Apakah Rental Fashion Akan Jadi Masa Depan Pesta Pernikahan?

Hilda IrachDiterbitkan 25 Juni 2026, 20:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Dulu, gaun pengantin identik dengan kenangan yang disimpan seumur hidup. Setelah dikenakan di hari pernikahan, gaun itu biasanya disimpan atau diwariskan kepada generasi berikutnya. 

Namun kini, pandangan tersebut mulai berubah. Di berbagai negara, semakin banyak calon pengantin memilih menyewa busana pernikahan dibanding membelinya. Alasannya beragam, mulai dari efisiensi anggaran hingga meningkatnya kesadaran akan sustainability dan konsep circular fashion. Fenomena ini pun memunculkan pertanyaan,  apakah rental fashion akan menjadi masa depan industri pernikahan?

Rangkaian pernikahan saat ini tidak lagi hanya terdiri dari satu hari. Ada bridal shower, intimate dinner, akad, resepsi, hingga after party yang sering kali membutuhkan beberapa outfit berbeda. Kondisi ini membuat menyewa busana menjadi pilihan yang lebih praktis dibanding membeli semuanya.

Menurut Vogue, tren rental bridal telah lama berkembang di Jepang, Korea Selatan, dan China, sementara di Amerika Serikat mulai semakin diminati karena calon pengantin ingin tetap tampil mengenakan busana desainer tanpa harus mengeluarkan biaya penuh. Selain gaun pengantin, tren ini juga merambah busana tamu undangan yang kerap hanya dipakai satu kali.

2 dari 3 halaman

Sustainability Jadi Alasan di Balik Tren Rental

Berbeda dari gaun ceremony yang sarat detail lace dan siluet megah, kali ini Jennifer Coppen memilih tampilan yang lebih clean, sleek, dan sophisticated. Pilihan tersebut seolah menjadi refleksi gaya personal Jennifer yang dikenal elegan dengan sentuhan modern feminin. [@jennifercoppenreal20].

Selain faktor biaya, isu keberlanjutan menjadi pendorong utama berkembangnya rental fashion. Industri fashion dikenal sebagai salah satu penyumbang limbah tekstil terbesar, sementara gaun pengantin termasuk pakaian dengan frekuensi pemakaian yang sangat rendah.

Melalui sistem rental, satu gaun dapat dikenakan oleh beberapa orang sehingga masa pakainya menjadi lebih panjang. Konsep ini sejalan dengan prinsip circular fashion yang bertujuan mengurangi produksi baru sekaligus meminimalkan limbah. Bahkan, sebagian pengantin kini memilih menjual atau menyewakan kembali gaun mereka setelah pesta usai agar dapat digunakan oleh orang lain.

3 dari 3 halaman

Akankah Rental Fashion Menjadi Masa Depan Pernikahan?

Solusi konsumsi fashion wanita dengan menggunakan aplikasi rental pakaian (Style Theory)

Meski popularitasnya terus meningkat, kepemilikan gaun pengantin masih memiliki nilai sentimental bagi banyak orang. Karena itu, model yang mulai banyak dipilih adalah kombinasi keduanya: membeli gaun utama sebagai kenang-kenangan, sementara outfit untuk acara pendukung seperti bridal shower atau after party disewa.

Melihat pergeseran perilaku konsumen, rental fashion tampaknya bukan sekadar tren sesaat. Di tengah meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan dan keinginan untuk berbelanja lebih bijak, menyewa busana pernikahan berpotensi menjadi bagian penting dari masa depan industri wedding, bukan untuk menggantikan pembelian sepenuhnya, tetapi sebagai alternatif yang lebih fleksibel, ekonomis, dan ramah lingkungan.