Fimela.com, Jakarta - Tren luxury fashion anak di Indonesia memasuki babak baru. Kehadiran generasi orangtua muda dengan selera lebih berani mendorong perubahan pasar, dari sekadar mempertimbangkan kualitas dan nama besar brand menuju desain yang mampu merepresentasikan karakter anak.
Director Bimbi Group Jessica Wijaya melihat perubahan tersebut semakin terasa dalam 15 tahun perjalanan Bimbi di Indonesia.
"Yang sekarang, I think semakin ke sini, young parents lebih berani, dare to be different. Beda dengan yang ada di pasar. Something untuk mengekspresikan dirinya atau anaknya tuh lebih beda dari yang di pasar," ujar Jessica seusai jumpa pers di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.
Perubahan selera turut membuka ruang bagi luxury kidswear dengan karakter yang lebih beragam. Gaya klasik dan formal kini berdampingan dengan desain playful, bold, sporty, hingga futuristik.
Bagi orangtua, desain dan kualitas menjadi dua pertimbangan yang berjalan beriringan ketika memilih busana anak. Preferensi tersebut juga mengikuti gaya hidup keluarga yang semakin global.
Aktivitas seperti traveling dan olahraga ikut memengaruhi kebutuhan fashion anak, termasuk pilihan busana untuk perjalanan tertentu. Bimbi Group pun menyiapkan portofolio yang lebih spesifik, salah satunya ski wear bagi keluarga yang ingin mempersiapkan kebutuhan anak sebelum bepergian.
"Intinya, brand busana anak yang mau kita bawa ke Indonesia supaya parents bisa belinya di Indonesia saja, sudah siap semua sebelum traveling,” kata Jessica.
Portofolio Brand: Dari Playful hingga Bold dan Sporty
Bimbi Group melihat peluang tumbuhnya pasar melalui portofolio brand internasional yang menawarkan karakter beragam, mulai dari playful, klasik, bold, hingga sporty. Ketersediaan opsi yang luas membantu orangtua menyesuaikan pilihan busana dengan kepribadian anak.
Portofolio mereka mencakup Stella McCartney Kids, Kenzo Kids, Marc Jacobs, Billieblush, Karl Lagerfeld Kids, dan Fendi Kids. Tiap label membawa DNA desain berbeda sehingga keluarga dapat menemukan gaya yang paling sesuai.
Jessica menggambarkan bahwa kebutuhan untuk opsi bergaya futuristik masih terbuka lebar. "Anak yang (gaya mode) lebih playful, sudah ada. Kalau ada anak yang lebih mau kelihatan bold, sudah ada. Yang anak-anak yang mau lebih futuristik, lebih mikir, lebih yang kayak mau menampilkan jati diri mereka agak berbeda, itu yang belum ada. Kita mau menambah supaya semua anak di Indonesia bisa dapat mengekspresikan dirinya secara fashion di dunia ini," kata Jessica.
Ekspansi Pasar, Eksklusivitas, dan Kolaborasi Lokal
Perkembangan luxury kidswear mendorong Bimbi Group memperluas pilihan berdasarkan usia dan gaya hidup. Perusahaan menyiapkan tujuh brand baru dari kategori high-end, luxury, teens, hingga sporty yang dijadwalkan hadir di Indonesia tahun depan.
Strategi tersebut menyasar konsumen yang semakin spesifik dalam memilih gaya anak. Bimbi juga membuka peluang kolaborasi dengan brand lokal untuk menghadirkan produk eksklusif dengan desain yang tidak banyak ditemui di pasar.
Jessica mengatakan, proses kurasi turut mempertimbangkan kualitas dan kemampuan brand dalam menjaga standar. Langkah ini membuka ruang bagi label Indonesia untuk masuk ke ekosistem luxury kidswear dan berdampingan dengan brand internasional.
Perkembangan pasar menunjukkan luxury fashion anak kini tidak hanya berkaitan dengan nama besar brand. Busana juga menjadi bagian dari cara anak membangun identitas dan menampilkan karakter personal. Pilihan yang semakin beragam memperlihatkan pasar luxury kidswear Indonesia bergerak menuju gaya yang lebih personal, ekspresif, dan berani.