terjadi, lalu menyimpannya sebagai pengingat bahwa pekerjaan bukan hanya tentang tekanan, tetapi juga pertumbuhan dan kebersamaan.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Manfaat One Gratitude Desk Note di Kehidupan Kerja

Kebiasaan kecil ini ternyata dapat berdampak pada satu hari Sahabat Fimela bekerja. [Dok/Pexels.com/Anna Shvets].

1. Meningkatkan fokus saat bekerja

Menuliskan satu hal yang disyukuri membantu pikiran lebih terarah. Alih alih terdistraksi oleh tekanan, perhatian menjadi lebih terkendali dan produktif.

Dalam jangka panjang, daya fokus ini memunculkan energi yang lebih stabil, semangat yang lebih konsisten, serta dorongan internal untuk memberikan performa terbaik tanpa merasa terpaksa.

2. Membangun work engagement

Rasa syukur membuat seseorang merasa lebih terhubung dengan pekerjaannya. Ada perasaan memiliki dan keterlibatan yang lebih dalam terhadap tugas yang dijalani.

Ketika seseorang meluangkan waktu sejenak untuk menyadari hal kecil yang berjalan baik, entah itu rapat yang lancar, rekan kerja yang suportif, atau tugas yang berhasil diselesaikan tepat waktu, fokusnya perlahan bergeser dari beban ke makna. 

3. Memperbaiki suasana hati

Kebiasaan ini membantu menggeser fokus dari keluhan menuju hal positif. Mood pun terasa lebih stabil sepanjang hari kerja.

Saat fokus bergeser ke hal yang membangun, respons emosional terhadap stres menjadi lebih terkendali. Perasaan cemas dan mudah tersulut perlahan berkurang karena pikiran memiliki jangkar yang menenangkan. Ritual sederhana ini juga dapat menjadi jeda reflektif di tengah kesibukan, memberi ruang untuk bernapas sejenak sebelum kembali melanjutkan pekerjaan dengan kepala yang lebih jernih.

4. Mengurangi stres harian

Dengan melatih pikiran mencari sisi baik, respons terhadap tekanan menjadi lebih tenang. Beban terasa lebih ringan karena tidak hanya melihat masalah. Mencatat hal-hal yang bisa disyukuri hari itu dapat membuat fokus kita beralih sebentar dari banyaknya tumpukan kerja di kantor.

5. Meningkatkan rasa percaya diri

Saat menyadari pencapaian kecil yang patut disyukuri, kepercayaan diri ikut tumbuh. Hal ini membuat seseorang lebih yakin dalam mengambil keputusan.

6. Memperkuat relasi profesional

Sering kali rasa syukur berkaitan dengan dukungan rekan kerja. Kesadaran ini mendorong munculnya apresiasi yang membuat hubungan kerja lebih hangat.

7. Meningkatkan kepuasan kerja

Menyadari hal baik di kantor membuat pekerjaan terasa lebih bermakna. Kepuasan tidak hanya datang dari hasil besar, tetapi juga proses kecil yang dihargai.

8. Membentuk pola pikir yang lebih resilien

Ritual sederhana ini melatih otak untuk melihat peluang di tengah tantangan. Dalam jangka panjang, seseorang menjadi lebih tangguh dan adaptif menghadapi dinamika dunia kerja.

Ketika seseorang terbiasa mencatat hal baik, ia membangun pola pikir yang lebih resilien. Masalah tetap ada, namun tidak lagi mendominasi persepsi. Kepuasan kerja pun meningkat karena individu merasa memiliki alasan untuk bertahan dan berkembang.

3 dari 4 halaman

Langkah-langkah Melakukan One Gratitude Desk Note

Sahabat Fimela, berikut beberapa langkah praktis yang bisa kamu terapkan agar ritual ini benar benar terasa manfaatnya. [Dok/Pexels.com/energepic].

Kuncinya bukan pada lamanya waktu, melainkan pada kesadaran dan niat yang Sahabat Fimela bangun setiap hari.

Tentukan waktu khusus setiap hari

Pilih satu momen tetap yang realistis untukmu, misalnya lima menit sebelum menyalakan laptop atau sesaat sebelum merapikan meja dan pulang. Waktu yang konsisten membantu otak mengenali ini sebagai kebiasaan, bukan aktivitas spontan. Dengan ritme yang sama setiap hari, refleksi singkat ini akan terasa semakin natural dan tidak membebani.

Tulis satu hal yang spesifik dan kontekstual

Hindari kalimat yang terlalu umum. Cobalah menggali detail kecil yang benar benar terjadi hari itu. Misalnya, bersyukur karena diskusi tim berjalan terbuka, atasan memberi masukan yang membangun, atau kamu berhasil menyelesaikan tugas sebelum tenggat. Semakin spesifik, semakin kuat emosi positif yang muncul.

Gunakan media yang sederhana namun terlihat

Sticky note kecil, kartu indeks, atau buku catatan tipis sudah lebih dari cukup. Letakkan di sudut meja yang mudah terlihat agar menjadi pengingat visual. Saat energi mulai turun, kamu bisa membacanya kembali sebagai penyemangat.

Fokus pada hal kecil yang sering terlewat

Tidak harus promosi atau pencapaian besar. Hal sederhana seperti secangkir kopi hangat di pagi hari, suasana kantor yang lebih tenang, atau ide yang tiba tiba muncul bisa menjadi sumber rasa syukur yang tulus.

Lakukan dengan jujur tanpa tekanan untuk sempurnaJika suatu hari terasa berat, tidak apa apa. Tulislah hal paling sederhana yang masih bisa kamu apresiasi. Tujuan ritual ini adalah membangun kesadaran, bukan memaksakan diri selalu positif.

4 dari 4 halaman

Cara Memaksimalkan Ritual Agar Dilakukan Secara Konsisten

Agar ritual one gratitude desk note tidak berhenti di tengah jalan, Sahabat Fimela bisa mencoba beberapa strategi berikut. [Dok/freepik.com/Ken Tomita].

Buat wadah khusus untuk menyimpan catatan

Simpan semua catatan dalam satu kotak atau toples kecil di meja kerja. Saat merasa lelah atau kurang semangat, buka kembali dan baca ulang catatan lama. Ini menjadi pengingat konkret bahwa banyak hal baik pernah terjadi.

Libatkan tim jika memungkinkan

Tanpa harus memaksa, kamu bisa mengajak rekan kerja berbagi satu hal yang mereka syukuri di akhir minggu. Lingkungan yang saling menghargai akan memperkuat efek positif secara kolektif.

Gunakan sebagai refleksi bulanan

Di akhir bulan, baca ulang semua catatan dan lihat pola yang muncul. Apakah kamu sering bersyukur atas kerja tim, pencapaian pribadi, atau suasana kantor yang suportif. Refleksi ini membantu memahami apa yang benar benar memberi makna dalam pekerjaanmu.

Jadikan sebagai bagian dari self care profesional

Sering kali self care hanya dikaitkan dengan aktivitas di luar kantor. Padahal, merawat kesehatan mental saat bekerja sama pentingnya. Ritual ini bisa menjadi bentuk self care yang praktis dan relevan dengan kehidupan profesionalmu.

Sahabat Fimela, mensyukuri satu hal kecil setiap hari mungkin tidak langsung mengubah dunia kerjamu. Namun perlahan, ia mengubah cara pandangmu terhadap dunia itu. Dari yang awalnya terasa penuh tekanan, menjadi ruang bertumbuh yang juga menyimpan banyak momen layak diapresiasi.