Sukses

Beauty

Halo Hair Nyentrik Alysa Liu Curi Perhatian di Olimpiade, Ternyata Simbol Perjalanan Hidup yang Penuh Makna

Fimela.com, Jakarta - Nama Alysa Liu tengah menjadi sorotan dunia setelah berhasil meraih kemenangan gemilang di ajang ice skating Olimpiade. Penampilannya di atas es memang memukau, tetapi ada satu detail lain yang tidak kalah mencuri perhatian publik yaitu gaya rambutnya yang unik dengan garis garis kontras antara cokelat gelap dan pirang platinum.

Sekilas, gaya rambut tersebut terlihat seperti pilihan fashion eksentrik khas generasi muda. Namun siapa sangka, di balik tampilannya yang bold tersimpan filosofi yang sangat personal. 

Atlet berusia 20 tahun ini mengungkapkan bahwa inspirasinya datang dari lingkaran batang pohon. Ia ingin rambutnya merepresentasikan perjalanan waktu dan pertumbuhan dirinya sebagai manusia sekaligus atlet.

Makna Halo Hair Alysa Liu

Dalam sebuah wawancara, Alysa menjelaskan ide unik tersebut dengan sederhana namun penuh makna. “Aku sebenarnya hanya ingin menjadi seperti pohon,” ungkapnya, dikutip dari Town & Country. Ia kemudian menjelaskan bahwa setiap garis warna pirang di rambutnya diibaratkan seperti cincin pada batang pohon yang menandai usia dan perjalanan waktu.

Awalnya ia sempat ingin mencoba gaya raccoon stripes beberapa tahun lalu, tetapi akhirnya memilih konsep yang lebih bermakna. “Awalnya aku ingin garis seperti rakun tiga tahun lalu, tapi rasanya terlalu berlebihan dan sulit dirawat. Lalu aku berpikir, aku ingin seperti pohon saja, menambahkan satu lingkar setiap tahun,” jelasnya. Ia pun konsisten melakukan hal tersebut hingga sekarang. “Tahun berikutnya aku menambahkan lagi, dan tahun ini juga sama. Aku akan terus menambahkannya setiap waktu,” tambanya.

Menjelang kompetisi besar, Alysa bekerja sama dengan hairstylist Kelsey Miller untuk mempertegas kontras warna pirangnya agar tampak lebih hidup di arena. Sang hairstylist mengaku pengalaman tersebut sangat unik karena berbeda dari pekerjaan biasanya. Ia juga menekankan bahwa rambut dapat menjadi bagian penting dari identitas seseorang dan berperan besar dalam membangun rasa percaya diri.

Sebuah Narasi Visual Tentang Proses Bertumbuh

Konsep tersebut membuat rambutnya tidak hanya menjadi elemen estetika, tetapi juga narasi visual tentang proses bertumbuh, belajar, dan berkembang. Seiring waktu, warna tersebut dibiarkan tumbuh alami, lalu ditambahkan lagi pada tahun berikutnya. Sebuah ritual kecil yang kini menjadi identitas khas dirinya.

Makna tersebut secara tidak langsung memang selaras dengan fase hidupnya termasuk momen comeback setelah hiatus. Seperti diketahui, Alysa sempat mengambil jeda dari dunia kompetitif figure skating untuk fokus pada kehidupan pribadi dan pemulihan mental. Ketika ia kembali ke arena dan akhirnya meraih prestasi besar, gaya rambut dengan “halo” yang terus bertambah terasa seperti simbol visual dari perjalanan tersebut. Setiap lapisan warna bisa dimaknai sebagai fase pertumbuhan, pengalaman baru, dan proses menjadi versi dirinya yang lebih matang.

Alysa kemudian sangat viral setelah memenangkan medali emas figure skating di Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina 2026. Kemenangannya bersejarah karena menjadi emas pertama Amerika di nomor tersebut dalam 24 tahun. Selain itu, publik juga terharu karena ia sempat pensiun setelah Olimpiade 2022 lalu comeback di 2024 sebelum akhirnya juara.

Alysa Liu jugasering disebut sebagai “Gen Z skater” bukan cuma karena gaya penampilannya yang edgy, tapi juga karena pilihan musik dan pendekatan artistiknya yang terasa sangat personal.

Salah satu hal yang bikin dia menonjol adalah penggunaan musik yang lebih dekat dengan identitas dirinya, bukan sekadar komposisi klasik yang biasanya identik dengan figure skating tradisional. Pendekatan ini terasa lebih autentik dan sesuai karakter generasinya yang menekankan self expression dan individuality.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading