Tips Mudah untuk Orangtua Mengajarkan Time Management pada Anak

hilya KamilaDiterbitkan 03 Mei 2026, 17:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, semasa sekolah terkadang anak-anak merasa sulit untuk membuat jadwal kesehariannya yang konsisten. Oleh sebab itu, banyak orangtua bertanya-tanya bagaimana cara membangun rutinitas harian yang dapat membantu anak mengelola jadwal mereka. Peran orangtua sangat penting untuk membantu mengarahkan mereka tanpa harus menambah tekanan. Salah satunya adalah mengajarkan time management kepada anak.

Dilansir dari tutoring.k12.com, ketika anak memasuki jenjang sekolah dasar (SD), fase tersebut merupakan salah satu periode penting untuk mengembangkan rutinitas yang mendukung pembelajaran dan kesejahteraan emosional. Selain itu, para ahli perkembangan anak mencatat bahwa ketika anak-anak merasa hari mereka terstruktur, mereka cenderung menjadi lebih disiplin. Oleh sebab itu, kebiasaan untuk mengajarkan time management kepada anak dapat mengurangi stres.

Dengan mengajarkan time management kepada anak-anak, bisa dimulai dengan menunjukkan berapa banyak waktu yang terbuang karena menunda berbagai pekerjaan rumah dan lainnya. Para orang tua dapat mendiskusikan kepada anak-anak terkait bagaimana cara time management. Selain itu, para orang tua juga dapat mengawasi keseluruhan kegiatan yang dilakukan anak-anak agar mereka dapat menerapkan time management dengan tepat.

2 dari 3 halaman

Cara Mengajarkan Time Management kepada Anak-Anak

Rutinitas tertentu dapat membantu untuk mendorong rasa struktur dan prediktabilitas. (Foto/dok: Pexels/olia danilevich)

Dilansir dari gohenry.com, berikut beberapa cara mengajarkan time management kepada si kecil dengan mudah.

1. Membuat rutinitas tertentu

Dalam mengajarkan time management kepada anak, rutinitas tertentu dapat membantu untuk mendorong rasa struktur dan prediktabilitas. Untuk anak-anak usia sekolah, para orangtua dapat membantu mereka membuat rutinitas di rumah. Mulai dari pagi hingga malam dengan mempertimbangkan semua aspek yang perlu mereka selesaikan, seperti waktu mengerjakan pekerjaan rumah dan bermain bersama teman.

2. Mendorong anak untuk memprioritaskan tugas

Anak-anak perlu memprioritaskan tugas untuk mengalokasikan waktu dengan tepat. Ini menjadi salah satu cara untuk mengajarkan mereka bagaimana membedakan antara tugas mendesak dan tugas penting. Orangtua perlu menekankan dan mengarahkan kepada mereka bahwa tugas mendesak membutuhkan tindakan segera, sedangkan tugas penting juga perlu dilakukan.

3. Mengajarkan agar anak tetap fokus

Sebelum mengajarkan anak untuk time management, orang tua perlu memahami bagaimana cara menghindari berbagai gangguan yang dapat membuat mereka menjadi fokus. Para orang tua dapat membantu anak untuk mengarahkan dan mengajak bicara agar bisa mengalihkan perhatian si kecil. 

3 dari 3 halaman

4. Membuat daftar tugas

Mencatat beberapa tugas dapat membantu anak-anak mengatur waktu agar menjadi lebih terorganisir. (Foto/dok: Pexels/Polina Tankilevitch)

Para orang tua dapat membantu si kecil untuk membuat daftar tugas. Mencatat beberapa tugas dapat membantu anak-anak mengatur waktu agar menjadi lebih terorganisir. Selain itu, anak-anak dapat mencoba dengan menggunakan catatan untuk tugas-tugas. Selanjutnya, mereka dapat memberikan centang apabila telah menyelesaikan pekerjaan mereka.

5. Menyusun jadwal dengan visual

Anak-anak menjadi lebih tertarik apabila mereka dihadapkan dengan berbagai tampilan visual. Para orangtua dapat menggunakan gambar atau simbol yang membantu anak memahami apa yang seharusnya mereka lakukan. Hal tersebut bertujuan agar si kecil dapat menjadi lebih mudah untuk memahami rancangan time management tersebut. Selain itu, memberikan tampilan visual kepada anak dapat mempermudah mereka menyelesaikan tugasnya.

Sahabat Fimela, dengan mengajarkan time management kepada anak-anak, hal itu dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan disiplin. Selain itu, berbagai manfaat dapat dirasakan oleh si kecil, seperti menjadi pribadi yang lebih teratur, terbiasa menentukan skala prioritas, dan membantu untuk lebih fokus. Dengan demikian, time management menjadi salah satu cara mengajarkan anak berusia sekolah agar dapat bekerja lebih efisien dan mengurangi stres.