Cara Mengatur Gaji UMR agar Tak Cepat Habis dengan Metode 50/30/20

Kayla BridgitteDiterbitkan 02 Agustus 2026, 11:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Apakah gaji terasa cepat habis bahkan sebelum pertengahan bulan? Atau kamu sering bingung ke mana uang pergi setelah digunakan untuk berbagai kebutuhan? Bagi pekerja dengan penghasilan setara UMR, mengatur keuangan memang bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika kebutuhan sehari-hari terus meningkat.

Namun, mengelola gaji tidak selalu membutuhkan perhitungan yang rumit. Salah satu metode yang bisa dicoba adalah aturan 50/30/20, yaitu membagi penghasilan bulanan ke dalam tiga pos utama: kebutuhan, keinginan, serta tabungan dan pembayaran utang.

Melansir dari Money Fellows, metode ini dapat menjadi panduan sederhana untuk mengetahui berapa banyak uang yang sebaiknya dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari, menikmati hasil kerja, sekaligus mempersiapkan kondisi finansial di masa depan.

Apa Itu Metode 50/30/20?

Aturan 50/30/20 merupakan metode pengelolaan keuangan yang membagi penghasilan bulanan menjadi tiga kategori:

50% untuk kebutuhan

Alokasikan sekitar setengah dari penghasilan untuk kebutuhan utama, seperti biaya kos atau tempat tinggal, listrik, pulsa dan internet, makan, transportasi, hingga kebutuhan rumah tangga. Jika biaya kebutuhan pokok sudah lebih dari 50% penghasilan, pembagian tersebut tentu perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

30% untuk keinginan

Bagian ini dapat digunakan untuk hal-hal yang membuat hidup lebih menyenangkan, seperti makan di luar, hiburan, hobi, belanja, atau pergi bersama teman. Dengan begitu, mengatur keuangan tidak berarti harus menghilangkan seluruh kesenangan.

20% untuk tabungan dan pembayaran utang

Sisihkan bagian ini untuk membangun dana darurat, menabung untuk tujuan tertentu, investasi sesuai kemampuan, atau membayar cicilan dan utang.

 

 

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Cara Mengatur Gaji UMR dengan Metode 50/30/20

Setelah mengetahui prinsip dasarnya, kini saatnya menerapkan metode 50/30/20 pada penghasilan bulanan. [Dok/Pexels.com/kaboompics].

1. Alokasikan 50% untuk Kebutuhan Utama

  • Idealnya, sekitar setengah dari penghasilan bersih digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya penting dan sulit dihindari, seperti:
  • Tempat tinggal, termasuk biaya kos atau cicilan rumah.
  • Tagihan bulanan, seperti listrik, air, internet, dan pulsa.
  • Kebutuhan makan dan belanja sehari-hari.
  • Transportasi, termasuk ongkos kendaraan umum, bensin, atau biaya perawatan kendaraan.
  • Kebutuhan pendidikan atau keluarga, jika ada.
  • Pembayaran minimum utang atau cicilan.

Dalam praktiknya, pekerja dengan gaji UMR mungkin membutuhkan lebih dari 50% penghasilannya untuk kebutuhan pokok, terutama jika tinggal di kota dengan biaya hidup tinggi. Jika hal ini terjadi, kamu bisa mengurangi alokasi untuk kebutuhan yang sifatnya tidak mendesak.

Ketika penghasilan bertambah atau pengeluaran berkurang, manfaatkan kesempatan tersebut untuk mengevaluasi kembali anggaran. Jangan langsung menaikkan gaya hidup sebelum memastikan kondisi keuangan sudah lebih aman.

2. Gunakan 30% untuk Gaya Hidup dan Keinginan

  • Setelah kebutuhan utama terpenuhi, hingga 30% penghasilan dapat dialokasikan untuk berbagai hal yang membuat hidup terasa lebih menyenangkan, seperti:
  • Makan di luar atau memesan makanan.
  • Hiburan dan kegiatan rekreasi.
  • Hobi.
  • Langganan layanan streaming atau keanggotaan tertentu.
  • Belanja, hadiah, atau liburan.

Mengatur keuangan bukan berarti harus menghilangkan semua kesenangan. Justru, menyediakan anggaran khusus untuk keinginan dapat membuat kamu lebih mudah menjaga konsistensi dalam mengelola uang.

Namun, jika memiliki utang dengan bunga tinggi, pertimbangkan untuk mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting dan mengalihkannya untuk melunasi utang. Dengan begitu, beban finansial dalam jangka panjang bisa lebih ringan.

 

 

3 dari 4 halaman

3. Sisihkan 20% untuk Tabungan dan Pembayaran Utang

Bagian terakhir dapat digunakan untuk membangun keamanan finansial. [Dok/Pexels.com/olia danilevich].

Bagi Sahabat Fimela yang baru mulai mengatur keuangan, tidak perlu langsung merasa terbebani untuk mencapai angka tersebut. Menyisihkan nominal yang lebih kecil secara konsisten tetap menjadi langkah yang berarti. Bagian ini dapat digunakan untuk beberapa kebutuhan finansial, seperti:

  • Membangun atau menambah dana darurat.
  • Menabung untuk tujuan jangka panjang.
  • Mempersiapkan kebutuhan besar di masa depan.
  • Melakukan investasi sesuai kemampuan dan profil risiko.
  • Membayar utang lebih cepat dari jumlah minimum.

Lalu, mana yang sebaiknya didahulukan: menabung atau melunasi utang? Jawabannya bergantung pada kondisi masing-masing. Pertimbangkan jenis utang, besarnya bunga, jumlah cicilan, serta apakah kamu sudah memiliki dana yang cukup untuk menghadapi kebutuhan darurat.

Metode 50/30/20 bukan aturan yang harus diikuti secara mutlak. Anggap saja sebagai panduan untuk membantu melihat ke mana gaji pergi setiap bulan. Jika kebutuhan pokokmu membutuhkan porsi lebih besar, sesuaikan angka tersebut sambil tetap berusaha menyisihkan sejumlah uang untuk masa depan. Yang terpenting adalah tetap berusaha menyisihkan sebagian penghasilan untuk masa depan dan membangun kebiasaan finansial yang sesuai dengan kemampuan.

 

 

4 dari 4 halaman

Menerapkan Metode 50/30/20 dengan Realistis

Beberapa langkah berikut bisa membantu pekerja menerapkan metode 50/30/20 secara lebih realistis. [Dok/Pexels.com/kaboompics].

Catat seluruh pengeluaran

Mulailah dengan mencatat pengeluaran selama satu hingga dua bulan. Kelompokkan setiap pengeluaran ke dalam kebutuhan, keinginan, dan tabungan. Dari sini, kamu bisa melihat apakah penggunaan gaji selama ini sudah cukup seimbang atau masih ada pos yang terlalu besar.

Kenali jumlah penghasilan bersih

Pastikan kamu menggunakan jumlah gaji yang benar-benar masuk ke rekening setiap bulan sebagai dasar perhitungan. Dengan mengetahui penghasilan bersih, pembagian anggaran untuk kebutuhan, keinginan, serta tabungan akan menjadi lebih akurat.

Prioritaskan pengeluaran wajib

Catat biaya yang tidak bisa dihindari, seperti tempat tinggal, makan, transportasi, tagihan, asuransi, dan cicilan. Jika kebutuhan pokok ternyata mengambil lebih dari 50% gaji UMR, tidak perlu memaksakan persentase tersebut. Kamu bisa menyesuaikan pos keinginan terlebih dahulu.

Otomatiskan tabungan

Agar tidak mudah terpakai, sisihkan uang untuk tabungan atau dana darurat segera setelah menerima gaji. Transfer otomatis ke rekening terpisah dapat membantu membangun kebiasaan menabung secara konsisten.

Lakukan secara konsisten

Evaluasi anggaran setiap bulan dan sesuaikan dengan kondisi keuangan. Hindari mengambil jatah bulan berikutnya hanya karena pengeluaran bulan ini membengkak.

Mengatur gaji UMR bukan tentang mengikuti angka 50/30/20 secara sempurna, melainkan memahami prioritas dan menggunakan penghasilan dengan lebih sadar. Dengan kebiasaan yang konsisten, pengelolaan keuangan pun dapat terasa lebih terarah tanpa harus mengorbankan seluruh kebutuhan dan kesenangan.