Fimela.com, Jakarta - Fiersa Besari sukses memanaskan hari terakhir The Sounds Project Vol. 9: Beyond Memories yang digelar Minggu (9/8/2026) di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta Utara. Penampilannya malam itu menandai tahun keempatnya hadir di panggung The Sounds Project.
Dalam wawancara dengan Liputan6.com malam itu, Fiersa membagikan cerita di balik penampilannya tahun ini yang terasa berbeda setelah baru saja pulang dari ekspedisi pendakian di Gunung Elburs, Russia.
“Ketika lima hari lalu, saya ingat masih di atas gunung, saya masih berjibaku dengan kapak es dan krampon, dan berpikir, saya bisa selamat nggak? Terus, dua hari lalu saya baru mendarat di Indonesia, dan hari ini bisa kembali jadi musisi. Itu sesuatu yang surreal menurut saya,” ujar Fiersa.
Ia pun sempat mengabadikan pergulatannya di gunung bersalju itu melalui unggahan di Instagram. Di panggung The Sounds Project, Fiersa mengungkapkan rasa syukur bisa kembali bermusik dalam keadaan selamat serta melihat penonton bernyanyi bersama.
“Saya bersyukur banget, bukan cuma bisa selamat, tapi ada yang membuat semangat hidup saya kembali kuat lagi. Ketika orang-orang tadi nyanyi bareng, ketika semua orang memeriahkan lagu yang pernah saya bikin beberapa tahun lalu. Hal-hal kayak gitu bikin saya ngerasa, memang saya dikasih kesempatan sama Tuhan untuk pulang, untuk kembali menghibur orang. Perasaan yang surreal dan susah dijabarin,” ungkapnya.
Penampilan Fiersa Besari di The Sounds Project
Penyanyi kelahiran Bandung tersebut mengisi TSP & Co. Stage dengan deretan lagu yang akrab di telinga penggemar. Suasana di area panggung menghangat sejak awal penampilan.
Ia membuka penampilannya dengan lagu “Garis Terdepan” dari album Konspirasi Alam Semesta yang dirilis tahun 2015. Pilihan lagu pembuka itu menjadi pemantik sing along dari para penonton yang memenuhi area.
Setelahnya, Fiersa membawakan “Juara Kedua”, “Nadir”, “April”, “Waktu yang Salah”, “Runtuh”, “Pelukku untuk Pelikmu”, dan menutup dengan lagu ikonis “Celengan Rindu”. Deretan lagu tersebut mengisi set malam itu dan dirayakan bersama penonton.
Di sela penampilannya, Fiersa yang berusia 42 tahun menyelipkan canda kepada para penggemar. Ia menyebut tujuan ke The Sounds Project malam itu bukan sekadar tampil.
“Tapi sebenernya tujuan saya datang ke sini adalah buat nonton Perunggu,” ujarnya. Ucapan itu disambut tawa oleh para penonton.
Tak berhenti di situ, ia menambahkan ajakan untuk menikmati penampilan musisi lain usai mengakhiri setnya. “Nanti kita nonton bareng-bareng dulu di sana, tapi kita abisin dulu yang di sini,” tambahnya.
Rangkaian Penampil di The Sounds Project Vol. 9 Selama Tiga Hari
Hari terakhir The Sounds Project Vol. 9 tak hanya menghadirkan Fiersa Besari. Sejumlah nama lain turut memeriahkan panggung, di antaranya Tulus, Perunggu, Hindia, .Feast, Fstvlst, dan Kunto Aji.
Sejak hari pertama, festival ini sudah menghadirkan lineup besar. Hivi!, Raisa, Rizky Febian, Lomba Sihir, Bernadya, Mahalini, hingga Juicy Luicy tampil bergantian membuka rangkaian acara.
Pada hari kedua, daftar penampil tak kalah padat. Sal Priadi, Reality Club, Wali, Banda Neira, D’Masiv, serta bintang internasional Neck Deep mengisi panggung sebelum rangkaian ditutup pada hari ketiga.