Tren Skincare Minimalis Selama Ramadan, Kulit Justru Lebih Sehat?

Hilda IrachDiterbitkan 28 Februari 2026, 12:10 WIB

ringkasan

  • Skincare minimalis selama Ramadan membantu menjaga kesehatan kulit dengan fokus pada hidrasi.
  • Puasa dapat meningkatkan regenerasi kulit melalui proses autofagi.
  • Dehidrasi adalah tantangan utama yang perlu diatasi untuk menjaga kelembapan kulit.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, bulan Ramadan membawa banyak perubahan dalam rutinitas harian kita, termasuk perawatan kulit. Banyak ahli merekomendasikan tren skincare minimalis selama bulan suci ini. Namun, apakah benar kulit justru menjadi lebih sehat dengan pendekatan ini? Mari kita telusuri lebih dalam.

Tren skincare minimalis berfokus pada penggunaan produk yang lebih sedikit namun efektif. Pendekatan ini sangat relevan selama Ramadan, di mana tubuh mengalami perubahan signifikan akibat puasa. Dengan menyederhanakan rutinitas perawatan kulit, kita dapat mengatasi tantangan seperti dehidrasi dan perubahan pola tidur yang sering terjadi.

Para ahli dermatologi mengungkapkan bahwa puasa dapat memberikan manfaat bagi kesehatan kulit. Selama puasa, tubuh melakukan proses yang disebut autofagi, di mana sel-sel kulit diperbarui dan racun dikeluarkan. Proses ini dapat membantu kulit terlihat lebih segar dan bercahaya. Namun, penting untuk menyesuaikan rutinitas skincare agar tetap menjaga kelembapan dan kesehatan kulit.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Manfaat Skincare Minimalis Selama Ramadan

Skincare minimalis selama Ramadan memberikan beberapa manfaat penting bagi kesehatan kulit:

  • Hidrasi yang Optimal: Mengutamakan hidrasi adalah kunci. Pastikan untuk minum cukup air antara waktu berbuka dan sahur. Gunakan pelembap yang kaya akan asam hialuronat untuk menjaga kelembapan kulit.
  • Pembersihan Lembut: Pilih pembersih yang lembut dan tidak mengeringkan kulit. Ini penting untuk menghilangkan kotoran tanpa merusak lapisan pelindung kulit.
  • Perlindungan dari Sinar Matahari: Penggunaan tabir surya sangat dianjurkan. Pilih produk dengan SPF 30 atau lebih untuk melindungi kulit dari sinar UV yang berbahaya.
3 dari 4 halaman

Tanggapan Ahli Mengenai Dampak Puasa pada Kulit

Menurut Dr. Yudian, seorang dermatolog, puasa intermiten dapat meningkatkan regenerasi kulit dan mengurangi peradangan. Proses autofagi yang terjadi selama puasa membantu mendetoksifikasi kulit, sehingga membuatnya lebih sehat. Selain itu, puasa juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang berpengaruh positif terhadap produksi sebum dan mengurangi jerawat.

Namun, ada tantangan yang perlu diperhatikan. Dehidrasi adalah masalah umum selama Ramadan yang dapat menyebabkan kulit kering dan kusam. Dr. Hassan Galadari menjelaskan bahwa kurangnya asupan air dapat memperburuk kondisi kulit. Oleh karena itu, penting untuk menjaga hidrasi dengan baik.

4 dari 4 halaman

Rekomendasi Skincare Minimalis Selama Ramadan

Para ahli merekomendasikan beberapa langkah sederhana untuk menjaga kesehatan kulit selama Ramadan:

  1. Prioritaskan hidrasi dengan minum air yang cukup dan menggunakan produk pelembap yang efektif.
  2. Pilih pembersih yang lembut untuk menjaga keseimbangan kulit.
  3. Gunakan tabir surya setiap hari untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
  4. Hindari riasan berat dan pilih produk yang ringan agar kulit dapat bernapas.
  5. Pastikan pola makan bergizi dan tidur yang cukup untuk mendukung kesehatan kulit dari dalam.

Dengan mengikuti rekomendasi ini, Sahabat Fimela dapat menjaga kulit tetap sehat dan bercahaya selama bulan suci. Tren skincare minimalis bukan hanya tentang mengurangi produk, tetapi juga tentang memberikan perhatian lebih pada kebutuhan dasar kulit.