40% Wanita Hamil Alami Varises, Yuk Kita Kenali Penyebab dan Tips Mengatasinya

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 24 Maret 2026, 17:15 WIB

ringkasan

  • Varises umum terjadi pada 40% wanita hamil karena peningkatan volume darah, perubahan hormon, dan tekanan rahim, namun umumnya tidak berbahaya dan sering membaik setelah melahirkan.
  • Gejala varises meliputi rasa berat, nyeri, bengkak, dan vena menonjol, yang dapat dikelola dengan mengangkat kaki, olahraga, stoking kompresi, dan menghindari posisi berdiri/duduk terlalu lama.
  • Meskipun sebagian besar varises kehamilan akan hilang dalam 3-12 bulan postpartum, konsultasi medis diperlukan jika ada nyeri hebat, pembengkakan, perdarahan

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, varises adalah kondisi umum yang seringkali menjadi perhatian selama kehamilan. Pembuluh darah yang membengkak dan tampak berliku di bawah kulit ini bisa muncul tiba-tiba. Kondisi ini memang dapat menimbulkan ketidaknyamanan, namun umumnya tidak berbahaya bagi ibu maupun bayi.

Sekitar 40% wanita hamil mengalami varises, terutama saat memasuki trimester ketiga kehamilan. Ini adalah respons alami tubuh terhadap berbagai perubahan fisiologis yang terjadi. 

Meskipun seringkali menghilang setelah melahirkan, varises dapat menimbulkan rasa pegal dan nyeri. Artikel ini akan membahas secara komprehensif penyebab, gejala, pencegahan, hingga penanganan varises. Dengan begitu, Sahabat Fimela bisa menjalani masa kehamilan dengan lebih tenang dan percaya diri.

Munculnya varises selama kehamilan bukanlah tanpa alasan, Sahabat Fimela. Ada beberapa faktor utama yang berkontribusi pada kondisi ini. Salah satunya adalah peningkatan volume darah yang signifikan dalam tubuh ibu hamil.

Tubuh memproduksi lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan bayi, yang dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah, terutama di kaki. Volume darah bahkan bisa meningkat sekitar 30-50% selama kehamilan, memberikan beban ekstra pada sistem peredaran darah. Selain itu, perubahan hormon juga berperan besar. Peningkatan kadar progesteron menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi lebih rileks dan melemahkan katup vena, membuatnya lebih rentan membengkak.

Tekanan dari rahim yang membesar juga menjadi faktor penting. Rahim menekan vena cava inferior, yaitu vena besar yang membawa darah dari tubuh bagian bawah ke jantung. Hal ini memperlambat sirkulasi dan meningkatkan tekanan di vena kaki serta panggul. Faktor genetik juga tidak bisa diabaikan; jika ibu atau nenek memiliki riwayat varises saat hamil, kemungkinan Anda juga mengalaminya lebih tinggi. Berat badan berlebih dan diet tidak seimbang juga dapat memperburuk risiko.

2 dari 4 halaman

Mengenali Gejala dan Lokasi Umum Varises Kehamilan

Varises tidak hanya muncul di satu tempat saja, selain di kaki dan pergelangan kaki, karena darah harus mengalir melawan gravitasi. Namun, varises juga bisa muncul di area lain seperti vulva, akibat tekanan di daerah panggul./ Copyright unsplash.com/ryan franco.

Varises tidak hanya muncul di satu tempat saja, Sahabat Fimela. Lokasi paling umum adalah di kaki dan pergelangan kaki, karena darah harus mengalir melawan gravitasi. Namun, varises juga bisa muncul di area lain seperti vulva, yang dikenal sebagai varises vulva, akibat tekanan di daerah panggul. Selain itu, wasir juga merupakan jenis varises yang terbentuk di atau sekitar rektum, seringkali diperparah oleh sembelit selama kehamilan.

Gejala yang muncul bervariasi pada setiap wanita. Beberapa mungkin tidak merasakan apa-apa, sementara yang lain mengalami ketidaknyamanan signifikan. Gejala ini bisa memburuk saat duduk atau berdiri terlalu lama. Tanda-tanda umum meliputi perasaan berat, lelah, atau pegal di kaki.

Anda juga mungkin merasakan gatal di sekitar varises, kram kaki, nyeri, berdenyut, atau nyeri tekan. Pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki, serta perubahan warna kulit, juga bisa menjadi indikasi. Vena yang terlihat menonjol, berliku, dan berwarna biru atau ungu adalah ciri khas dari kondisi ini. 

3 dari 4 halaman

Tips Mencegah dan Mengelola Varises Selama Kehamilan

Meskipun tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, ada banyak langkah yang bisa Sahabat Fimela lakukan untuk mengurangi risiko dan meringankan gejala varises. Salah satu tips penting adalah menghindari berdiri atau duduk terlalu lama. Cobalah untuk sering mengubah posisi dan bergerak setiap jam agar sirkulasi darah tetap lancar.

Mengangkat kaki di atas jantung saat duduk atau berbaring juga sangat membantu mengembalikan aliran darah ke jantung. Tidur miring ke kiri dapat mengurangi tekanan pada vena cava inferior, sehingga sirkulasi menjadi lebih baik. Jangan lupakan pentingnya olahraga teratur; aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga prenatal sangat dianjurkan untuk meningkatkan sirkulasi darah. Mengenakan stoking kompresi juga efektif karena memberikan tekanan lembut untuk mendukung vena dan mencegah penumpukan darah.

Selain itu, hindari menyilangkan kaki karena dapat menghambat sirkulasi. Batasi asupan natrium untuk mencegah pembengkakan, dan pastikan minum banyak air serta makan cukup serat untuk mencegah sembelit, yang dapat memperburuk wasir. Terakhir, hindari sepatu hak tinggi dan pilih sepatu berhak rendah atau datar untuk melatih otot betis dan meningkatkan sirkulasi darah. 

4 dari 4 halaman

Varises Setelah Melahirkan dan Pilihan Penanganan

Kabar baiknya, Sahabat Fimela, sebagian besar varises yang muncul selama kehamilan akan membaik atau bahkan hilang sepenuhnya setelah melahirkan. Ini biasanya terjadi dalam waktu tiga bulan hingga satu tahun, seiring dengan normalnya volume darah dan kadar hormon dalam tubuh. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua varises akan hilang sepenuhnya, terutama jika Anda memiliki riwayat varises sebelumnya, mengalami kehamilan multipel, atau memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

Meskipun varises umumnya tidak serius, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Anda harus menghubungi penyedia layanan kesehatan jika mengalami nyeri hebat, pembengkakan, dan kemerahan di kaki, karena ini bisa menjadi tanda pembekuan darah (DVT) yang serius. Perdarahan dari vena yang membesar atau munculnya luka terbuka serta perubahan warna kulit di dekat varises juga memerlukan evaluasi medis.

Jika varises tidak membaik setelah beberapa bulan postpartum dan terus menyebabkan ketidaknyamanan signifikan, Anda bisa mempertimbangkan pilihan pengobatan. Disarankan untuk menunggu setidaknya tiga hingga enam bulan setelah melahirkan sebelum menjalani prosedur medis, karena banyak varises terkait kehamilan akan sembuh dengan sendirinya. Pilihan pengobatan minimal invasif yang tersedia antara lain Sclerotherapy, Ablasi Frekuensi Radio (RFA), Terapi Laser Endovenous (EVLT), dan ClariVein OC. Prosedur-prosedur ini umumnya aman dan efektif untuk mengatasi varises yang membandel.