Hurkle-Durkle,Tren Bersantai di Pagi Hari Saat Bangun Tidur yang Kembali Populer

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 21 Agustus 2026, 17:40 WIB

ringkasan

  • "Hurkle-durkle" adalah istilah Skotlandia untuk berlama-lama di tempat tidur setelah bangun, yang kembali populer sebagai tren self-care.
  • Berasal dari abad ke-18 dan ke-19, istilah ini viral di TikTok pada Januari 2024, mengubah persepsi dari kemalasan menjadi bentuk perhatian diri.
  • Berbeda dengan "bed rotting", "hurkle-durkle" adalah kebiasaan pagi yang singkat (kurang dari 30 menit) untuk relaksasi, bukan penarikan diri sepanjang hari.

Fimela.com, Jakarta - Pernahkah Anda merasa enggan beranjak dari tempat tidur, meskipun jam sudah menunjukkan waktunya untuk beraktivitas? Fenomena ini ternyata memiliki istilahnya sendiri yang berasal dari Skotlandia, yaitu “hurkle-durkle”. Istilah ini menggambarkan tindakan berbaring atau bermalas-malasan di tempat tidur, terbungkus selimut, jauh setelah waktu yang “seharusnya” untuk bangun. Meskipun sudah ada sejak berabad-abad lalu, “hurkle-durkle” kini kembali populer, terutama berkat media sosial. Praktik ini tidak lagi dipandang sebagai kemalasan, melainkan telah dibingkai ulang sebagai bentuk self-care yang disengaja dan rutinitas pagi setelah bangun tidur yang penuh perhatian. Ini menjadi cara untuk memprioritaskan kesehatan mental di atas tuntutan produktivitas di era modern.

Istilah “hurkle-durkle” memiliki akar sejarah yang kuat di Skotlandia, muncul pada abad ke-18 dan ke-19. Kata “hurkle” sendiri berarti “membungkuk” atau “menarik tubuh menjadi satu” untuk mencari kehangatan atau kerahasiaan. Sementara itu, bagian “durkle” kemungkinan merupakan rima reduplikatif yang lucu, menambah kesan unik pada frasa tersebut.

Salah satu catatan paling awal mengenai “hurkle-durkle” ditemukan dalam Etymological Dictionary of the Scottish Language, karya John Jamieson pada tahun 1808. Kamus tersebut mendefinisikannya sebagai berbaring di tempat tidur atau bermalas-malasan ketika seseorang seharusnya sudah bangun tidur dan beraktivitas.

“Hurkle-durkle adalah frasa Skotlandia yang berarti berlama-lama di tempat tidur jauh setelah Anda bangun,” demikian penjelasan dari Calm Blog. Tindakan ini secara spesifik merujuk pada momen setelah seseorang terbangun, bukan saat tidur.

2 dari 4 halaman

"Hurkle-Durkle" di Era Digital: Dari Skotlandia ke TikTok

Hurkle-durkle adalah frasa Skotlandia yang berarti berlama-lama di tempat tidur jauh setelah Anda bangun. (dok. Unsplash.com/Bruce Mars)

Meski berasal dari masa lampau, “hurkle-durkle” mengalami kebangkitan popularitas yang signifikan pada Januari 2024. Fenomena ini sebagian besar didorong oleh viralnya istilah tersebut di media sosial, khususnya TikTok.

Video TikTok yang dibuat oleh Kira Kosarin tentang “hurkle-durkling” menjadi pemicu utama kebangkitan tren ini, mengumpulkan lebih dari 350.000 likes. “Baru saja berpikir kalian harus tahu bahwa orang Skotlandia punya kata untuk berbaring di tempat tidur setelah waktunya bangun, dan itu disebut hurkle-durkling,” kata Kira Kosarin dalam videonya. “Saya memang hurkling, dan saya memang durkling dan setelah saya hurkle durkle terakhir saya di pagi hari tertentu saya akan bangun, tapi saya penggemar berat hurkle-durkle.”

Persepsi terhadap “hurkle-durkle” juga mengalami pergeseran drastis. Jika awalnya istilah ini mungkin memiliki konotasi menghakimi atau mengacu pada kemalasan, dalam konteks modern, ia telah dibingkai ulang. “Meskipun dimaksudkan untuk menghakimi, itu menjadi tren self-care TikTok dengan pagi yang penuh perhatian yang memprioritaskan kesehatan mental di atas produktivitas,” jelas Stephanie Vozza dari Fast Company. Sebuah survei terbaru oleh produsen kasur Amerisleep mengungkapkan bahwa hampir tiga dari lima orang Amerika mempraktikkan “hurkle-durkle.” Generasi Z menjadi kelompok yang paling merangkul praktik ini, dengan empat dari lima Gen Z memilih untuk berlama-lama di tempat tidur. Selain itu, wanita 23% lebih mungkin daripada pria untuk melakukan “hurkle-durkle,” dan pekerja jarak jauh juga melaporkan tingkat perilaku ini yang lebih tinggi dibandingkan dengan komuter harian.

3 dari 4 halaman

Bukan Sekadar Malas: Membedakan "Hurkle-Durkle" dan "Bed Rotting"

Bed rotting melibatkan tindakan menghabiskan seluruh hari di tempat tidur. /https://unsplash.com/Yohann Libot

Meskipun keduanya melibatkan berlama-lama di tempat tidur, “hurkle-durkle” dan “bed rotting” memiliki perbedaan mendasar. Penting untuk memahami nuansa di antara keduanya agar tidak salah mengartikan praktik ini sebagai kemalasan yang berlebihan.

“Hurkle-durkle” umumnya merupakan kebiasaan pagi yang singkat. Seseorang berlama-lama di tempat tidur biasanya kurang dari 30 menit setelah bangun, dengan sebagian besar praktisi hari kerja melakukannya selama 10 menit atau kurang. Hurkle-durkle menggambarkan kebiasaan pagi yang singkat di mana orang berlama-lama di tempat tidur biasanya kurang dari 30 menit setelah bangun, dengan sebagian besar praktisi hari kerja bertahan selama 10 menit atau kurang.

Ini adalah kemewahan yang disengaja untuk bersantai di tempat tidur, namun tidak harus sepanjang hari atau akhir pekan. Meskipun mungkin terdengar sangat mirip dengan bed rotting, tren TikTok lainnya, hurkle-durkle biasanya memiliki batas waktu yang terlihat. Ini adalah pagi yang memanjakan dengan bersantai di tempat tidur tetapi tidak harus sepanjang hari atau akhir pekan.

Sebaliknya, “bed rotting” melibatkan tindakan menghabiskan seluruh hari di tempat tidur. Aktivitas yang dilakukan seringkali berupa scrolling di perangkat elektronik, menonton televisi, atau tidak melakukan apa-apa sama sekali, sebagai bentuk penarikan diri total dari tanggung jawab sehari-hari. Bed rotting, sebaliknya, melibatkan menghabiskan seluruh hari di tempat tidur dengan perangkat elektronik atau aktivitas santai sebagai penarikan diri total dari tanggung jawab sehari-hari. 

4 dari 4 halaman

Manfaat dan Batasan Praktik "Hurkle-Durkle"

Mempraktikkan “hurkle-durkle” dapat memberikan sejumlah manfaat positif. Ini bisa menjadi cara efektif untuk melakukan self-care dan mindfulness. (Foto: Unsplash/bruce mars)

Mempraktikkan “hurkle-durkle” dapat memberikan sejumlah manfaat positif. Ini bisa menjadi cara efektif untuk melakukan self-care dan mindfulness, membantu mengurangi stres, serta menciptakan transisi yang lebih mulus untuk memulai hari. Menerapkan konsep hurkle-durkle bisa menjadi cara untuk mempraktikkan self-care dan mindfulness. Jeda singkat ini memungkinkan seseorang menikmati ketenangan sejenak sebelum kesibukan hari dimulai, membantu sistem saraf bertransisi secara alami.

“Beberapa menit ekstra istirahat yang penuh perhatian dapat mengurangi stres dan menciptakan transisi yang lebih mulus ke dalam hari,” kata Geoff McKinnen, pelatih tidur dari Amerisleep. Ini juga merupakan cara untuk mendapatkan kembali ketenangan di tengah budaya yang sering menganggap istirahat sebagai hal yang sia-sia.

Namun, meskipun bermanfaat dalam moderasi, “hurkle-durkle” yang berlebihan dapat menimbulkan potensi kekurangan. Praktik yang terlalu lama dapat menghambat produktivitas dan bahkan menjadi tanda stres atau burnout. “Meskipun istirahat yang penuh perhatian dapat meningkatkan kesehatan mental, hurkle-durkling yang berlebihan dapat merugikan produktivitas dan menandakan stres atau burnout

. Survei menunjukkan bahwa mereka yang melakukan “hurkle-durkle” lima kali lebih mungkin untuk menunda-nunda pekerjaan dibandingkan dengan mereka yang segera bangun. Berlama-lama terlalu lama di tempat tidur juga berisiko menyebabkan hilangnya paparan cahaya terang di pagi hari, yang sangat penting untuk menjaga jadwal tidur yang teratur.