Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, body mist premium kini semakin populer dan mulai menyaingi parfum, terutama di kalangan Gen Z. Fenomena ini terjadi karena berbagai faktor, termasuk preferensi Gen Z terhadap wewangian yang lebih ringan dan terjangkau. Selain itu, body mist memberikan kebebasan untuk bereksperimen dengan berbagai aroma yang sesuai dengan kepribadian mereka.
Kebangkitan popularitas body mist dapat dilihat dari tren nostalgia Y2K yang kembali muncul. Merek-merek telah memperbarui format body mist yang populer di tahun 90-an dan 2000-an, menciptakan versi yang lebih canggih dan menarik. Pasar body mist global diperkirakan akan tumbuh dari $7,93 miliar pada tahun 2025 menjadi $11,91 miliar pada tahun 2033, menunjukkan minat yang terus meningkat terhadap produk ini.
Permintaan body mist juga didorong oleh fokus baru pada kebersihan pribadi dan keinginan untuk produk yang serbaguna dengan harga terjangkau. Media sosial, terutama TikTok, telah memperkuat tren ini dengan tagar #bodymist yang mengumpulkan lebih dari satu miliar tampilan. Influencer telah membantu mendemokratisasi pengetahuan tentang wewangian, membuatnya lebih mudah diakses oleh konsumen muda.
Mengapa Gen Z Memilih Body Mist?
Body mist menawarkan pengalaman aroma yang lebih ringan dan serbaguna dibandingkan parfum tradisional. Ini membuatnya cocok untuk penggunaan sehari-hari, terutama di iklim yang lebih hangat. Gen Z cenderung tidak terikat pada satu wewangian dan menyukai eksperimen. Body mist memungkinkan mereka untuk membangun "lemari pakaian" wewangian yang beragam.
Tren "scent-maxxing" juga semakin populer, di mana Gen Z melapisi parfum dengan minyak tubuh dan losion untuk menciptakan profil wewangian yang personal dan tahan lama. Body mist seringkali lebih terjangkau daripada parfum, memungkinkan Gen Z untuk mencoba berbagai aroma tanpa komitmen finansial yang besar.
Banyak body mist modern kini diresapi dengan bahan-bahan yang menghidrasi, seperti asam hialuronat dan ekstrak rumput laut. Ini berarti body mist tidak hanya membuat Anda wangi tetapi juga melembapkan kulit. Peningkatan penekanan pada perawatan diri dan kesejahteraan juga berkontribusi pada popularitas body mist sebagai bagian dari rutinitas perawatan diri.
Tanggapan Ahli Mengenai Body Mist
Menurut Gwen Gonzalez, seorang pembuat parfum untuk Givaudan, body mist memiliki konsentrasi minyak wewangian yang lebih rendah (3-5%) dibandingkan parfum (10-20%). Ini menghasilkan aroma yang lebih ringan dan tidak terlalu tahan lama, tetapi memberikan pengalaman wewangian menyeluruh tanpa berlebihan. Debi Theis, presiden merek wewangian Henry Rose, menambahkan bahwa body mist menarik bagi Gen Z karena keterjangkauannya dan kemampuan untuk bereksperimen.
Shannon Monteith, Direktur Kategori Riasan & Wewangian di SpaceNK, menyatakan bahwa body mist menawarkan alternatif yang lebih santai dan sensorik dibandingkan parfum tradisional. Penjualan kategori body mist di SpaceNK tumbuh 55% YoY, menunjukkan minat yang tinggi terhadap produk ini. Mathilde Riba, Analis Wawasan Pemasaran di Spate, mencatat bahwa pertumbuhan body mist juga didorong oleh tren layering aroma.
Perbedaan Antara Body Mist dan Parfum
Body mist memiliki konsentrasi minyak wewangian yang lebih rendah dibandingkan parfum, yang membuatnya lebih ringan dan mudah diaplikasikan. Meskipun ketahanan aroma body mist hanya sekitar 3-4 jam, produk ini dapat diaplikasikan ulang dengan mudah. Body mist dirancang untuk penggunaan yang lebih bebas pada kulit, rambut, dan pakaian, serta untuk penyegaran sepanjang hari.
Secara keseluruhan, body mist premium telah berevolusi menjadi alternatif yang canggih dan menarik bagi parfum, terutama bagi Gen Z yang mencari wewangian yang lebih ringan, terjangkau, dan personal. Dengan fokus pada kesejahteraan dan ekspresi diri, body mist menjadi pilihan utama bagi generasi muda yang ingin tampil wangi tanpa beban.