Mengenal Fika, Tradisi Menikmati Kopi dengan Santai ala Swedia

Revania ImmanuelaDiterbitkan 25 Agustus 2026, 20:08 WIB

Fimela.com, Jakarta - Pernah merasa hari terasa terlalu padat sampai lupa mengambil jeda? Di tengah kesibukan, rehat sebentar sering kali terasa seperti kemewahan. Padahal, mengambil waktu untuk berhenti sejenak bisa menjadi cara sederhana untuk memberikan ruang bagi tubuh dan pikiran. Hal inilah yang coba dilakukan masyarakat Swedia melalui sebuah tradisi bernama fika, tradisi menikmati kopi.

Dilansir dari The Guardian, fika merupakan kebiasaan mengambil jeda dari pekerjaan untuk menikmati kopi dan camilan bersama rekan kerja. Menariknya, fika bukan sekadar coffee break di depan meja kerja. Momen ini menjadi kesempatan untuk meninggalkan pekerjaan sejenak, berbincang, dan menikmati waktu bersama orang lain.

Secara sederhana, fika memang identik dengan kopi dan makanan manis seperti kue atau pastry. Namun, inti dari tradisi ini sebenarnya bukan hanya apa yang ada di atas meja. Fika mengajarkan pentingnya memberikan perhatian pada waktu istirahat tanpa terus memikirkan pekerjaan atau daftar tugas yang belum selesai.

Dalam keseharian yang serba cepat, konsep ini terasa cukup relatable. Bayangkan berhenti dari laptop, meninggalkan notifikasi untuk sementara, kemudian duduk santai sambil menikmati kopi. Tidak perlu melakukan sesuatu yang besar. Cukup memberikan diri sendiri beberapa menit untuk bernapas dan menikmati momen.

Fika juga tidak selalu harus dilakukan di kafe. Momen ini bisa hadir di kantor, rumah, atau tempat sederhana lainnya. Yang membuatnya istimewa adalah kesediaan untuk benar-benar mengambil jeda dan menikmatinya.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Fika Mengajak Kita Menikmati Waktu Rehat dengan Lebih Santai

Lebih dari sekadar minum kopi, fika mengajak kita menikmati waktu rehat, berbincang, dan memberi jarak sejenak dari rutinitas yang melelahkan. (Foto/Dok: Magnific)

Kalau biasanya coffee break dilakukan sambil tetap mengecek email atau membalas pesan pekerjaan, fika punya pendekatan yang sedikit berbeda. Tradisi ini mengajak seseorang benar-benar keluar sejenak dari rutinitas dan menikmati waktu istirahat tanpa terburu-buru kembali bekerja.

Salah satu hal menarik dari fika adalah unsur sosialnya. Mengajak teman atau rekan kerja untuk fika berarti menyediakan waktu untuk berbincang di luar urusan pekerjaan. Obrolannya pun tidak harus serius. Bisa tentang film yang sedang ditonton, makanan favorit, rencana akhir pekan, atau sekadar cerita ringan tentang hari yang sedang dijalani.

Kebiasaan sederhana ini membuat waktu rehat terasa lebih menyenangkan. Ketika dilakukan bersama orang lain, fika juga bisa menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan. Tidak heran jika tradisi ini cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Swedia.

Namun, fika tidak harus selalu dilakukan bersama. Ada kalanya seseorang hanya ingin menikmati waktu tenang seorang diri. Secangkir kopi, sepotong kue, dan beberapa menit tanpa gangguan juga sudah cukup untuk menciptakan suasana yang lebih santai.

Hal pentingnya adalah memberikan batas yang jelas antara waktu bekerja dan waktu beristirahat. Ketika sedang fika, tidak perlu merasa bersalah karena meninggalkan pekerjaan sebentar. Justru, jeda seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk mengembalikan energi sebelum kembali menjalani aktivitas.

Di tengah kebiasaan multitasking, fika mengingatkan bahwa istirahat tidak harus diisi dengan aktivitas lain. Terkadang, kita hanya perlu berhenti dan menikmati satu hal sederhana.

3 dari 3 halaman

Ciptakan Momen Fika Versi Kamu

Tak perlu pergi jauh untuk mencoba fika. Jadikan waktu ngopi sebagai momen rehat sederhana untuk menikmati suasana dan mengurangi penat. (Foto/Dok: Magnific)

Tidak perlu tinggal di Swedia untuk merasakan konsep fika. Tradisi ini bisa diadaptasi dengan cara yang sangat sederhana. Kuncinya bukan pada jenis kopi atau tempatnya, melainkan bagaimana kita memberikan waktu khusus untuk benar-benar beristirahat.

Mulailah dengan menentukan waktu rehat. Misalnya, sekitar 15-20 menit di tengah kesibukan. Jauhkan laptop sejenak, letakkan ponsel jika memungkinkan, lalu siapkan minuman favorit dan camilan kecil. Setelah itu, nikmati tanpa perlu terburu-buru.

Kalau sedang bekerja dari kantor, ajak teman atau rekan kerja untuk fika bersama. Tidak perlu membicarakan pekerjaan selama waktu tersebut. Gunakan kesempatan ini untuk ngobrol santai dan tertawa bersama. Sementara jika sedang bekerja dari rumah, fika bisa menjadi momen untuk duduk di balkon, ruang keluarga, atau sudut rumah favorit.

Fika juga tidak harus selalu identik dengan kopi. Jika tidak terlalu menyukai kopi, teh, cokelat hangat, atau minuman favorit lainnya tetap bisa menjadi teman rehat. Begitu pula dengan camilan. Tidak harus selalu kue khas Swedia, makanan ringan yang disukai juga bisa menjadi pilihan.

Yang terpenting, jangan menjadikan fika sebagai tugas baru yang justru membuat stres. Tidak perlu mengikuti aturan tertentu atau melakukannya secara sempurna. Jadikan fika sebagai pengingat bahwa di tengah kesibukan, kita tetap membutuhkan waktu untuk berhenti.

Penulis: Revania Immanuela