Sukses

Beauty

Dorong Ruang Aman dan Peluang Setara, L’Oréal Indonesia Perkuat Komitmen untuk Perempuan

Fimela.com, Jakarta - Momentum International Women’s Day menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju kesetaraan gender masih membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Di Indonesia, perempuan terus menunjukkan kontribusi yang semakin besar di berbagai bidang, mulai dari sains, diplomasi, hingga industri kreatif. Sejalan dengan semangat tersebut, L’Oréal juga terus mendorong hadirnya lebih banyak ruang bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi.

Meski begitu, sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari isu keamanan hingga keterbatasan akses terhadap peluang ekonomi. Realitas tersebut menunjukkan bahwa kemajuan perempuan tidak hanya membutuhkan semangat dan potensi, tetapi juga lingkungan yang mendukung. Dalam hal ini, L’Oréal percaya bahwa rasa aman, kesempatan yang setara, serta pengakuan atas kontribusi perempuan menjadi fondasi penting agar mereka dapat berkembang secara optimal.

Melalui momentum International Women’s Day 2026, L’Oréal Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan perempuan. Selama lebih dari 47 tahun hadir di Indonesia, perusahaan kecantikan global ini menghadirkan berbagai program sosial yang berfokus pada tiga hal utama yaitu menciptakan ruang aman, membuka peluang yang setara, serta mengapresiasi kontribusi perempuan.

Ruang Aman Masih Menjadi Fondasi Penting

Tantangan terbesar yang masih dihadapi perempuan adalah persoalan keamanan. Data CATAHU Komnas Perempuan 2024 mencatat lebih dari 445 ribu kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia dalam satu tahun. Kasus tersebut terjadi di berbagai ruang, baik dalam relasi personal, komunitas, maupun di ruang digital.

“Bagi kami, merayakan perempuan bukan sesuatu yang musiman, tetapi bagian dari identitas perusahaan. International Women’s Day menjadi momen refleksi untuk terus mendorong kesetaraan yang lebih nyata,” ujar Melanie Masriel, Chief of Corporate Affairs, Engagement and Sustainability L’Oréal Indonesia.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, L’Oréal Paris menghadirkan program Stand Up Melawan Kekerasan Seksual di Ruang Publik. Program ini mengajak masyarakat berani mengambil peran saat menyaksikan pelecehan dengan metode 5D, yaitu mengalihkan situasi, menegur pelaku, melaporkan kejadian, menenangkan korban, dan mendokumentasikan peristiwa.

“L’Oréal Paris percaya bahwa every woman is worth it. Semua perempuan berhak merasa aman dan terbebas dari berbagai bentuk pelecehan,” ujar Rosyanti Chijanadi, Brand General Manager L’Oréal Paris.

Mengenali Tanda Kekerasan dalam Hubungan

Isu kekerasan tidak hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga dalam hubungan personal. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, YSL Beauty menghadirkan program global Abuse Is Not Love yang bekerja sama dengan Yayasan Pulih.

Program ini mengedukasi masyarakat untuk mengenali sembilan tanda kekerasan dalam hubungan, seperti perilaku mengontrol, meremehkan, memanipulasi, hingga mengisolasi pasangan dari lingkungan sosialnya.

“Kebebasan adalah nilai yang dirayakan oleh YSL Beauty. Namun terkadang kebebasan tersebut terhambat oleh hubungan personal yang mengekang tanpa disadari,” jelas Venesia Rizani, Business Unit General Manager YSL Beauty dan Armani Beauty.

Membuka Jalan bagi Kemandirian Perempuan

Kesetaraan juga berkaitan erat dengan akses terhadap peluang ekonomi. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan perempuan di Indonesia masih mewakili sekitar 36 persen pekerja formal. Banyak perempuan juga mengambil jeda karier untuk menjalankan peran pengasuhan dalam keluarga.

Untuk membantu menjawab tantangan ini, L’Oréal Indonesia menjalankan sejumlah program pemberdayaan. Salah satunya Beauty for a Better Life yang memberikan pelatihan tata rambut dan tata rias bersertifikat secara gratis bagi perempuan dengan keterbatasan sosial ekonomi. Sejak 2014 hingga 2023, program ini telah membantu ribuan perempuan memperoleh keterampilan sekaligus membuka akses kerja.

L’Oréal juga menghadirkan Career Reconnect Program bagi perempuan yang ingin kembali bekerja setelah career break. Program ini dirancang untuk membantu peserta membangun kembali kepercayaan diri profesional dan terhubung kembali dengan dunia kerja.

Di bidang pendidikan vokasi, L’Oréal menjalankan program Hairducation bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperkuat kualitas pendidikan SMK jurusan tata kecantikan rambut sekaligus menjembatani kebutuhan industri.

Pengakuan yang Mendorong Perempuan Terus Melangkah

Upaya pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada membuka akses kesempatan. Pengakuan terhadap kontribusi perempuan juga memiliki peran besar dalam membangun rasa percaya diri dan mendorong lebih banyak perempuan untuk mengambil peran penting di masyarakat.

“Pemberdayaan bukan hanya tentang membuka pintu. Ini tentang memastikan perempuan memiliki bekal untuk melangkah, ruang untuk berkembang, dan pengakuan yang memberi legitimasi untuk memimpin perubahan,” ujar Melanie Masriel.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, L’Oréal Indonesia berharap semakin banyak perempuan yang dapat berkembang tanpa hambatan serta membawa dampak positif bagi keluarga, komunitas, dan masa depan Indonesia.

Penulis: Siti Nur Arisha

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading