Mau Olahraga HYROX? Simak Tips Latihan, Pola Makan, hingga Memilih Sepatu dari Hong Beom Seok hingga Sheryl Sheinafia

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 27 Juni 2026, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Di tengah meningkatnya minat terhadap gaya hidup aktif dan olahraga berbasis komunitas, HYROX hadir sebagai salah satu fitness race yang berkembang pesat di dunia. Menggabungkan lari dan functional workout, HYROX menawarkan pengalaman yang menantang sekaligus inklusif bagi siapa saja yang ingin menguji batas kemampuannya.

Hong Beom Seok, Global Ambassador PUMA, menilai HYROX memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena memadukan berbagai aspek kebugaran dalam satu olahraga.

“Menurut saya HYROX bisa berkembang karena di dalam formatnya kita bisa melakukan tiga poin penting sekaligus, yaitu running, strength, dan kontrol mental. Semua menyatu dalam satu olahraga,” ujar Hong Beom Seok.

Ia mengaku awalnya sempat ragu mencoba HYROX. Namun setelah mengikuti kompetisi pertamanya, ia justru ketagihan. “Awalnya saya ragu mencoba HYROX. Tapi setelah mencobanya sekali, rasanya tidak bisa berhenti. HYROX meng-cover banyak aspek kemampuan tubuh kita, mulai dari lari, kekuatan, hingga daya tahan mental,” katanya.

Senada dengan itu, Edwardo Senaen, PUMA Indonesia HYROX Athletes Representative sekaligus HYROX World Championship Qualifier, mengatakan bahwa olahraga ini dirancang agar dapat diikuti oleh siapa saja. “HYROX bukan cuma untuk atlet. Muda maupun tua bisa mengikuti karena tersedia berbagai kelas seperti Relay, Doubles, maupun Single. Semua berawal dari kemauan dan latihan,” kata Edwardo.

Tahun 2026 menjadi momen yang dinantikan para fitness enthusiasts Tanah Air dengan hadirnya AirAsia HYROX Jakarta 2026, ajang sport HYROX pertama di Indonesia. Sebagai Global Partner HYROX, PUMA ingin menjadi bagian dari perjalanan tersebut dengan menghadirkan berbagai inisiatif yang membantu masyarakat mengenal HYROX lebih dekat sekaligus mempersiapkan diri menuju race day.

“Kami melihat semakin banyak masyarakat yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup mereka. HYROX menawarkan pengalaman yang unik karena bukan hanya menyelesaikan sebuah race, tetapi juga tentang bagaimana seseorang terus berkembang, membangun kepercayaan diri, dan menikmati prosesnya bersama komunitas. Melalui berbagai program yang kami hadirkan, kami ingin semakin banyak orang merasakan pengalaman tersebut secara langsung," ujar Rachmat B. Trilaksono, Team Head Marketing PUMA Indonesia.

Sebagai bagian dari perjalanan menuju AirAsia HYROX Jakarta 2026, PUMA menghadirkan program Road to AirAsia HYROX Jakarta, sebuah rangkaian inisiatif yang menggabungkan sesi latihan, simulasi HYROX, dan berbagai aktivitas komunitas yang dirancang untuk membantu peserta mempersiapkan diri secara bertahap.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah pembentukan PUMA HYROX Team. Diawali dengan proses seleksi terbuka yang diikuti oleh lebih dari 100 pendaftar, peserta terpilih kemudian menjalani program pembinaan bersama atlet HYROX PUMA Indonesia melalui berbagai sesi latihan yang dirancang untuk membantu peserta membangun kekuatan, daya tahan, dan kepercayaan diri menjelang kompetisi. 

What's On Fimela
Edwardo Senaen, PUMA Indonesia HYROX Athletes Representative sekaligus HYROX World Championship Qualifier. Dok. PUMA
2 dari 3 halaman

Tips Hyrox Agar Tidak Cedera dan Pingsan hingga Bagi Perempuan

Brand Ambassador PUMA Indonesia, Sheryl Sheinafia saat latihan Hyrox. [Anisha/Fimela]

HYROX dikenal sebagai salah satu ajang fitness race yang menggabungkan lari dan latihan fungsional dalam satu perlombaan. Meski bisa diikuti oleh berbagai kalangan, olahraga ini tetap membutuhkan persiapan fisik dan strategi yang tepat agar peserta dapat menyelesaikan race dengan aman tanpa mengalami cedera atau bahkan pingsan.

Hong Beom Seok, PUMA Global Ambassador, mengingatkan bahwa kesalahan terbesar yang sering dilakukan peserta adalah memaksakan diri mengikuti kecepatan orang lain.

“Jangan berhenti di tengah kalau masih mampu melanjutkan, tetapi tetap berhati-hati agar tidak cedera. Kebanyakan orang saat race terlalu over pace karena mengikuti pace peserta lain. Padahal menurut saya, lebih baik mulai dengan pace yang lebih lambat, pelan-pelan, jangan terburu-buru, dan jangan mengikuti orang lain,” ujar Hong.

Menurut Hong, persiapan nutrisi sebelum bertanding juga menjadi faktor penting untuk menjaga performa selama race.

“Sehari sebelum HYROX saya lebih banyak mengonsumsi karbohidrat dibanding protein seperti daging. Lalu sekitar tiga jam sebelum race saya makan pisang. Setelah itu saya memastikan sudah ke toilet agar lebih nyaman saat bertanding. Cara ini cocok untuk saya, tetapi setiap orang punya kondisi tubuh yang berbeda, jadi perlu mencari pola yang paling sesuai,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Edwardo Senaen, ia menilai kualitas tidur menjadi salah satu persiapan yang sering diabaikan peserta.

“HYROX adalah olahraga dengan intensitas tinggi, jadi jam tidur harus diperhatikan agar kondisi fisik dan mental siap saat bertanding,” ujarnya.

Edwardo juga mengaku pernah mengalami pingsan karena memaksakan diri mengikuti ritme peserta lain.

“Saya pernah pingsan karena melihat pace orang lain dan mencoba mengikutinya. Padahal setiap orang memiliki kemampuan tubuh yang berbeda. Saat race, fokus saja pada pace masing-masing dan jangan terpancing peserta lain,” katanya.

Sementara itu, Brand Ambassador PUMA Indonesia, Sheryl Sheinafia, membagikan pengalamannya mengikuti HYROX saat sedang menstruasi. Menurutnya, menjaga hidrasi dan asupan nutrisi sangat membantu menjaga performa tubuh.

 “Bulan lalu saya belajar banyak saat mengikuti HYROX di hari pertama menstruasi. Minggu ini saya merasa jauh lebih terbantu karena memperbanyak hidrasi. Kram juga jauh berkurang. Saya bisa menghabiskan sekitar 1,5 liter air dan mengisinya beberapa kali. Saya juga makan lebih banyak, terutama ubi sebagai sumber energi,” ujar Sheryl.

Ia juga menekankan pentingnya mengonsumsi elektrolit sebelum dan selama beraktivitas. “Saran dari para atlet, asupan elektrolit penting untuk membantu kerja otot dan mencegah kram. Selain itu, jangan lupa minum air putih yang cukup dan pastikan kebutuhan makanan juga terpenuhi,” tambahnya.

3 dari 3 halaman

Pilihan Sepatu Menunjang Performa saat Hyrox

Sepatu Hyrox dari PUMA dengan warna baru. Dok. PUMA

Kompetisi ini menggabungkan lari sejauh 8 kilometer dengan delapan stasiun latihan fungsional yang menuntut peserta melakukan berbagai gerakan, mulai dari sled push, sled pull, lunges, hingga wall balls. Karena itu, memilih sepatu untuk HYROX tidak bisa disamakan dengan sepatu lari biasa.

Hong Beom Seok, PUMA Global Ambassador, mengatakan bahwa faktor paling penting dalam memilih sepatu HYROX adalah kenyamanan sekaligus keamanan saat berpindah dari satu station ke station lainnya.

“Yang paling penting adalah kenyamanan dan rasa aman saat berlari maupun berpindah ke setiap station. Perpindahan antarstation sangat sering dilakukan, jadi sepatu yang nyaman benar-benar membantu selama race,” ujarnya.

Menurut Hong, sepatu yang tepat dapat membantu atlet tetap stabil saat harus berganti dari lari ke latihan fungsional dengan intensitas tinggi.

Hal senada disampaikan Brand Ambassador PUMA Indonesia, Ibnu Jamil. Ia menjelaskan bahwa ukuran sepatu untuk HYROX sebaiknya disesuaikan dengan karakter olahraga tersebut.

“Kalau untuk pelari biasanya ada yang memilih upsize supaya jari kaki punya ruang lebih saat berlari jauh. Tetapi untuk HYROX, karena banyak gerakan seperti jumping, push, dan sled, sepatu justru sebaiknya benar-benar pas di kaki agar lebih mengikat dan stabil,” jelasnya.

Sepatu yang terlalu longgar, menurut Ibnu, dapat membuat kaki kurang stabil saat melakukan gerakan eksplosif sehingga berpotensi mengurangi performa.

Sementara itu, Brand Ambassador PUMA Indonesia Sheryl Sheinafia mengaku langsung merasakan manfaat grip sepatu saat menjalani latihan HYROX.

“Selain warnanya yang memang aku banget, yang paling terasa adalah grip-nya. Saat latihan ada dua gerakan yang menurutku sangat krusial, yaitu push dan pull. Waktu pertama kali melakukan sled pull aku sempat khawatir akan terpeleset, tetapi saat memakai sepatu ini aku merasa lebih terjaga karena grip-nya sangat membantu,” ungkap Sheryl.

Untuk mendukung para atlet HYROX, PUMA menghadirkan varian warna terbaru Deviate Elite HYROX, sepatu pertama yang dirancang khusus untuk kebutuhan kompetisi HYROX. Sepatu ini hadir dalam kombinasi warna teal, mint, hijau enerjik, dan aksen lavender yang terinspirasi dari fokus, determinasi, serta energi para atlet saat race day.

Dikembangkan bersama para atlet HYROX, sepatu ini dibekali teknologi NITROFOAM™ Elite yang memberikan daya pantul maksimal, full-length carbon fibre PWRPLATE untuk membantu dorongan langkah menjadi lebih efisien, serta outsole PUMAGRIP yang dirancang memberikan traksi optimal saat berlari maupun berpindah di berbagai workout station