TULOLA Hadirkan Evolusi, Koleksi yang Mengajak Warisan Budaya Terus Bertumbuh

Revania ImmanuelaDiterbitkan 24 Juli 2026, 13:50 WIB

Fimela.com, Jakarta - Dilansir dari siaran pers resmi TULOLA, brand perhiasan dan karya seni Indonesia ini kembali menghadirkan Kawan Nusantara 2026 dengan tema "EVOLUSI: Heritage and Craft as a Vessel of Light and Wisdom". Berlangsung pada 23-24 Juli 2026 di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa Jakarta, perhelatan ini mengajak publik melihat bahwa budaya bukan sesuatu yang diam, melainkan terus berkembang mengikuti perjalanan zaman.

Melalui tema Evolusi, TULOLA ingin menunjukkan bahwa sebuah tradisi akan tetap hidup selama terus dimaknai oleh generasi yang menjaganya. Filosofi tersebut kemudian diwujudkan dalam berbagai karya instalasi hingga koleksi perhiasan terbaru yang menjadi daya tarik utama acara.

Salah satu sorotan terbesar adalah bagaimana TULOLA mengangkat Subeng, ornamen telinga tradisional khas Bali, sebagai inspirasi utama koleksi tahun ini. Bukan sekadar menghadirkan bentuk perhiasan yang indah, TULOLA juga mengajak pengunjung memahami perjalanan panjang Subeng yang telah mengalami perubahan fungsi, bentuk, material, hingga pendekatan desain selama ratusan tahun.

Pendekatan inilah yang membuat koleksi Evolusi terasa berbeda. Setiap desain bukan hanya dibuat untuk dikenakan, tetapi juga menyimpan cerita mengenai bagaimana warisan budaya mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya. Melalui sentuhan desain kontemporer, TULOLA menghadirkan karya yang tetap berakar pada budaya Nusantara namun terasa relevan untuk dikenakan di masa kini.

Founder & Creative Designer TULOLA, Sri Luce Rusna, menjelaskan bahwa perhiasan selalu menjadi penanda sebuah zaman. Karena itu, koleksi Evolusi dirancang sebagai representasi bahwa tradisi tidak berhenti pada bentuk aslinya, melainkan terus berkembang bersama masyarakat yang menciptakan dan mewariskannya.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

48 Karya Artwear yang Memadukan Tradisi dan Sentuhan Modern

Lewat 48 koleksi artwear, TULOLA menghadirkan perhiasan dengan motif penuh makna yang dikerjakan oleh para perajin lokal. Setiap desain menjadi bukti bahwa tradisi dapat terus hidup melalui kreativitas masa kini. (Foto/Dok: Fimela.com)
(Foto/Dok: Fimela.com)
3 dari 3 halaman

Kolaborasi TULOLA dan BCA Dukung Pelestarian Budaya Indonesia

Selain menghadirkan instalasi artistik, TULOLA juga memperkenalkan koleksi Artwear EVOLUSI yang terdiri dari 48 item. Koleksi ini meliputi anting, subeng, brooch, sirkam, kalung, hingga gelang yang dikerjakan melalui perpaduan keterampilan tangan para perajin dengan teknik pembuatan perhiasan khas Nusantara.

Setiap karya membawa motif yang memiliki makna tersendiri, seperti Canang, Macan, Sinar, serta Bunga & Kupu-kupu. Seluruh motif tersebut dipilih untuk menggambarkan proses perubahan dan pertumbuhan, sejalan dengan tema Evolusi yang diusung tahun ini.

Yang membuat koleksi ini semakin menarik adalah bagaimana TULOLA tidak sekadar mengadaptasi bentuk tradisional menjadi aksesori modern. Di balik setiap detailnya terdapat proses riset mengenai sejarah budaya, simbol-simbol Nusantara, hingga filosofi yang ingin tetap dipertahankan. Hasilnya adalah koleksi yang memiliki nilai artistik sekaligus nilai budaya.

Melalui koleksi ini, TULOLA juga memperlihatkan bahwa perhiasan dapat menjadi medium untuk bercerita. Saat dikenakan, setiap karya membawa kisah mengenai perjalanan tradisi yang terus berkembang dari masa ke masa.

Semangat tersebut juga diperkuat lewat kolaborasi bersama berbagai jenama kreatif Indonesia dalam Kawan Nusantara 2026. Kehadiran para kolaborator menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai disiplin kreatif, mulai dari fesyen, kerajinan tangan, hingga karya seni kontemporer. Seluruh kolaborasi ini menjadi bukti bahwa budaya Indonesia memiliki ruang untuk terus berevolusi melalui kreativitas generasi masa kini.

Tak hanya menghadirkan koleksi baru, Kawan Nusantara 2026 juga menjadi ruang kolaborasi antara TULOLA, BCA, dan para perajin lokal untuk memperkenalkan karya budaya Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas. (Foto/Dok: BCA)

Di balik hadirnya Kawan Nusantara 2026, terdapat kolaborasi yang memperkuat upaya pelestarian budaya Indonesia. Salah satunya datang dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang kembali menjadi pendukung utama penyelenggaraan acara melalui program Bakti BCA. Selain itu, PT Pertamina (Persero) juga turut mendukung penyelenggaraan Kawan Nusantara sebagai bagian dari komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan, khususnya melalui pengembangan produk lokal di sektor kerajinan dan budaya.

Melalui dukungan tersebut, BCA bersama TULOLA tidak hanya menghadirkan pameran budaya, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM dan para perajin lokal untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas. Kehadiran karya-karya hasil binaan Bakti BCA menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Pertamina menghadirkan program pembinaan UMKM yang berfokus pada penguatan kapasitas usaha, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, hingga pengembangan kemandirian ekonomi masyarakat. Keterlibatan Pertamina menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan pelaku kreatif dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia.

Dalam pameran ini juga ditampilkan program Heroes of Heritage, yang memperlihatkan hasil kolaborasi antara Bakti BCA, TULOLA, dan para perajin perak dari Desa Wisata Taro, Bali. Berbagai karya tersebut menunjukkan bahwa keterampilan tradisional masih memiliki tempat yang penting dan mampu terus berkembang apabila didukung oleh berbagai pihak.

Kolaborasi antara TULOLA, BCA, dan Pertamina menjadi pengingat bahwa menjaga budaya bukan hanya tentang mempertahankan masa lalu, tetapi juga menciptakan kesempatan agar warisan tersebut tetap hidup di masa depan. Lewat koleksi Evolusi, TULOLA berhasil menghadirkan karya yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga mengajak masyarakat untuk melihat bahwa tradisi akan selalu menemukan cara baru untuk terus bertumbuh bersama zaman.

Penulis: Revania Immanuela