YouTube Perketat Kontrol, Orang Tua Kini Bisa Blokir Shorts untuk Anak

Nabila MecadinisaDiterbitkan 31 Maret 2026, 19:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Platform YouTube menghadirkan pembaruan fitur yang memberi kendali lebih besar kepada orang tua dalam mengatur konsumsi konten anak. Kini, melalui fitur Shorts Daily Time Limit, orang tua dapat sepenuhnya “memblokir” akses video pendek atau Shorts dengan mengatur batas waktu menjadi 0 menit.

Dengan opsi terbaru ini, anak tidak akan bisa menonton Shorts sama sekali jika batas harian diatur ke nol. Sebelumnya, fitur yang diluncurkan sekitar Oktober 2025 ini hanya menyediakan pilihan durasi antara 15 hingga 120 menit.

Menurut Vice President Product Management YouTube, Jennifer Flannery O'Connor, pembaruan ini menjadi langkah penting dalam memberikan kontrol penuh kepada orang tua. Ia menyebut fitur ini sebagai salah satu yang pertama di industri dalam hal pengaturan konsumsi video pendek untuk anak, tanpa menghilangkan fleksibilitas penggunaan platform.

Fleksibilitas tersebut memungkinkan orang tua menyesuaikan durasi penggunaan sesuai situasi. Misalnya, saat liburan, anak masih bisa diberi akses menonton Shorts selama 60 menit per hari. Sementara pada waktu istirahat atau menjelang tidur, akses dapat dihentikan sepenuhnya dengan mengatur durasi menjadi 0 menit.

 

2 dari 3 halaman

Fitur yang akan tersedia dalam waktu dekat

Libur sekolah seharusnya menjadi momen menyenangkan bagi anak dan keluarga. Namun pada praktiknya, liburan justru sering identik dengan anak yang semakin lama menatap layar gadget, mulai dari bermain game, menonton video, hingga scrolling tanpa henti. (foto/dok: freepik)

Meski telah diumumkan, pihak YouTube menyebut fitur ini akan tersedia secara bertahap dalam waktu dekat. Hingga saat ini, opsi 0 menit masih belum muncul di beberapa versi aplikasi.

Selain pembatasan waktu, orang tua juga dapat mengaktifkan pengingat seperti Bedtime (waktu tidur) dan Take a Break (istirahat sejenak) agar anak tidak terlalu lama menggulir konten Shorts.

Tak hanya itu, YouTube juga memperbarui sistem rekomendasi khusus untuk pengguna remaja. Algoritma kini lebih difokuskan untuk menampilkan konten yang berkualitas tinggi, edukatif, menghibur, dan sesuai dengan usia.

 

3 dari 3 halaman

Pengalaman digital yang sehat

Sebelum meminta anak mengurangi waktu layar, orang tua perlu bercermin pada kebiasaan sendiri. Anak sangat peka terhadap perilaku orang tuanya, termasuk kebiasaan mengecek ponsel di rumah. (foto/dok: freepik)

Pengembangan sistem ini melibatkan berbagai organisasi, seperti American Psychological Association serta Center for Scholars & Storytellers, guna memastikan pengalaman digital yang lebih sehat dan aman bagi remaja.

Dengan berbagai pembaruan ini, YouTube semakin menegaskan komitmennya dalam menciptakan ruang digital yang ramah keluarga, sekaligus membantu orang tua mengawasi penggunaan teknologi oleh anak secara lebih bijak.