Sukses

Beauty

Body Mist Premium Mulai Menyaingi Parfum di Kalangan Gen Z

ringkasan

  • Body mist premium kini menjadi alternatif terjangkau bagi parfum di kalangan Gen Z.
  • Gen Z membangun 'lemari pakaian wewangian' untuk bereksperimen dengan aroma.
  • Pasar body mist diperkirakan akan tumbuh signifikan, mencapai $9,37 miliar pada 2030.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, tren wewangian saat ini menunjukkan pergeseran yang menarik, terutama di kalangan Generasi Z (Gen Z). Body mist premium mulai menyaingi parfum, menawarkan alternatif yang lebih terjangkau dan serbaguna. Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, Gen Z menemukan body mist sebagai solusi ideal untuk memenuhi kebutuhan aroma sehari-hari mereka.

Body mist, yang dulunya dianggap sebagai produk remaja yang manis dan ringan, kini telah berevolusi menjadi kategori yang lebih canggih dan premium. Merek-merek mewah seperti Chanel, Jo Malone, dan Tom Ford telah memasuki pasar ini, menawarkan versi yang lebih ringan dari aroma populer mereka. Body mist premium dirancang untuk memberikan pengalaman aroma yang lebih kompleks dan tahan lama dibandingkan body mist tradisional.

Gen Z mendorong pertumbuhan signifikan dalam kategori body mist karena beberapa alasan utama. Pertama, body mist menawarkan keterjangkauan dan aksesibilitas yang lebih baik dibandingkan parfum. Dengan harga rata-rata sekitar $25, body mist menjadi pilihan yang lebih ekonomis bagi mereka yang ingin bereksperimen dengan berbagai aroma.

Kebangkitan Body Mist Premium

Body mist premium kini menjadi pilihan utama bagi banyak orang, terutama Gen Z. Merek-merek mewah telah merilis produk body mist yang tidak hanya menawarkan aroma yang menyenangkan tetapi juga memberikan manfaat perawatan kulit. Misalnya, Chanel's No.1 de Chanel L'Eau Rouge mist tidak hanya memberikan aroma yang menyegarkan tetapi juga menghidrasi kulit.

Selain itu, Gen Z lebih suka membangun "lemari pakaian wewangian" mereka sendiri, mengganti aroma sesuai suasana hati atau acara. Body mist memungkinkan mereka untuk bereksperimen dengan berbagai profil aroma tanpa harus berkomitmen pada satu parfum mahal. "Ini bukan hal yang serius, lebih menyenangkan, dan memungkinkan mereka untuk lebih liberal dan kasual tentang wewangian," kata Erin Kleinberg, pendiri Sidia.

Alasan Memilih Body Mist

Gen Z juga sangat peduli dengan kesehatan mental dan regulasi emosional. Body mist seringkali diresapi dengan minyak esensial seperti lavender atau eucalyptus, berfungsi sebagai pereda stres instan. "Mood mists bukan hanya produk kecantikan, mereka menjadi alat pendukung emosional," ungkap Nitin Jain, Pendiri La Pink.

Media sosial, terutama TikTok, juga berperan besar dalam popularitas body mist. Tagar #bodymist telah mendapatkan lebih dari satu miliar tampilan, menunjukkan betapa besarnya minat terhadap produk ini. Merek seperti Sol de Janeiro telah mendapatkan perhatian luas dengan produk mist mereka yang menarik.

Pasar Body Mist yang Berkembang

Pasar body mist global diperkirakan akan mencapai $9,37 miliar pada tahun 2030, tumbuh pada CAGR 4,6% dari 2024 hingga 2030. Penjualan hair and body mists di pasar prestise diperkirakan mencapai $474 juta pada tahun 2024, meningkat 94% dari tahun sebelumnya. "Kami melihat konsumen yang lebih muda yang bahkan belum pernah mendengar tentang body spray sebelumnya. Mereka menyukainya sebagai tambahan untuk eau de parfum mereka," kata Debi Theis, presiden merek wewangian Henry Rose.

Beberapa merek body mist premium yang populer di kalangan Gen Z antara lain Sol de Janeiro, Glossier, dan Clinique. Merek-merek ini menawarkan produk yang tidak hanya menarik tetapi juga sesuai dengan preferensi Gen Z yang sadar akan keberlanjutan dan kesehatan. Dengan semakin banyaknya pilihan yang tersedia, body mist premium tampaknya akan terus bersinar di pasar wewangian.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading