Fimela.com, Jakarta - Tren kecantikan dari media sosial selalu berhasil mencuri perhatian, termasuk teknik makeup terbaru yang dikenal dengan istilah cloud skin. Berbeda dari tampilan matte yang cenderung flat atau dewy yang kadang terlihat terlalu mengilap, cloud skin hadir sebagai jalan tengah yang menciptakan efek kulit lembut, halus, dan tetap bercahaya secara alami. Tampilan ini membuat complexion terlihat lebih hidup tanpa kesan berat.
Cloud skin sendiri mengutamakan hasil akhir yang soft matte dengan sentuhan glow yang subtle. Artinya, kulit tetap terlihat sehat dan bercahaya, tetapi tanpa kilap berlebih. Teknik ini sangat cocok untuk kamu yang ingin tampil effortless dengan makeup yang ringan namun tetap memberikan hasil yang polished. Tidak heran jika tren ini kembali populer, terutama di kalangan pecinta makeup yang juga peduli dengan kesehatan kulit.
Dilansir dari E News, teknik cloud skin pertama kali dipopulerkan oleh makeup artist profesional Dominic Skinner. Ia menjelaskan bahwa tren ini muncul dari meningkatnya minat terhadap skincare, sehingga orang tidak lagi sekadar menutupi wajah dengan foundation tebal, melainkan mulai memperhatikan bagaimana produk makeup bisa menyatu dengan kondisi kulit asli. Sahabat Fimela penasaran seperti apa penjelasan lengkap mengenai cloud skin? Yuk, simak di bawah ini ya.
Apa Itu Teknik Cloud Skin
Cloud skin adalah teknik makeup yang menggabungkan hasil matte dan dewy dalam satu tampilan. Fokus utamanya adalah menciptakan efek kulit yang terlihat lembut seperti awan, dengan tekstur halus dan cahaya alami dari dalam kulit.
Alih-alih menggunakan banyak layer produk, teknik ini justru menekankan penggunaan makeup secara strategis lho, Sahabat Fimela. Hasil akhirnya bukan hanya membuat wajah terlihat lebih segar, tetapi juga terasa ringan dan nyaman digunakan sepanjang hari.
Kunci Utama Cloud Skin yang Perlu Kamu Tahu
Untuk mendapatkan hasil cloud skin yang sempurna, ada beberapa prinsip penting yang perlu diperhatikan.
Pertama, penggunaan base makeup yang ringan. Foundation digunakan secukupnya, hanya untuk meratakan warna kulit tanpa menutupi tekstur alami. Kedua, pemilihan area matte yang tepat. Tidak seluruh wajah harus di powder, hanya bagian tertentu seperti area T-zone atau sekitar hidung agar tampilan tetap seimbang.
Ketiga, menjaga kelembapan kulit. Sentuhan glow berasal dari kulit yang terhidrasi dengan baik, bukan dari highlighter berlebihan. Oleh karena itu, skincare sebelum makeup memegang peran penting dalam teknik ini.
Cara Menciptakan Tampilan Cloud Skin
Untuk mengaplikasikan teknik ini, kamu bisa mengikuti langkah sederhana berikut.
Mulailah dengan skincare yang fokus pada hidrasi, seperti moisturizer dan facial oil ringan. Ini akan membantu menciptakan efek glow alami dari dalam kulit.
Gunakan foundation tipis-tipis, lalu ratakan dengan spons atau brush agar hasilnya menyatu sempurna. Setelah itu, aplikasikan powder hanya di area tertentu seperti bawah mata, sisi hidung, dan garis rahang. Teknik ini membantu mengontrol minyak tanpa menghilangkan dimensi wajah.
Terakhir, tambahkan sedikit blush dan highlighter dengan hasil natural untuk memperkuat efek segar dan lembut khas cloud skin.
Kenapa Cloud Skin Banyak Digemari
Salah satu alasan cloud skin menjadi favorit adalah karena tampilannya yang fleksibel dan cocok untuk berbagai jenis kulit. Teknik ini juga memberikan kesan wajah yang lebih sehat dan tidak berlebihan, sehingga cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari maupun acara khusus.
Selain itu, cloud skin juga mencerminkan tren kecantikan saat ini yang lebih mengutamakan keseimbangan antara makeup dan skincare. Bukan hanya sekadar menutupi, tetapi juga menonjolkan keindahan alami kulit.
Dengan teknik yang tepat, kamu bisa mendapatkan tampilan makeup yang tidak hanya cantik, tetapi juga terasa ringan dan nyaman. Cloud skin membuktikan bahwa hasil matte dan dewy tidak harus dipilih salah satu, karena keduanya bisa berpadu sempurna dalam satu look yang elegan dan natural. Sahabat Fimela sendiri lebih suka hasil makeup seperti apa nih. Dewy, matte atau cloud skin?
Penulis: Siti Nur Arisha