6 Tips Memilih Kursi Pesawat Paling Nyaman Saat Terbang Internasional Bersama Anak

Siti Nur ArishaDiterbitkan 25 September 2026, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Bepergian dengan anak, terutama bayi, dalam penerbangan internasional sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Durasi perjalanan yang panjang, ruang kabin yang terbatas, hingga perubahan suasana bisa memengaruhi kenyamanan si kecil sekaligus orangtua. Karena itu, memilih kursi pesawat yang tepat bukan sekadar soal preferensi, tetapi juga strategi agar perjalanan tetap tenang dan menyenangkan.

Banyak orangtua masih mempertimbangkan apakah perlu membeli kursi terpisah untuk bayi atau cukup memangkunya selama penerbangan. Dari sisi biaya, tentu menambah kursi berarti menambah pengeluaran. Namun, kenyamanan selama berjam-jam di udara juga menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan. Terlebih dalam penerbangan jarak jauh, ruang gerak dan kesempatan beristirahat untuk anak yang cukup bisa sangat berpengaruh pada suasana perjalanan.

Selain itu, usia dan karakter anak juga memainkan peran besar dalam menentukan pilihan kursi. Bayi yang masih kecil mungkin lebih nyaman dekat orangtua, sementara anak yang lebih aktif membutuhkan ruang lebih untuk bergerak. Dilansir dari “KidMoto Taxi”, memahami kebutuhan anak dan menyesuaikannya dengan jenis kursi yang dipilih akan membantu menciptakan pengalaman terbang yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh keluarga.

2 dari 3 halaman

1. Pertimbangkan Perlukah Kursi Terpisah untuk Anak

Untuk bayi di bawah dua tahun, sebagian maskapai memang tidak mewajibkan pembelian kursi sendiri. Namun, dalam penerbangan internasional yang memakan waktu lama, memiliki kursi tambahan bisa memberikan kenyamanan ekstra. (foto/dok: freepik)

Untuk bayi di bawah dua tahun, sebagian maskapai memang tidak mewajibkan pembelian kursi sendiri. Namun, dalam penerbangan internasional yang memakan waktu lama, memiliki kursi tambahan bisa memberikan kenyamanan ekstra. Orangtua tidak perlu terus-menerus menggendong, sementara anak juga punya ruang untuk beristirahat lebih leluasa.

Jika budget memungkinkan, kursi tambahan bisa menjadi investasi kenyamanan. Apalagi untuk anak yang sudah mulai aktif, duduk sendiri akan membantu mereka lebih bebas bergerak tanpa mengganggu penumpang lain.

2. Pilih Kursi Bulkhead untuk Kenyamanan Maksimal

Kursi bulkhead sering menjadi pilihan terbaik bagi keluarga dengan bayi. Letaknya di bagian depan kabin dengan ruang kaki yang lebih luas. Keunggulan lainnya, kursi ini biasanya memungkinkan pemasangan bassinet atau tempat tidur bayi yang menempel di dinding kabin.

Dengan adanya bassinet, bayi bisa tidur dengan posisi lebih nyaman, sementara orangtua memiliki waktu untuk beristirahat tanpa harus terus menggendong. Namun, kursi ini terbatas jumlahnya, jadi sebaiknya lakukan reservasi sejak awal atau hubungi maskapai sebelum keberangkatan.

3. Kursi Dekat Jendela untuk Anak yang Lebih Besar

Untuk anak yang sudah lebih besar, kursi dekat jendela bisa menjadi pilihan menarik. Pemandangan dari luar pesawat sering kali membuat anak lebih tenang dan terhibur selama perjalanan. Ini juga bisa membantu mengurangi rasa bosan selama penerbangan panjang.

Selain itu, posisi ini membuat anak tidak mudah keluar masuk kursi, sehingga lebih aman dan tidak mengganggu penumpang lain.

4. Dekat Lorong atau Toilet untuk Akses Mudah

Jika anak sudah dalam tahap toilet training atau sering membutuhkan akses ke kamar kecil, memilih kursi dekat lorong atau tidak jauh dari toilet bisa sangat membantu. Orangtua jadi lebih mudah bergerak tanpa harus mengganggu penumpang lain.

Namun, perlu diingat bahwa area dekat toilet biasanya lebih ramai. Jadi, sesuaikan kembali dengan kenyamanan anak apakah mereka mudah terganggu atau tidak.

3 dari 3 halaman

5. Perhatikan Waktu Penerbangan

Selain kursi, waktu penerbangan juga memengaruhi kenyamanan. Penerbangan siang hari sering menjadi pilihan bagi orangtua yang khawatir anak akan rewel dan mengganggu penumpang lain saat malam. (foto/dok: freepik)

Selain kursi, waktu penerbangan juga memengaruhi kenyamanan. Penerbangan siang hari sering menjadi pilihan bagi orangtua yang khawatir anak akan rewel dan mengganggu penumpang lain saat malam.

Namun, jika anak terbiasa tidur malam dengan baik, penerbangan malam justru bisa menjadi keuntungan karena mereka bisa tidur lebih lama selama perjalanan.

6. Sesuaikan dengan Karakter Anak

Setiap anak memiliki kepribadian berbeda. Anak yang aktif mungkin membutuhkan ruang lebih luas, sementara anak yang cenderung tenang bisa merasa cukup dengan duduk dekat orangtua.

Sahabat Fimela, memahami karakter anak akan membantu menentukan apakah perlu kursi tambahan, posisi duduk tertentu, atau bahkan strategi hiburan selama penerbangan.

Memilih kursi pesawat saat traveling internasional bersama anak memang membutuhkan perencanaan ekstra. Namun dengan mempertimbangkan kebutuhan anak, durasi perjalanan, serta posisi kursi yang tepat, pengalaman terbang bisa terasa jauh lebih nyaman. Perjalanan yang tenang akan membuat momen liburan bersama keluarga menjadi lebih menyenangkan sejak awal lho, Sahabat Fimela. Silahkan dicoba ya!

Penulis: Siti Nur Arisha