Chanel Hadirkan Alat Tulis yang Jadi Fashion Statement Lewat Geometry Set Mewah Seharga Rp26 Jutaan

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 31 Juli 2026, 16:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Rumah mode mewah identik dengan tas, sepatu, atau perhiasan. Namun, Chanel kembali membuktikan bahwa inspirasi fashion bisa hadir dari benda-benda paling sederhana. Dalam koleksi Pre-Fall/Fall Winter 2026 Pre-Collection, maison asal Prancis tersebut menghadirkan salah satu aksesori paling tak terduga: geometry set atau satu set alat tulis berupa penggaris yang disulap menjadi luxury object.

Alih-alih hanya menjadi perlengkapan menggambar, Geometry Set lansiran Chanel tampil layaknya aksesori koleksi yang memadukan craftsmanship khas rumah mode tersebut dengan fungsi sehari-hari. Kehadirannya pun langsung mencuri perhatian para pencinta fashion karena menjadi salah satu item paling unik dalam koleksi musim ini.

Geometry Set Chanel terdiri atas beberapa penggaris dengan bentuk berbeda yang biasa ditemukan dalam perlengkapan geometri, seperti penggaris lurus, segitiga, hingga busur. Bedanya, seluruh perangkat tersebut dibuat menggunakan logam yang kemudian dibalut kulit sapi muda (calfskin) berwarna hitam dengan sentuhan akhir berwarna perak pada bagian logamnya.

 

2 dari 3 halaman

Terinspirasi dari Benda Sehari-hari

Intip penampilan alat tulis mewah keluaran Chanel (Chanel)

Setiap detail memperlihatkan pendekatan Chanel terhadap benda sehari-hari. Kulit calfskin yang lembut membungkus bagian pegangan, sementara garis-garis metalik memberikan kesan modern sekaligus elegan. Perpaduan warna hitam dan silver membuat geometry set ini terasa minimalis, tetapi tetap memancarkan karakter mewah yang menjadi ciri khas Chanel.

Tak hanya berfungsi sebagai alat tulis, banyak pengamat mode menilai geometry set ini lebih menyerupai collectible item atau objek desain yang layak dipajang sebagai bagian dari koleksi pribadi.

Dalam presentasi koleksi Pre-Fall/Fall Winter 2026, Chanel memang mengeksplorasi bagaimana simbol-simbol khas rumah mode tersebut dapat diterapkan pada berbagai benda keseharian. Logo Double C tidak hanya hadir pada aksesori maupun busana, tetapi juga menghiasi objek-objek yang biasanya tidak identik dengan dunia luxury.

Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana Chanel terus memperluas definisi aksesori mode. Jika sebelumnya rumah mode ini pernah menghadirkan raket tenis, papan selancar, hingga perlengkapan olahraga dalam balutan estetika khas Chanel, kini alat tulis pun mendapatkan sentuhan serupa.

Geometry set tersebut menjadi bukti bahwa kemewahan tak selalu harus hadir dalam bentuk tas atau sepatu. Bahkan sebuah penggaris dapat berubah menjadi fashion statement ketika dikerjakan dengan material premium dan perhatian tinggi terhadap detail.

 

3 dari 3 halaman

Dibanderol Lebih dari Rp26 Juta

Sebagai bagian dari koleksi fashion Chanel, tentu harga geometry set ini tidak bisa disamakan dengan alat tulis pada umumnya.

Berdasarkan situs resmi Chanel Indonesia, Geometry Set dari koleksi Pre-Fall Winter 2026 dibanderol Rp26.300.000. Sementara di Amerika Serikat, aksesori yang sama dijual dengan harga US$1.350, atau sekitar Rp22 juta sebelum pajak dan biaya lainnya.

Harga tersebut memang terdengar fantastis untuk sebuah perlengkapan geometri. Namun, bagi para kolektor Chanel, nilai yang ditawarkan bukan semata soal fungsi, melainkan craftsmanship, eksklusivitas, serta statusnya sebagai bagian dari koleksi musiman yang diproduksi dalam jumlah terbatas.

Ketika Stationery Menjadi Simbol Gaya HidupBelakangan, luxury stationery memang mulai mendapat tempat di kalangan pencinta desain dan fashion. Buku catatan, pena, hingga perlengkapan kerja kini tak lagi dipandang sebagai benda utilitarian semata, tetapi juga menjadi bagian dari ekspresi personal dan gaya hidup.

Melalui geometry set ini, Chanel memperlihatkan bahwa kreativitas dapat ditemukan bahkan pada benda yang paling sederhana. Sebuah penggaris yang biasa menemani pelajaran matematika kini tampil sebagai aksesori mewah yang memadukan desain, seni, dan craftsmanship dalam satu koleksi.

Bagi Chanel, kemewahan bukan hanya tentang apa yang dikenakan, tetapi juga tentang bagaimana benda-benda sehari-hari dapat diubah menjadi karya desain yang memiliki cerita dan karakter tersendiri.