TikTok LIVE x POP MART Hadirkan NYOTA di Indonesia yang Mengangkat Budaya Indonesia

Sarah ArsaliyanaDiterbitkan 28 April 2026, 18:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - TikTok LIVE bersama POP MART menghadirkan kolaborasi yang membawa karakter global NYOTA dalam versi yang lebih dekat dengan budaya Indonesia. Inisiatif ini menjadi langkah baru dalam memperkenalkan budaya lokal lewat pendekatan yang lebih relevan dengan kebiasaan digital saat ini.

NYOTA hadir dengan interpretasi visual yang terinspirasi dari berbagai elemen budaya seperti motif batik, wayang, hingga lanskap khas Indonesia. Hal ini membuat budaya tidak hanya ditampilkan sebagai simbol, tetapi juga diolah menjadi bentuk yang lebih mudah dikenali terutama oleh generasi muda.

Sahabat Fimela, kolaborasi Tiktok LIVE x POP MART ini juga tidak berhenti di ranah digital. Masyarakat bisa melihat langsung interpretasi tersebut melalui pameran “NYOTA di Tanah Air” di Museum Nasional Indonesia yang berlangsung pada 28-29 April 2026. Kehadiran pameran ini membuka ruang bagi publik untuk merasakan pengalaman yang lebih nyata dari karakter yang sebelumnya hanya hadir di layar.

Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha D., S.I.Kom., menyampaikan, “Kehadiran karakter seperti NYOTA dalam kolaborasi ini menunjukkan bagaimana medium kreatif dapat menjembatani budaya tradisional dan platform digital secara relevan bagi generasi muda.” Ia juga menekankan bahwa kekayaan budaya Indonesia bahkan bisa disebut sebagai “mega diversity” karena ragamnya yang sangat luas di setiap daerah.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Cara Baru Menikmati dan Memahami Budaya Lewat Platform Digital

TikTok LIVE menjadi salah satu ruang di mana budaya dapat dibagikan secara lebih dinamis (TikTok LIVE x POP MART)

Platform digital kini membuka cara baru untuk masyarakat menikmati budaya tanpa harus terbatas oleh ruang dan waktu. Melalui fitur interaktif, pengalaman memahami budaya bisa terasa lebih dekat dan tidak lagi bersifat satu arah.

TikTok LIVE menjadi salah satu ruang di mana budaya dapat dibagikan secara lebih dinamis. Kreator memiliki peran penting dalam menyampaikan cerita sekaligus mengemasnya dalam format yang lebih ringan dan mudah dipahami oleh audiens.

Michael Tan, Livestream Operations Manager, TikTok LIVE Indonesia, menjelaskan, “Kami percaya kreator adalah generasi baru pendongeng budaya yang mampu mengubah interaksi digital menjadi koneksi yang nyata dan bermakna.” Ia juga menambahkan bahwa melalui platform ini, cerita dan identitas lokal dari Indonesia memiliki peluang untuk dikenal lebih luas hingga ke audiens global.

Sahabat Fimela, selain melalui siaran langsung, pendekatan edukatif juga dihadirkan lewat laman khusus “NYOTA di Tanah Air” di dalam aplikasi. Laman ini memberikan konteks lebih dalam terkait desain dan filosofi yang digunakan sehingga audiens tidak hanya melihat visual, tetapi juga memahami cerita di baliknya.

Hal ini menunjukkan bahwa budaya bisa disampaikan dengan cara yang lebih fleksibel. Tidak hanya informatif, tetapi juga interaktif dan relevan dengan cara generasi sekarang mengonsumsi konten.

3 dari 3 halaman

Kolaborasi Lintas Sektor yang Menghubungkan Kreativitas dan Budaya

Pemilihan NYOTA juga tidak lepas dari karakteristiknya yang eksploratif (Sumber: TikTok LIVE x POP MART

Kolaborasi ini mempertemukan berbagai pihak dengan latar belakang yang berbeda, mulai dari platform digital, brand kreatif, hingga institusi budaya. Sinergi ini menciptakan pendekatan baru dalam menyampaikan budaya kepada publik.

Dari sisi kreatif, POP MART melihat karakter sebagai medium yang memiliki kedekatan emosional dengan audiens. Johan Sebastian, Country Head of POP MART Indonesia, menjelaskan, “NYOTA merupakan simbol imajinasi dan koneksi emosional lintas komunitas. Kami melihat bagaimana karakter ini bisa diinterpretasikan ulang melalui perspektif budaya Indonesia.”

Sahabat Fimela, pemilihan NYOTA juga tidak lepas dari karakteristiknya yang eksploratif. Sosoknya yang digambarkan sebagai figur yang suka menjelajah dianggap selaras dengan kekayaan budaya Indonesia yang beragam dan penuh cerita.

Kolaborasi ini juga melibatkan Museum Nasional Indonesia sebagai ruang untuk menghadirkan pengalaman secara langsung. Esti Nurjadin selaku Kepala Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan menyampaikan bahwa kerja sama seperti ini memungkinkan terjadinya pertukaran audiens antar pihak yang terlibat sekaligus dapat membuka cara baru dalam memperkenalkan budaya ke publik yang lebih luas.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang menggabungkan digital dan fisik menjadi penting di era saat ini. “Di era sekarang, digital saja tidak cukup, physical juga tidak cukup, maka harus ada gabungan antara dua hal tersebut,” jelasnya.

Melalui pendekatan lintas sektor ini, budaya tidak hanya bisa disampaikan sebagai informasi, tetapi juga sebagai pengalaman yang bisa dirasakan dalam berbagai bentuk.