Fimela.com, Jakarta - Jika beberapa tahun lalu tren perawatan estetika identik dengan perubahan yang terlihat drastis, kini preferensi masyarakat Indonesia mulai bergeser. Semakin banyak orang yang menjalani perawatan peremajaan kulit dengan tujuan yang lebih sederhana, yakni terlihat lebih segar, lebih sehat, dan lebih muda tanpa mengubah karakter wajah asli mereka.
Perubahan ini sejalan dengan berkembangnya konsep natural rejuvenation dalam dunia estetika modern. Alih-alih mengejar volume berlebih atau transformasi instan, masyarakat kini semakin peduli pada hasil perawatan peremajaan kulit yang tampak alami, bertahap, dan mampu mempertahankan kualitas kulit dalam jangka panjang.
Fenomena tersebut juga didorong oleh meningkatnya kesadaran akan proses penuaan itu sendiri. Seiring bertambahnya usia, tubuh secara alami mengalami penurunan produksi kolagen, protein penting yang berperan dalam menjaga kekencangan, elastisitas, dan struktur kulit. Akibatnya, berbagai tanda penuaan mulai muncul, mulai dari kulit yang tampak kendur, pipi yang kehilangan volume, garis senyum yang semakin dalam, hingga kontur wajah yang tidak lagi setegas sebelumnya.
Dari Filler ke Collagen Stimulator
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia estetika global mulai menunjukkan minat yang besar terhadap collagen stimulator. Berbeda dengan prosedur yang berfokus pada penambahan volume secara instan, collagen stimulator bekerja dengan cara merangsang tubuh untuk memproduksi kolagen alami secara bertahap.
Pendekatan ini dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan hasil peremajaan yang halus, tidak berlebihan, dan tetap mempertahankan identitas wajah. Menurut berbagai publikasi dalam dunia aesthetic medicine, tren regenerative aesthetics dan collagen biostimulation diprediksi akan terus berkembang karena menawarkan konsep perawatan yang lebih holistik. Tidak hanya memperbaiki tampilan wajah secara sementara, tetapi juga mendukung kualitas kulit dari dalam.
Salah satu collagen stimulator yang cukup banyak digunakan dalam praktik estetika modern adalah Ellansé, yang dikenal karena kemampuannya dalam merangsang pembentukan kolagen tipe I secara alami.
Mengapa Collagen Stimulator Semakin Diminati?
Daya tarik utama collagen stimulator terletak pada cara kerjanya yang berbeda dibandingkan prosedur peremajaan konvensional. Alih-alih memberikan efek volume yang langsung terlihat, collagen stimulator memungkinkan tubuh membangun kembali struktur penyangga kulit secara alami. Hasilnya, perubahan yang terjadi umumnya tampak lebih halus dan berkembang secara bertahap.
Pendekatan ini juga dinilai mampu memberikan manfaat ganda. Selain membantu mengembalikan volume wajah yang berkurang akibat proses penuaan, stimulasi kolagen juga dapat mendukung perbaikan elastisitas kulit, membantu mengencangkan jaringan, serta mempertahankan kualitas kulit dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Tak heran jika prosedur berbasis stimulasi kolagen kini semakin banyak dipertimbangkan oleh masyarakat yang memasuki usia 30 hingga 50 tahun, ketika tanda-tanda penuaan mulai terlihat lebih jelas.
Mengedepankan Filosofi Natural Rejuvenation
Perkembangan tren natural rejuvenation juga dirasakan oleh para praktisi estetika di Indonesia. Salah satunya adalah dr. Catherine Soebroto, Dipl. CIBTAC dari dr. Belle Aesthetic Clinic, yang baru saja meraih sejumlah penghargaan internasional dari Landson Sinclair pada tahun 2025.
Salah satu penghargaan yang diraihnya adalah Ellansé Top Performer Award 2025, yang diberikan atas kontribusi dan pengalaman penggunaan Ellansé terbesar di Indonesia. Selain itu, dr. Catherine juga menerima penghargaan sebagai Key Opinion Leader dan Influencer Excellence Award.
Di kalangan praktisi estetika, dr. Catherine dikenal sebagai salah satu dokter yang aktif mengedukasi mengenai pendekatan collagen stimulation dan natural rejuvenation. Menurutnya, tujuan utama perawatan anti-aging modern bukanlah mengubah wajah seseorang, melainkan membantu mengembalikan kualitas kulit dan struktur wajah secara proporsional.
Pendekatan tersebut diterapkan untuk membantu mengatasi berbagai keluhan yang umum muncul seiring bertambahnya usia, seperti pipi yang mulai turun, garis senyum yang semakin dalam, area mata yang tampak lelah, hingga kontur wajah yang kehilangan definisi.