1 dari 2 Perempuan Merasa Tidak Aman Pulang Sendirian, Ada Apa?

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 24 Maret 2026, 13:29 WIB

Fimela.com, Jakarta - Bagi sebagian orang, berjalan santai di luar rumah saat malam hari mungkin terasa biasa saja. Tapi bagi banyak perempuan, hal sederhana itu sering kali datang dengan “perhitungan” tambahan, apakah jalannya cukup terang, apakah situasinya ramai, atau bahkan apakah ada orang yang terasa mencurigakan.

Data terbaru yang dirilis pada 2021 memperlihatkan bahwa rasa tidak aman ini memang nyata dialami perempuan, seperti dikutip dari End Violence Againts Women.

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Data Ketidakamanan Perempuan Saat Pulang Sendirian

Perempuan menjadi pihak yang paling rentan untuk merasa tidak aman saat pulang sendirian (ilustrasi oleh AI)

Data (24 Agustus 2021) menunjukkan perempuan merasa jauh lebih tidak aman dibanding laki-laki saat berjalan sendiri di malam hari.

  • 1 dari 2 perempuan merasa tidak aman di jalan sepi (vs 1 dari 7 laki-laki).
  • 1 dari 2 perempuan merasa tidak aman di tempat ramai (vs 1 dari 5 laki-laki).4 dari 5 perempuan merasa tidak aman di taman/ruang terbuka (vs 2 dari 5 laki-laki).

Perempuan muda (16–34 tahun) sangat rentan terhadap pelecehan:

  • 2 dari 3 mengalami setidaknya satu bentuk pelecehan dalam 12 bulan terakhir.
  • 44% mengalami catcalling, siulan, atau komentar seksual.
  • 29% merasa diikuti.Penyandang disabilitas merasa lebih tidak aman dibanding non-disabilitas di semua situasi.

Data ini muncul setelah meningkatnya perhatian publik terhadap kekerasan terhadap perempuan, termasuk kasus pembunuhan seperti Sarah Everard dan lainnya.

Pengalaman seperti diikuti, dilecehkan, dan diserang merupakan hal yang umum dialami perempuan. Ancaman kekerasan membuat perempuan harus melakukan “upaya ekstra” untuk menjaga keamanan dan membatasi kebebasan mereka.