Fimela.com, Jakarta - Dea Annisa dan Mazaki Ahmad resmi menikah pada Minggu (9/8/2026), setelah kurang lebih dua tahun menjalani hubungan. Pernikahan keduanya digelar secara intim dan hanya dihadiri keluarga serta kerabat terdekat. Meski berlangsung sederhana, suasana akad tetap terasa khidmat dengan dekorasi serba putih yang memberikan kesan romantis dan elegan.
Usai Mazaki mengucapkan ijab kabul dalam satu tarikan napas, perhatian kemudian tertuju pada Dea Annisa yang tampil sebagai pengantin perempuan.
Untuk momen sakral tersebut, Dea memilih gaun pengantin rancangan Irene Danielle. Mengusung gaya modest, gaun berwarna putih ini hadir dengan kerah tinggi dan potongan lengan panjang yang memberikan kesan sophisticated.
Namun, bukan sekadar siluetnya yang membuat gaun ini menarik. Bagian depan busana dihiasi struktur payet diagonal yang tegas. Detail tersebut memberikan tekstur sekaligus menjadi statement pada gaun putih yang secara keseluruhan terlihat clean.
Sementara itu, bagian bawah gaun dilengkapi train panjang yang menyapu lantai. Ketika dikenakan, train tersebut menciptakan efek flowy yang semakin memperkuat kesan dramatis dan anggun—layaknya tampilan pengantin dalam cerita dongeng modern.
Cape Putih yang Jadi Statement
Alih-alih menggunakan veil tradisional, Dea memilih cape putih panjang sebagai pelengkap gaunnya. Detail ini menjadi salah satu elemen paling mencuri perhatian dalam keseluruhan penampilannya.
Cape yang menjuntai hingga ke belakang memberikan efek dramatis, tetapi tetap terasa ringan dan elegan. Pilihan tersebut juga membuat bridal look Dea terasa lebih modern tanpa meninggalkan kesan sakral yang identik dengan busana pengantin.
Untuk melengkapi penampilan modest-nya, Dea mengenakan hijab dengan gaya lilit yang dibuat senada dengan gaun dan cape. Seluruh elemen tersebut menyatu dalam palet putih yang membuat penampilannya terlihat clean sekaligus sophisticated.
Riasan Soft Bernuansa Pink
Penampilan Dea semakin lengkap dengan riasan dari makeup artist Fidela Herta. Untuk momen akad, sang MUA memilih konsep soft makeup yang menonjolkan kecantikan natural Dea.
Kompleksi wajahnya dibuat glowing dengan sentuhan warna pink lembut pada pipi dan kelopak mata. Rona tersebut memberikan kesan segar dan romantis, sekaligus menjadi aksen warna di tengah dominasi putih pada keseluruhan bridal look.
Sementara itu, bagian bibir dipercantik dengan lipstik bernuansa pink mauve dengan hasil akhir glossy. Warna tersebut memberikan kesan feminin yang subtle sekaligus membuat keseluruhan makeup terlihat effortless.
Fairytale Bride
Perpaduan gaun putih dengan detail payet diagonal, cape panjang, hijab lilit, dan makeup bernuansa pink membuat penampilan Dea Annisa terasa begitu harmonis.
Tidak terlalu banyak detail, tetapi setiap elemennya memiliki peran untuk menciptakan tampilan pengantin yang elegan dan memorable. Sebuah interpretasi fairytale bride yang terasa modern—modest, feminin, dan tetap memiliki karakter personal.
Di hari ketika Dea dan Mazaki memulai babak baru bersama, sang pengantin perempuan pun hadir dengan gaya yang seolah mengingatkan bahwa keindahan tidak selalu membutuhkan sesuatu yang berlebihan. Terkadang, gaun putih yang tepat, detail yang diperhitungkan, dan sentuhan personal sudah cukup untuk membuat sebuah momen terasa istimewa.