Fimela.com, Jakarta - Dua dekade setelah Berbagi Suami pertama kali dirilis dan meraih sejumlah penghargaan, Nia Dinata kembali ke isu yang sensitif sekaligus banyak dibicarakan di Indonesia: perselingkuhan dan poligami. Sekuel berjudul Berbagi Suami 2.0 ini hadir sebagai kelanjutan yang menyoroti dampak yang dirasakan para korban, terutama istri dan anak, pada sisi psikologis mereka.
Film terbaru ini menawarkan ajakan untuk menyelami area abu-abu dalam kehidupan sehari-hari, tempat rasa sakit akibat perselingkuhan kerap disamarkan sebagai sesuatu yang biasa. Tema tersebut dihidupkan kembali lewat perspektif yang menyoroti relasi di dalam keluarga serta posisi perempuan dalam dinamika rumah tangga.
“Sinema adalah ruang artistik untuk mengungkapkan keresahan dan ketidakadilan dengan luwes dan terbuka. Sudah saatnya kita mempertanyakan kembali relasi kuasa yang timpang antara istri-suami, juga anak yang sudah menjadi bagian dari sebuah perkawinan," kata Nia Dinata dalam keterangan tertulis pada Senin (27/7/2026).
Film sekuel ini mengambil latar di tiga kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Solo, dan Yogyakarta. Hal ini bukanlah suatu yang hanya dipilih, melainkan berdasarkan dinamika relasi keluarga dan posisi perempuan.
Proses Produksi dan Tiga Kota sebagai Latar
Proses pengambilan gambar dimulai pada tanggal 21 Mei di Yogyakarta. Setelah itu, produksi bergerak ke kota lain, dengan bagian terakhir syuting berlangsung di Jakarta.
Melalui lintasan tiga kota tersebut, film mengeksplorasi kondisi sosial-budaya masyarakat di luar Jakarta, memperlihatkan ragam bentuk relasi keluarga serta bagaimana posisi perempuan tampak dalam keseharian di era saat ini.
Ada tiga tokoh utama dalam film ini, Kamila, Karina, dan Kianti. Ketiganya berasal dari lintas generasi dan dipertemukan oleh situasi tak terduga yang membuat hidup mereka saling terhubung.
Karakter-karakter ini dibangun dengan sentuhan humor, ironi, dan kehangatan emosional.
Peran Produser dan Kilas Balik Dua Dekade
Produser Melissa Karim kembali terlibat setelah pengalaman pada produksi dua dekade lalu. Ia mengingat keterlibatannya saat itu, sekaligus membagikan visi kolaborasi yang kini dibangun bersama tim lama.
Ia menyatakan, “20 tahun yang lalu saya ikut berakting menjadi anak yang baru mengetahui bahwa ayahnya berpoligami. Sekarang saya membuat film ini bersama team yang sudah begitu lama kenal, bagaikan sebuah keluarga besar yang memiliki satu visi, untuk terus membuat film yang kritis dan baik bagi masyarakat kita.”
Berbagi Suami 2.0 direncanakan tayang pada awal tahun 2027.