Bukan Cuma Dikonsumsi, Ini Cara Mengolah Singkong Jadi Plastik Ramah Lingkungan

Kayla BridgitteDiterbitkan 07 November 2026, 10:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, pati singkong atau cassava starch mulai dilirik sebagai salah satu bahan inovatif untuk menciptakan alternatif plastik yang lebih berkelanjutan. Berasal dari akar tanaman singkong, bahan alami ini memiliki sejumlah keunggulan karena bersifat biodegradable, terbarukan, dan tidak beracun, sehingga dinilai lebih ramah bagi bumi dibandingkan plastik berbasis minyak bumi.

Melansir dari Xtreme Returns Farms, singkong sendiri merupakan tanaman yang tahan terhadap kondisi kering dan banyak tumbuh di wilayah tropis. Kandungan pati dari singkong yang tinggi dapat diekstraksi dan diolah menjadi material menyerupai film fleksibel yang kemudian digunakan untuk memproduksi berbagai jenis kemasan ramah lingkungan, mulai dari kantong belanja hingga wadah penyimpanan.

Alat dan Bahan Apa Saja yang Dibutuhkan?

Alat

  • Timbangan digital
  • Pisau dapur
  • Alat pemarut atau blender
  • Kain saring halus
  • Gelas ukur
  • Panci stainless steel
  • Pengaduk silikon
  • Kompor
  • Cetakan kaca datar 

Bahan Utama

  • Singkong segar
  • Air suling atau aquades
  • Cairan gliserol nabati
  • Larutan asam asetat encer atau cuka dapur 
2 dari 4 halaman

Langkah-langkah Pembuatan Singkong menjadi Plastik Ramah Lingkungan

Kulit singkong yang kaya akan pati. [Dok/Pexels.com/Daniel Dan].

1. Pembersihan dan Penghancuran Umbi Singkong Hingga Menjadi Bubur Halus

Kupas kulit luar singkong secara bersih lalu cuci menggunakan air mengalir untuk menghilangkan sisa sisa tanah atau kotoran yang menempel kaku. Potong kecil kecil daging umbi tersebut kemudian hancurkan menggunakan mesin penggiling atau blender industri dengan tambahan air murni hingga teksturnya berubah menjadi bubur lembut. Kerusakan dinding sel tanaman saat digiling akan memaksa butiran butiran pati yang terperangkap di dalam jaringan keluar mengapung bebas dalam cairan.

2. Penyaringan dan Proses Pengendapan Guna Mendapatkan Tepung Pati Murni

Saring bubur singkong menggunakan kain saring halus untuk memisahkan ampas serat kasar dari cairan susu pati yang mengandung banyak karbohidrat kompleks. Biarkan cairan susu tersebut diam dalam wadah pengendapan selama beberapa jam pada suhu ruangan hingga terbentuk lapisan pasta putih padat di dasar wadah. Buang air bagian atas secara perlahan lalu keringkan endapan putih tersebut di bawah sinar matahari hingga menjadi bubuk pati kering.

3 dari 4 halaman

3. Menambahkan Cairan Gliserol Sebagai Agen Pelembut dan Pembentuk Elastisitas

Panduan taktis mengenai proses pemisahan sari pati singkong. [Dok/Pexels.com/Tara Winstead].

Campurkan bubuk pati singkong dengan air suling lalu tambahkan beberapa tetes cairan gliserol atau sorbitol nabati ke dalam mangkuk adonan. Gliserol bekerja menyusup ke sela sela rantai amilosa dan amilopectin pada pati, memberikan ruang gerak antar molekul sehingga lembaran plastik menjadi lentur saat ditarik. Penyesuaian rasio gliserol yang pas sangat penting agar hasil akhir plastik tidak terlalu lengket atau justru terlalu kaku robek.

4. Memasukkan Larutan Asam Asetat Encer guna Memecah Struktur Kristal Pati

Tuangkan sedikit cuka atau asam asetat encer ke dalam campuran adonan untuk membantu proses hidrasi polimer terjadi secara lebih cepat dan merata. Asam akan bekerja merusak struktur kristal granular pati yang rapat, merubahnya menjadi rantai polimer lurus yang lebih mudah dicetak membentuk lembaran tipis. Panaskan seluruh adonan di atas api kecil sambil terus diaduk secara konisten hingga tekstur berubah menjadi pasta bening yang kental.

4 dari 4 halaman

5. Menuangkan Pasta Polimer Panas ke Atas Cetakan Kaca Datar

Tahapan akhir yang menjadi penentu bentuk fisik adonan plastik singkong. [Dok/Pexels.com/Jonathan Borba].

Siapkan selembar kaca datar atau loyang anti lengket yang permukaannya sudah dibersihkan dari debu. Tuangkan pasta pati singkong yang masih panas dan elastis secara perlahan ke atas pusat cetakan dengan gerakan mengalir yang konisten.

6. Meratakan Ketebalan Adonan

Gunakan batang penggilas atau spatula datar untuk meratakan cairan pasta hingga mencapai ketebalan minimal nol koma satu milimeter. Ketebalan yang seragam sangat penting agar kekuatan mekanis plastik menjadi merata dan tidak ada bagian yang mudah robek saat diberi beban.

7. Melakukan Proses Pengeringan Alami Selama 24 Jam 

Diamkan cetakan berisi adonan plastik tersebut di dalam ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik selama satu hari penuh. Hindari menjemur adonan langsung di bawah terik matahari ekstrem karena suhu yang terlalu menyengat dapat memicu keretakan struktural pada lembaran polimer alami Anda.

8. Mengelupas Lembaran Plastik Singkong yang Sudah Matang Sempurna 

Setelah tekstur berubah menjadi kering, elastis, dan transparan, kelupas lembaran bioplastik tersebut dari cetakan secara perlahan mulai dari bagian sudut. Lembaran plastik berbasis pati singkong murni kini siap dipotong dan dijahit menjadi kantong belanja ramah lingkungan yang bugar bagi raga bumi kita.