Jadi Korban Mom Shaming, Vicky Shu Turunkan Berat Badan 10 KG dalam Delapan Minggu dengan Program Halofit

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 15 Mei 2026, 14:44 WIB

Fimela.com, Jakarta - Menjadi seorang ibu memang memiliki banyak tantangan. Tak hanya sekadar harus menjadi sempurna dalam mengurus anak, melainkan juga harus memiliki tubuh yang ideal. Seringkali para ibu yang tidak dapat memenuhi ekspektasi masyarakat tersebut menjadi sasaran mom shaming, termasuk public figure Vicky Shu.

Pasca melahirkan anak keduanya, Vicky Shu menghadapi tantangan berat badan yang signifikan. Di tengah upayanya beradaptasi dan kembali beraktivitas, ia justru menjadi sasaran body shaming dan mom shaming di media sosial.

Di tengah perjalanannya untuk terus bersemangat di tengah tekanan sosial, Vicky Shu tetap memprioritaskan kesehatannya. Publik sempat menduga ia menjalani operasi potong lambung, karena transformasinya yang terbilang cepat dan berhasil. Padahal Vicky Shu mengikuti program weight management bersama Halofit by Halodoc telah berjalan selama delapan minggu , di bawah pengawasan medis dan sains yang ketat serta dukungan teknologi. Selain itu Vicky juga menerapkan pola hidup sehat dengan aktif berjalan kaki setiap hari, dan menata ulang pola konsumsi sehari-hari.

“Aku memilih program Halofit karena aku ingin investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik dan mentalku, bukan semata karena ingin menurunkan berat badan saja. Melalui program ini, aku mendapatkan pengawasan dari tim dokter selama 30 hari, diberikan meal plan yang sesuai dengan kebutuhan tubuhku, dan mendapat terapi GLP-1, jadi nafsu makan aku lebih terkontrol dan nggak lagi lapar mata”, ulas Vicky Shu.

Lebih lanjut Vicky Shu menyebut Halofit bisa diakses secara online sehingga jadi memudahkan para perempuan yang memiliki aktivitas padat sekaligus mengurus keluarga. Perjalanan transformasi ini Vicky Shu bahwa tidak harus memenuhi standar kecantikan orang lain. Program ini tidak hanya sekadar menurunkan berat badan saja, tapi justru memiliki tubuh yang sehat, dan dapat berdampak pada mental yang sehat.

 

2 dari 3 halaman

Pentingnya Pendampingan Medis

Intip perjalanan sehat Vicky Shu turunkan berat badan hingga 10 kg (halodoc)

Apa yang dialami Vicky Shu mencerminkan realita yang lebih luas. Kelebihan berat badan dan obesitas kerap dipandang semata sebagai persoalan gaya hidup, padahal, bagi banyak orang, kondisi ini dipengaruhi oleh faktor yang jauh lebih kompleks dan sebaiknya ditangani bersama ahlinya. Itulah mengapa solusi yang efektif perlu menyesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing individu, bukan program generik yang berlaku sama untuk semua orang secara instan. Halofit by Halodoc hadir sebagai klinik digital untuk manajemen berat badan dengan pendekatan medis yang dipersonalisasi.

Kehadiran Halofit bukan tanpa dasar, akan tetapi untuk menjawab persoalan obesitas di Indonesia. Berdasarkan data Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan hingga akhir 2025, satu dari tiga orang Indonesia mengalami obesitas sentral, yakni penumpukan lemak di area perut yang berbahaya bagi kesehatan metabolik1. Kondisi meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

Hal yang mengejutkan lainnya, studi Awareness, Care and Treatment in Obesity Management (ACTION) APAC yang dilakukan Novo Nordisk bersama para peneliti di sembilan negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia, pada 2022 menemukan bahwa hanya 43% individu dengan obesitas yang pernah mendiskusikan berat badannya dengan tenaga kesehatan dalam lima tahun terakhir. Inilah kesenjangan yang ingin dijembatani Halofit, yakni supaya lebih banyak masyarakat yang mendapatkan pendampingan medis yang tepat dalam mengelola berat badannya, dan tidak mencoba diet secara tidak aman.

Ignasius Hasim, VP Consultation & Diagnostics Halodoc, mengatakan, “Bagi Halodoc, mengatasi obesitas bukan sekadar menurunkan angka di timbangan, tetapi membantu masyarakat membangun kesadaran dan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan. Data Halodoc tahun 2024 menunjukkan, sebelum Halofit diluncurkan, sekitar 75% pasien nutrisionis Halodoc telah mencari dukungan untuk manajemen berat badan, namun sebagian besar masih berfokus pada pengaturan pola makan dan edukasi gaya hidup. Maka dari itu, melalui Halofit kami menghadirkan pendekatan yang lebih menyeluruh dengan menggabungkan edukasi, pendampingan dokter dan ahli gizi, teknologi, serta terapi medis program weight management berbasis bukti ilmiah.

 

3 dari 3 halaman

Terapi Personalisasi

Melalui aplikasi Halodoc, pengguna dapat mengakses Halofit untuk mengikuti program transformasi selama 30 hari yang mencakup konsultasi dokter personal meal plan dari ahli gizi, obat pendamping, dan pendampingan penuh selama 30 hari. Jika diindikasikan secara medis, injeksi terapi GLP-1 untuk membantu mengontrol nafsu makan akan diberikan kepada pengguna. Seluruh program diawasi oleh Board of Wellness Halofit yang terdiri dari dokter spesialis endokrin dan gizi klinis.

Terapi GLP-1 yang menjadi salah satu komponen program Halofit bekerja dengan cara meniru hormon alami usus yang berperan mengatur rasa kenyang dan kadar gula darah. Berdasarkan uji klinis, terapi ini terbukti menghasilkan penurunan berat badan hingga 10 kg lebih banyak sekaligus menekan asupan energi rata-rata sebesar 35% dibandingkan dengan kelompok tanpa terapi.

Penting untuk dicatat bahwa terapi ini hanya diberikan apabila secara medis diindikasikan setelah melalui proses asesmen dokter, bukan sebagai solusi instan, melainkan sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh yang menempatkan kesehatan jangka panjang sebagai prioritas, seperti langkah penurunan berat badan yang dijalani Vicky Shu.

Melalui transformation journey bersama Halofit, Halodoc ingin menginspirasi lebih banyak masyarakat Indonesia untuk mengambil langkah pertama menuju kesehatan yang lebih baik dengan cara yang tepat, aman, dan didampingi secara medis