Fimela.com, Jakarta - Kasus pembegalan yang menimpa pengguna ojek online kembali menjadi pengingat bahwa perjalanan pulang, terutama pada malam hari, masih menyimpan risiko kejahatan. Tidak hanya penumpang, pengemudi ojek online juga kerap menjadi target aksi kriminal di jalanan sepi.
Begal biasanya mengincar korban yang berkendara sendirian, terutama saat larut malam atau dini hari. Pelaku memanfaatkan kondisi jalan minim penerangan dan jauh dari keramaian untuk melancarkan aksinya. Modus yang sering terjadi antara lain menghadang motor di jalan sepi, mengarahkan korban ke rute alternatif, hingga berpura-pura menjadi penumpang.
Perempuan menjadi salah satu kelompok yang paling rentan merasa tidak aman saat menggunakan ojek online pada malam hari. Banyak yang memilih membagikan lokasi perjalanan kepada keluarga atau teman demi meningkatkan rasa aman selama di perjalanan.
Untuk mengantisipasi tindak begal, pengguna ojek online disarankan selalu memeriksa identitas pengemudi dan plat nomor kendaraan sebelum naik. Fitur Share My Ride dan tombol darurat pada aplikasi juga penting dimanfaatkan agar perjalanan dapat dipantau secara real time.
Selain itu, hindari perjalanan melalui jalan sepi jika memungkinkan, tetap waspada terhadap perubahan rute mencurigakan, dan prioritaskan keselamatan diri dibanding mempertahankan barang berharga apabila berada dalam situasi berbahaya.
Di tengah meningkatnya penggunaan transportasi online, keamanan di jalan tetap menjadi perhatian penting agar masyarakat, khususnya perempuan, dapat merasa lebih aman saat pulang ke rumah.