Liburan Tetap Seru Tanpa Drama, Ini Cara Bantu Anak Beradaptasi dengan Perubahan

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 17 Mei 2026, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, saat musim liburan tiba, rutinitas anak memang sering kali berubah drastis. Dari yang sebelumnya teratur dengan jadwal sekolah, kini menjadi lebih fleksibel bahkan cenderung tidak terstruktur. Perubahan ini bisa memicu interrupted routines, yaitu kondisi ketika anak merasa kehilangan pegangan, sehingga lebih mudah rewel, sulit diajak bekerja sama, hingga emosinya naik turun.

Agar liburan tetap menyenangkan tanpa drama, orangtua perlu membantu anak beradaptasi dengan perubahan ini. Dilansir dari Child Mind Institute, berikut beberapa cara memberi pengertian pada anak agar tetap kooperatif dan tidak rewel selama liburan.

1. Siapkan Anak Sebelum Rutinitas Berubah

Jangan mendadak memberi tahu anak bahwa sekolah libur panjang. Sebaiknya, beri “heads-up” beberapa hari atau minggu sebelumnya dengan bahasa yang mudah dipahami. Jelaskan kapan liburan dimulai, berapa lama, dan apa saja yang akan dilakukan. Cara ini dapat membantu anak merasa lebih siap secara emosional.

2. Ciptakan Struktur Sederhana Selama Liburan

Meski sedang libur, anak tetap membutuhkan rutinitas. Buat jadwal harian sederhana yang mencakup waktu bangun, makan, bermain, screen time, dan istirahat. Struktur ini memberi rasa aman dan membantu anak tetap tenang meskipun aktivitas berubah.

3. Gunakan Jadwal Visual atau Tertulis

Anak akan lebih mudah memahami rencana jika bisa melihatnya. Kamu bisa membuat jadwal harian dalam bentuk tulisan atau visual, lalu menempelkannya di tempat yang mudah terlihat. Dengan begitu, anak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dan tidak mudah cemas.

 

 

2 dari 3 halaman

4. Jaga Rutinitas Tidur Tetap Konsisten

Pola tidur yang berantakan bisa m'embuai anak menjadi lebih sensitif dan mudah rewel. [Dok/freepik.com/pvproductions]

Salah satu hal yang sering berubah saat liburan adalah jam tidur. Padahal, pola tidur yang berantakan bisa membuat anak menjadi lebih sensitif dan mudah rewel. Untuk menghindari hal tersebut, usahakan untuk tetap mempertahankan jam tidur seperti hari sekolah, meskipun sesekali boleh ada pengecualian di hari-hari tertentu. 

5. Beri Penjelasan tentang Ekspektasi

Sahabat Fimela, saat kamu akan pergi ke acara keluarga atau liburan, jelaskanlah terlebih dahulu apa yang kamu harap dari anak untuk dilakukan selama disana. Misalnya, menyapa keluarga, duduk bersama selama beberapa waktu, atau bersikap sopan. Dengan memahami ekspektasi, anak akan menjadi lebih siap dan tidak kaget dengan situasi baru saat sudah disana. 

6. Sediakan “Safe Space” untuk Anak

Lingkungan baru atau keramaian bisa membuat menjadi kewalahan, baik dari orang dewasa ataupun anak menjadi kewalahan. Sehingga, pastikanlah ada ruang atau waktu bagi anak untuk menenangkan diri, seperti sudut tenang, membawakan mainan favorit miliknya, atau waktu istirahat sejenak. Hal ini penting untuk mencegah overstimulasi.

 

 

3 dari 3 halaman

7. Beri Waktu Adaptasi

Biarkan mereka pemanasan terlebih dahulu sebelum berinteraksi dengan orang lain. [Dok/freepik.com]

Tidak semua anak bisa langsung nyaman dalam situasi baru. Biarkan mereka pemanasan terlebih dahulu sebelum berinteraksi dengan orang lain. Hindari memaksa anak untuk langsung bersosialisasi jika belum siap.

8. Seimbangkan Aktivitas dan Waktu Istirahat

Jika satu hari diisi dengan banyak aktivitas atau perjalanan, pastikan hari berikutnya lebih santai. Keseimbangan ini membantu anak tidak kelelahan secara fisik maupun emosional.

9. Libatkan Anak dalam Pengambilan Keputusan

Agar anak lebih kooperatif, libatkan mereka dalam memilih aktivitas, seperti menentukan mau ke taman atau membuat kue di rumah. Ketika anak merasa didengar, mereka cenderung lebih mudah diajak bekerja sama.

10. Fokus pada Momen Kebersamaan

Daripada terus menerus mengejar kesempurnaan selama liburan, fokuslah pada kebersamaan. Aktivitas sederhana seperti bermain bersama, memasak, atau bercerita justru bisa menjadi momen yang paling berkesan bagi anak.

Sahabat Fimela, perubahan rutinitas memang tidak selalu mudah bagi anak. Namun, dengan komunikasi yang tepat dan struktur yang fleksibel, anak bisa belajar beradaptasi tanpa harus merasa kewalahan. Liburan pun tetap terasa menyenangkan, hangat, dan minim drama.