5 Kebiasaan Sederhana agar Anak Lebih Fokus dalam Aktivitas Sehari-hari

Siti Nur ArishaDiterbitkan 26 Agustus 2026, 13:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh distraksi, menjaga fokus anak bukanlah hal yang mudah. Notifikasi gadget, tontonan instan, hingga jadwal yang padat sering membuat anak sulit bertahan dalam satu aktivitas dalam waktu lama. Padahal, kemampuan fokus menjadi fondasi penting bagi perkembangan belajar, emosi, hingga kemandirian anak.

Menariknya, fokus bukan bakat bawaan yang hanya dimiliki sebagian anak. Kemampuan ini bisa dilatih sejak dini melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah. Orangtua memiliki peran besar dalam membentuk lingkungan yang mendukung, sekaligus memberikan contoh nyata dalam keseharian.

Dilansir dari Magnimoo, ada beberapa rutinitas kecil yang terbukti membantu anak usia 3 hingga 10 tahun meningkatkan fokus, regulasi emosi, serta kemampuan menyelesaikan tugas dengan lebih baik. Berikut beberapa kebiasaan yang bisa mulai diterapkan, yuk simak penjelasan lengkapnya, Sahabat Fimela!

2 dari 3 halaman

1. Membiasakan Rutinitas yang Konsisten

Anak cenderung merasa lebih aman dan tenang ketika memiliki rutinitas yang jelas. Jadwal harian yang teratur membantu mereka memahami apa yang akan dilakukan selanjutnya, sehingga tidak mudah terdistraksi. (foto/dok: freepik)

Anak cenderung merasa lebih aman dan tenang ketika memiliki rutinitas yang jelas. Jadwal harian yang teratur membantu mereka memahami apa yang akan dilakukan selanjutnya, sehingga tidak mudah terdistraksi.

Mulailah dengan hal sederhana seperti jam bangun, waktu makan, hingga waktu tidur yang konsisten. Untuk anak yang lebih kecil, orangtua bisa menggunakan jadwal visual dengan gambar agar lebih mudah dipahami. Rutinitas ini akan membantu anak membangun pola fokus secara alami.

2. Mengajarkan Anak Fokus pada Satu Aktivitas

Seringkali tanpa disadari, anak terbiasa melakukan banyak hal sekaligus. Padahal, multitasking justru membuat perhatian mereka terpecah. Mengajarkan anak untuk menyelesaikan satu aktivitas sebelum beralih ke hal lain bisa menjadi langkah efektif melatih fokus.

Biarkan anak menyelesaikan puzzle, menggambar, atau membaca sampai tuntas. Berikan apresiasi ketika mereka mampu bertahan dalam satu aktivitas lebih lama. Cara ini membantu meningkatkan daya tahan konsentrasi secara bertahap.

3. Mengurangi Waktu Layar dan Memperbanyak Bermain Aktif

Paparan layar yang berlebihan dapat membuat anak cepat bosan dan sulit fokus. Sebagai gantinya, ajak anak melakukan aktivitas tanpa layar yang lebih melibatkan imajinasi dan interaksi langsung.

Permainan seperti menyusun balok, puzzle, atau bermain di luar ruangan dapat membantu anak lebih terlibat secara mendalam. Aktivitas ini tidak hanya melatih fokus, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan kemampuan problem solving.

3 dari 3 halaman

4. Melatih Mindfulness dengan Cara Sederhana

Mindfulness bukan hanya untuk orang dewasa. Anak-anak juga bisa belajar untuk lebih sadar dan tenang melalui latihan sederhana yang menyenangkan. (foto/dok: freepik)

Mindfulness bukan hanya untuk orang dewasa. Anak-anak juga bisa belajar untuk lebih sadar dan tenang melalui latihan sederhana yang menyenangkan.

Orangtua bisa mengajak anak melakukan permainan pernapasan seperti membayangkan mencium bunga lalu meniup lilin. Selain itu, berjalan santai di alam sambil mengamati suara, pemandangan, dan aroma sekitar juga bisa membantu anak melatih perhatian mereka.

5. Memberikan Contoh Perilaku Fokus

Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Ketika orangtua menunjukkan sikap fokus dan tidak mudah terdistraksi, anak akan menirunya secara alami.

Sahabat Fimela, cobalah untuk tidak menggunakan ponsel saat bersama anak, terutama saat makan atau bermain. Orangtua juga bisa mengungkapkan secara verbal ketika sedang fokus, misalnya saat membaca buku hingga selesai. Jangan lupa memberikan pujian saat anak menunjukkan usaha untuk berkonsentrasi.

Ciptakan Lingkungan yang Mendukung Fokus Anak

Selain kebiasaan harian, lingkungan juga berperan besar dalam membentuk fokus anak. Ruangan yang rapi, minim distraksi, dan nyaman akan membuat anak lebih mudah berkonsentrasi saat belajar maupun bermain.

Tak perlu perubahan besar, cukup mulai dari hal kecil seperti merapikan mainan, menyediakan area khusus untuk belajar, dan menjaga suasana tetap tenang. Dengan kombinasi kebiasaan yang tepat dan lingkungan yang mendukung, kemampuan fokus anak akan berkembang secara alami seiring waktu.

Membantu anak lebih fokus tidak harus dengan cara yang rumit. Justru dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari, anak bisa belajar menjadi lebih tenang, sabar, dan mampu menyelesaikan tugas dengan baik. Selamat mencoba ya, Sahabat Fimela. 

Penulis: Siti Nur Arisha