Penyesuaian Strategi Bisnis INNISFREE disertai Pleuncuran Green Tea Milk Essence

Nabila MecadinisaDiterbitkan 27 April 2026, 13:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Isu yang menyebut INNISFREE bangkrut dan hengkang dari Indonesia ramai beredar di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Namun, informasi tersebut dipastikan tidak benar. Perusahaan justru tengah melakukan penyesuaian strategi bisnis untuk memperluas jangkauan pasar.

Narasi tersebut muncul seiring penutupan sejumlah gerai mandiri di pusat perbelanjaan. Penyesuaian ini kerap ditafsirkan sebagai sinyal penurunan bisnis, padahal lebih mencerminkan perubahan model distribusi yang kini semakin adaptif terhadap perilaku konsumen.

INNISFREE mengalihkan fokus dari ekspansi toko tunggal menuju kemitraan dengan jaringan ritel serta penguatan kanal digital. Strategi ini memungkinkan brand menjangkau konsumen secara lebih luas tanpa bergantung pada satu format distribusi.

Marketing Manager INNISFREE Indonesia, Angeline Tjoea, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi bisnis, bukan penghentian operasional.

“Isu mengenai INNISFREE bangkrut tidak benar. Kami tetap hadir di Indonesia dan saat ini fokus memperkuat distribusi melalui jaringan retail partner serta marketplace online agar akses konsumen semakin luas,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Pengalaman belanja offline dan online saling terintegrasi

Isu yang menyebut INNISFREE bangkrut dan hengkang dari Indonesia ramai beredar di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Namun, informasi tersebut dipastikan tidak benar. Perusahaan justru tengah melakukan penyesuaian strategi bisnis untuk memperluas jangkauan pasar.

Menurutnya, pendekatan ini selaras dengan tren industri kecantikan global yang bergerak ke arah omnichannel, di mana pengalaman belanja offline dan online saling terintegrasi.

Implementasi strategi ini terlihat dari kehadiran produk INNISFREE di berbagai jaringan ritel kecantikan seperti Sociolla dan Watsons. Kanal ini tetap menyediakan pengalaman mencoba produk secara langsung melalui tester di toko.

Di saat yang sama, perusahaan memperkuat distribusi digital melalui marketplace untuk menjangkau konsumen yang semakin mobile dan terbiasa bertransaksi secara daring.

Dari sisi produk, INNISFREE juga merespons dinamika pasar melalui peluncuran produk terbaru yaitu Green Tea Milk & Ceramide Cream pada November 2025. Rangkaian ini mengusung fokus hidrasi dan penguatan skin barrier, mengikuti pergeseran preferensi konsumen terhadap perawatan kulit yang lebih preventif.

3 dari 3 halaman

Langkah untuk meningkatkan relevansi brand di tengah persaingan industri kecantikan

Isu yang menyebut INNISFREE bangkrut dan hengkang dari Indonesia ramai beredar di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Namun, informasi tersebut dipastikan tidak benar. Perusahaan justru tengah melakukan penyesuaian strategi bisnis untuk memperluas jangkauan pasar.

Dengan strategi omnichannel tersebut, INNISFREE menegaskan operasional bisnis di Indonesia tetap berjalan normal. Transformasi ini sekaligus menjadi langkah untuk meningkatkan relevansi brand di tengah persaingan industri kecantikan yang semakin kompetitif dan berbasis pengalaman konsumen.

Tag Terkait