Fimela.com, Jakarta - Menggunakan parfum kini tidak lagi terbatas pada satu aroma saja. Banyak orang mulai mencoba berbagai kombinasi parfum untuk menemukan karakter wangi yang terasa lebih sesuai dengan kepribadian dan aktivitas sehari-hari.
Salah satu teknik yang semakin populer adalah perfume layering atau menggabungkan dua parfum berbeda dalam satu penggunaan. Teknik ini dapat membuat aroma parfum terasa lebih kompleks karena setiap lapisan aroma dapat saling melengkapi saat digunakan bersamaan.
Dilansir dari PerfumeSociety.org, perfume layering dapat membantu seseorang mengeksplorasi parfum dengan cara yang lebih kreatif tanpa harus selalu membeli aroma baru. Kombinasi parfum yang berbeda juga dapat menghasilkan kesan aroma yang benar-benar baru di kulit.
Sahabat Fimela, selain membuat aroma terasa lebih personal, mencampur parfum juga sering digunakan untuk menyesuaikan wangi dengan suasana tertentu. Beberapa orang memilih aroma yang lebih ringan untuk siang hari lalu menambahkan sentuhan yang lebih hangat saat malam agar hasilnya terasa berbeda.
Teknik ini juga mulai banyak diminati karena membuat koleksi parfum terasa lebih fleksibel digunakan. Satu parfum dapat memberikan nuansa yang berbeda ketika dipadukan dengan aroma floral, citrus, musk, atau woody.
Mengapa Teknik Mencampur Parfum Mulai Banyak Dicoba
Perfume layering mulai banyak dicoba karena banyak orang ingin memiliki aroma yang terasa lebih khas dan tidak terlalu pasaran. Dengan menggabungkan dua parfum, hasil wanginya biasanya terasa lebih unik dibanding hanya menggunakan satu aroma saja.
Selain itu, mencampur parfum juga dapat membantu menyesuaikan intensitas aroma. Parfum yang terlalu manis atau terlalu tajam terkadang terasa lebih nyaman ketika dipadukan dengan aroma yang lebih segar.
Sahabat Fimela, beberapa orang juga menggunakan layering untuk membuat parfum lebih tahan lama. Aroma dasar seperti musk, amber, atau vanilla biasanya bisa membantu mempertahankan karakter wangi lebih lama di kulit ketika dipadukan dengan parfum lain.
Tren layering parfum ini juga semakin populer karena media sosial membuat banyak orang lebih tertarik mengeksplorasi signature scent mereka sendiri. Kombinasi parfum tertentu bahkan sering digunakan untuk menciptakan identitas aroma yang lebih personal dan mudah diingat.
Dengan kombinasi aroma yang tepat akan membantu menghasilkan transisi wangi yang lebih lembut dari top notes hingga base notes saat parfum mulai berubah wanginya di kulit.
Cara Memilih Kombinasi Aroma Parfum untuk Digunakan Sehari-hari
Memilih kombinasi parfum untuk layering sebaiknya dimulai dari aroma yang terasa cukup ringan dan mudah dipadukan. Aroma segar biasanya lebih aman digunakan sebagai dasar karena tidak terlalu mendominasi hasil akhir parfum. Berikut adalah beberapa tips memilih kombinasi wangi parfum:
-
Gunakan aroma citrus atau fresh sebagai base
Parfum dengan notes citrus, green tea, atau aquatic cocok dijadikan lapisan awal karena dapat membantu hasil layering lebih bersih dan ringan untuk aktivitas sehari-hari.
-
Tambahkan aroma hangat agar wangi lebih bervariasi
Setelah menggunakan aroma fresh, tambahkan parfum dengan sentuhan vanilla, musk, sandalwood, atau amber untuk memberikan kesan hangat dan lebih lembut pada hasil akhirnya.
-
Hindari kombinasi yang terlalu kuat
Menggabungkan dua parfum dengan karakter yang terlalu kuat bisa membuat aroma terasa terlalu berat dan sulit dinikmati. Karena itu, penting memilih satu aroma dominan lalu dipadukan dengan aroma yang lebih seimbang.
-
Perhatikan perubahan aroma setelah beberapa jam
Aroma parfum biasanya berubah setelah beberapa waktu digunakan di kulit. Mencoba layering selama beberapa jam dapat membantu mengetahui apakah kombinasi tersebut tetap nyaman atau justru terasa terlalu tajam saat dry down.
-
Sesuaikan dengan aktivitas dan cuaca
Untuk cuaca panas atau aktivitas siang hari, kombinasi aroma clean dan fresh biasanya akan lebih nyaman. Sementara aroma woody, spicy, atau vanilla lebih cocok digunakan saat malam atau di ruangan dingin karena bisa memberikan kesan yang lebih hangat.