3 Jenis Olahraga Penurun Kolesterol Cocok Setelah Makan Daging Lebaran

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 22 Maret 2026, 13:13 WIB

ringkasan

  • Olahraga teratur efektif menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL) yang membersihkan arteri dari penumpukan plak.
  • Tiga jenis olahraga paling efektif adalah latihan aerobik (kardio), latihan ketahanan (kekuatan), dan High-Intensity Interval Training (HIIT) yang dapat disesuaikan dengan preferensi dan kondisi tubuh.
  • Untuk hasil optimal, lakukan latihan aerobik setidaknya 150 menit per minggu dan latihan ketahanan minimal dua kali seminggu, dengan intensitas yang cukup untuk meningkatkan detak jantung dan metabolisme.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, menjaga kadar kolesterol tetap stabil adalah kunci kesehatan jantung yang optimal. Kolesterol tinggi, terutama jenis LDL atau "jahat", seringkali tidak menunjukkan gejala, namun dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti serangan jantung dan stroke. Untungnya, ada cara alami dan efektif untuk mengelola kadar kolesterol dalam tubuh.

Salah satu metode paling ampuh adalah melalui aktivitas fisik rutin. Olahraga teratur tidak hanya membantu menurunkan kolesterol jahat, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Ini adalah kabar baik bagi kita semua yang ingin hidup lebih sehat dan bugar setiap hari.

Dengan berolahraga, tubuh menjadi lebih efisien dalam menggunakan lemak sebagai energi, sehingga mengurangi jumlah LDL yang beredar di aliran darah. Selain itu, HDL bertindak seperti "pembersih" yang menyapu kelebihan LDL dari arteri, membawanya kembali ke hati untuk diproses dan dikeluarkan dari tubuh.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Manfaat Olahraga untuk Kolesterol: Mengapa Penting?

Aktivitas fisik secara teratur memiliki dampak signifikan terhadap profil lipid tubuh. Olahraga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida. Pada saat yang sama, olahraga juga mampu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) yang sangat dibutuhkan untuk melindungi jantung dari penumpukan plak.

Peningkatan HDL ini sangat krusial karena HDL berfungsi membersihkan kelebihan kolesterol dari arteri, mencegah penyempitan pembuluh darah. Studi menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat menurunkan trigliserida sebesar 30% hingga 40% dan meningkatkan HDL sebesar 5 hingga 8 mg/dL. Manfaat ini tidak hanya terbatas pada penurunan kolesterol, tetapi juga berkontribusi pada kontrol berat badan, tekanan darah, dan kadar gula darah secara keseluruhan.

Bahkan, olahraga memberikan manfaat meskipun seseorang memiliki berat badan berlebih. Kombinasi program olahraga dan nutrisi yang tepat dapat memperbaiki kadar HDL dan LDL secara signifikan. Oleh karena itu, menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup adalah investasi penting untuk kesehatan jangka panjang.

3 dari 4 halaman

Pilihan Olahraga Efektif: Dari Kardio hingga HIIT

Dimbangi dengan olahraga yang teratur agar tubuh sehat dan kolesterol aman (Foto: Unsplash)

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dalam menurunkan kolesterol, ada beberapa jenis olahraga yang terbukti sangat efektif. Tiga jenis utama adalah latihan aerobik (kardio), latihan ketahanan (kekuatan), dan High-Intensity Interval Training (HIIT). Setiap jenis memiliki cara kerja unik dalam membantu tubuh mengelola kolesterol.

Latihan Aerobik (Kardio) Latihan aerobik membuat jantung berdetak lebih cepat dan sangat efektif dalam menurunkan LDL sambil meningkatkan HDL. Contoh aktivitas kardio yang bisa Sahabat Fimela lakukan meliputi jalan cepat, jogging, bersepeda, berenang, atau menari. Jalan cepat secara teratur, misalnya, adalah cara yang mudah dan efektif untuk menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan HDL. Bersepeda juga membakar kalori setara jogging namun lebih ringan untuk lutut, menjadikannya pilihan baik bagi banyak orang. Sementara itu, berenang adalah latihan aerobik yang sangat baik untuk kesehatan jantung secara keseluruhan dan cocok bagi mereka yang memiliki masalah sendi. Senam aerobik, seperti zumba, juga membantu meningkatkan detak jantung dan metabolisme lemak, efektif menurunkan kolesterol jika dilakukan rutin.

Latihan Ketahanan (Kekuatan) Latihan ketahanan, seperti mengangkat beban, menggunakan resistance band, atau melakukan latihan beban tubuh seperti push-up, dapat membantu mengurangi LDL dan trigliserida. Otot membakar lebih banyak kalori saat istirahat dibandingkan lemak, sehingga membantu mengontrol berat badan dari waktu ke waktu. Sebuah meta-analisis bahkan menyimpulkan bahwa latihan kekuatan mendorong penurunan kolesterol total, trigliserida, dan kolesterol LDL, serta peningkatan HDL, terlepas dari penurunan lemak tubuh. Latihan ini juga memperkuat otot dan mendukung metabolisme tubuh.

High-Intensity Interval Training (HIIT) HIIT melibatkan semburan singkat aktivitas intens, seperti sprinting atau jumping jacks, diikuti oleh periode istirahat singkat atau pemulihan intensitas rendah. Penelitian menunjukkan bahwa HIIT mungkin sangat efektif dalam meningkatkan kadar kolesterol dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan latihan tradisional. HIIT juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan tekanan darah. Beberapa studi menunjukkan bahwa HIIT dapat secara efektif mengurangi kolesterol LDL dan kadar trigliserida sambil meningkatkan kolesterol HDL.

Yoga Meskipun terkesan santai, yoga juga bermanfaat untuk kesehatan jantung secara keseluruhan dan dapat membantu mengurangi stres, yang merupakan kontributor terhadap kolesterol tinggi. Yoga rutin dikaitkan dengan penurunan LDL dan total kolesterol serta peningkatan HDL. Sebuah penelitian di Indian Heart Journal menemukan bahwa melakukan yoga secara teratur satu jam setiap hari selama tiga bulan dapat menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL. Namun, untuk mendapatkan manfaat kardiovaskular yang optimal, detak jantung perlu ditingkatkan.

4 dari 4 halaman

Durasi dan Intensitas: Kunci Sukses Menurunkan Kolesterol

Memahami durasi dan intensitas yang tepat adalah kunci untuk memaksimalkan manfaat olahraga dalam menurunkan kolesterol. Konsistensi adalah faktor penting untuk mencapai peningkatan yang signifikan pada kadar kolesterol.

  • Latihan Aerobik: Targetkan setidaknya 150 menit per minggu aktivitas aerobik intensitas sedang (misalnya, jalan cepat hingga sedikit berkeringat), atau 75 menit aktivitas berat (seperti berlari). Durasi ini dapat dibagi menjadi blok 10 atau 15 menit, yang penting adalah terus bergerak secara teratur. American Heart Association merekomendasikan berolahraga setidaknya 30 menit, lima hingga tujuh kali per minggu.
  • Latihan Ketahanan: Cobalah untuk memasukkan latihan kekuatan setidaknya dua kali seminggu. Lakukan latihan beban atau latihan ketahanan beban tubuh selama 20 hingga 30 menit, dua hingga tiga kali seminggu.

Pentingnya Intensitas Latihan aerobik dengan intensitas tinggi tampaknya lebih efektif dalam meningkatkan profil lipid, dan efeknya melampaui aktivitas fisik biasa. Untuk secara langsung mengurangi kolesterol LDL dan kadar trigliserida, intensitas latihan aerobik harus ditingkatkan. Latihan intensitas rendah jarang mengurangi kolesterol LDL ke nilai normal atau mendekati normal.

Studi menunjukkan bahwa aktivitas fisik intens dapat mengurangi oksidasi partikel LDL, yang menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Tiga puluh menit latihan intens setiap hari dapat mengurangi kolesterol LDL teroksidasi sebesar 8 hingga 10%, meskipun efek ini lebih terlihat pada pria. Latihan intensitas rendah atau sedang tidak memiliki efek positif yang sama dalam hal ini. Oleh karena itu, Sahabat Fimela perlu menemukan keseimbangan antara durasi dan intensitas yang sesuai dengan kondisi tubuh dan tujuan kesehatan.