Ini Alasan Kulit Bayi Mengelupas dan Cara Mengatasinya

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 25 Maret 2026, 14:54 WIB

ringkasan

  • Pengelupasan kulit pada bayi baru lahir atau Newborn Skin Peeling adalah kondisi normal akibat adaptasi kulit dari lingkungan rahim yang basah ke udara kering.
  • Perawatan kulit bayi yang mengelupas meliputi mandi singkat dengan air hangat, penggunaan pelembap bebas pewangi, dan menghindari pengelupasan paksa.
  • Konsultasikan dengan dokter anak jika pengelupasan kulit disertai kemerahan, iritasi, demam, atau berlangsung lebih dari beberapa minggu.

Fimela.com, Jakarta - Pengelupasan kulit pada bayi baru lahir, atau dikenal sebagai Newborn Skin Peeling, adalah fenomena yang sangat umum terjadi. Kondisi ini seringkali membuat orang tua khawatir, namun sebenarnya merupakan bagian alami dari proses adaptasi kulit bayi. Ini adalah transisi penting dari lingkungan basah rahim ke dunia luar yang kering.

Proses kulit bayi mengelupas ini biasanya terjadi dalam beberapa minggu pertama kehidupan bayi setelah dilahirkan. Kulit bayi akan mulai mengelupas secara perlahan, terutama di area lengan dan kaki, namun bisa juga di perut atau punggung. Fenomena ini menunjukkan bahwa kulit bayi sedang menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

Sahabat Fimela tidak perlu panik menghadapi kondisi ini. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengapa kulit bayi baru lahir mengelupas dan langkah-langkah perawatan apa yang bisa Anda lakukan. Pahami cara menjaga kesehatan kulit si kecil agar tetap lembut dan nyaman.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Mengapa Kulit Bayi Baru Lahir Mengelupas?

Begitu lapisan pelindung vernix hilang, lapisan terluar kulit bayi langsung terpapar udara kering untuk pertama kalinya. Transisi besar inilah yang memicu proses mengelupasnya kulit bayi. (Dok.Unsplash/Jonathan Borba)

Saat bayi berada di dalam kandungan, kulitnya diselimuti oleh lapisan tebal berminyak bernama vernix caseosa. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung kulit dari cairan ketuban selama sembilan bulan penuh. Setelah lahir, vernix ini akan dibersihkan atau terserap secara alami oleh tubuh bayi.

Begitu lapisan pelindung vernix hilang, lapisan terluar kulit bayi langsung terpapar udara kering untuk pertama kalinya. Transisi besar inilah yang memicu proses Newborn Skin Peeling. Ini adalah cara alami kulit bayi untuk menyingkirkan sel-sel mati dan menampakkan kulit baru yang sehat di bawahnya.

Tahukah Sahabat Fimela bahwa usia kehamilan juga memengaruhi tingkat kulit bayi mengelupas? Bayi yang lahir lewat dari perkiraan tanggal lahir (post-term) cenderung mengalami pengelupasan lebih banyak karena vernix mereka lebih sedikit di akhir kehamilan. Sebaliknya, bayi prematur yang memiliki lebih banyak vernix saat lahir, seringkali mengalami pengelupasan yang lebih minim.

Selain itu, paparan lingkungan seperti udara kering, angin, dan suhu dingin dapat memperburuk kondisi Newborn Skin Peeling. Penggunaan pemanas ruangan di musim dingin juga bisa mengurangi kelembapan alami kulit bayi yang sangat sensitif.

3 dari 4 halaman

Perawatan Lembut untuk Kulit Bayi yang Mengelupas

Dalam banyak kasus, Newborn Skin Peeling tidak memerlukan perawatan khusus dan akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun, sangat penting untuk tidak mengelupas atau menggaruk kulit yang sedang mengelupas. Menarik kulit ini dapat mengiritasi kulit baru di bawahnya dan bahkan berpotensi menyebabkan infeksi. Biarkan kulit mengelupas secara alami.

Batasi waktu mandi bayi hingga sekitar 10 menit dan selalu gunakan air hangat, bukan air panas. Air panas dapat menghilangkan kelembapan penting dari kulit bayi. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan memandikan bayi baru lahir sekitar tiga kali seminggu selama tahun pertama untuk mencegah kulit kering pada bayi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyarankan menunda mandi pertama bayi setidaknya 6 jam setelah lahir, idealnya 24 jam, agar vernix dapat melindungi kulit.

Segera setelah mandi, saat kulit bayi masih sedikit lembap, oleskan pelembap lembut bebas pewangi. Ini membantu mengunci kelembapan di kulit. Carilah krim atau salep hipoalergenik yang bebas pewangi karena jenis ini lebih kental dan lebih efektif daripada losion. Produk berbasis petroleum seperti Vaseline® atau Aquaphor® bisa menjadi pilihan yang baik untuk mengatasi kulit bayi mengelupas.

Hindari sabun dan pewangi keras; pilih pembersih bayi yang lembut, bebas pewangi, dan hipoalergenik. Produk beraroma, termasuk deterjen cucian, dapat mengiritasi kulit sensitif bayi. Jika rumah Anda kering, terutama saat musim dingin, penggunaan humidifier di kamar bayi dapat menambah kelembapan udara. Pastikan juga bayi mendapatkan cukup ASI atau susu formula untuk mencegah dehidrasi.

4 dari 4 halaman

Kapan Harus Khawatir dan Menghubungi Dokter Anak?

Meskipun Newborn Skin Peeling umumnya normal, ada beberapa tanda yang memerlukan perhatian medis. Jika kulit yang mengelupas tampak merah, pecah-pecah, atau iritasi, bukan kulit sehat di bawahnya, ini bisa menjadi indikasi kondisi seperti eksim (dermatitis atopik). Eksim jarang didiagnosis langsung setelah lahir, namun 60% kasus berkembang sebelum ulang tahun pertama bayi.

Jika kulit bayi mengelupas berlanjut lebih dari beberapa minggu pertama atau tampak memburuk daripada membaik, segera periksakan ke dokter anak. Dalam kasus yang sangat jarang, pengelupasan yang persisten dapat menandakan iktiosis, kondisi genetik kulit kering dan bersisik.

Segera hubungi dokter anak jika pengelupasan disertai dengan bayi yang rewel, demam, atau tanda-tanda bahwa kulit bayi terasa sakit. Ini bisa menjadi pertanda infeksi atau kondisi lebih serius yang memerlukan penanganan medis segera. Jika Sahabat Fimela melihat sisik tebal, kekuningan, dan berminyak di kulit kepala, ini kemungkinan besar adalah kerak kepala bayi (cradle cap), yang biasanya tidak berbahaya namun bisa dikonsultasikan dengan dokter jika persisten.