Mau Makan Siang Murah Meriah di Kantor? Begini Cara Mengaturnya

Devita AdyaDiterbitkan 04 September 2026, 15:54 WIB

Fimela.com, Jakarta - Makan siang menjadi salah satu pengeluaran rutin yang sering dianggap sepele, tetapi jika dilakukan setiap hari jumlahnya akan terbilang cukup besar. Oleh karena itu, penting untuk menentukan anggaran harian agar dapat mulai menghemat budget makan siang.

Dilansir dari USDA MyPlate, membuat rencana makan mingguan, memanfaatkan bahan makanan yang sudah tersedia, membuat daftar belanja, serta menggunakan makanan sisa untuk hidangan berikutnya merupakan cara yang dapat membantu menghemat uang sekaligus membuat pilihan makanan lebih terencana.

Misalnya, tetapkan batas Rp20.000–Rp25.000 untuk makan siang setiap hari kerja. Dengan begitu, tentu lebih mudah menentukan apakah akan membawa bekal atau membeli makanan di sekitar kantor. Hindari membuat keputusan secara spontan karena pilihan makanan yang terlihat menarik bisa membuat pengeluaran membesar.

Selain soal harga, keseimbangan makanan juga perlu diperhatikan. Dilansir dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, kombinasi sayuran, buah, biji-bijian, dan sumber protein dalam pola makan sehari-hari perlu diperhatikan.

Agar lebih mudah diterapkan, buatlah pembagian budget untuk satu minggu. Misalnya, dengan budget Rp25.000 per hari, siapkan alternatif menu yang sesuai dengan batas tersebut. Cara ini membuat pengeluaran lebih terkontrol sekaligus membantu menentukan pilihan makanan sebelum jam makan siang tiba.

2 dari 3 halaman

Bawa Bekal atau Pilih Menu yang Lebih Terjangkau

Membawa bekal membuat diri semakin berhemat , sementara membeli makanan tetap bisa berhemat dengan cara memilih menu dan tempat makan yang tepat. (Foto/Dok: Pexels)

Salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi biaya makan siang adalah membawa bekal dari rumah. Menu sederhana seperti nasi, telur, tumis sayur, tempe, tahu, atau ayam suwir tetap akan terasa lezat jika diberi variasi bumbu. Agar tidak bosan, gunakan lauk yang berbeda setiap beberapa hari. Misalnya, telur bisa dibuat menjadi telur dadar, telur kecap, atau telur balado.

Namun, jika lebih sering membeli makan siang di luar, pilihlah warung atau tempat makan yang menawarkan porsi sesuai kebutuhan dengan harga yang terjangkau. Membandingkan harga dari beberapa tempat makan di sekitar kantor juga bisa menjadi pilihan sebelum menentukan menu. Hindari membeli makanan berdasarkan keinginan sesaat. Sebelum memesan, tentukan terlebih dahulu berapa banyak uang yang ingin dikeluarkan. Dengan cara ini, tentu makan siang akan tetap terasa menyenangkan tanpa membuat pengeluaran harian sulit dikontrol.

Selain itu, membawa bekal tidak harus dilakukan setiap hari. Bisa menerapkan sistem selang-seling, misalnya membawa bekal dua atau tiga kali dalam seminggu dan membeli makanan pada hari lainnya. Yang terpenting, hemat bukan berarti harus selalu memilih makanan paling murah. Memilih makanan yang mengenyangkan, sesuai kebutuhan, dan tetap memberikan variasi dalam menu.

3 dari 3 halaman

Kurangi Pengeluaran Kecil yang Seringkali Tidak Disadari

Selain harga makanan, pengeluaran kecil seperti minuman dan camilan juga perlu diperhatikan agar budget makan siang tidak cepat habis. (Foto/Dok: Pexels)

Menghemat makan siang bukan hanya soal memilih makanan dengan harga murah. Pengeluaran tambahan seperti minuman, camilan, biaya pesan antar, dan makanan penutup juga bisa membuat total belanja menjadi lebih besar.

Salah satu cara termudah adalah membawa air minum sendiri dari rumah. Jika biasanya membeli minuman setiap makan siang, kebiasaan tersebut bisa menambah pengeluaran secara perlahan. Sesekali membeli kopi atau minuman favorit tentu tidak masalah, tetapi sebaiknya tidak terlalu sering menjadi bagian dari menu harian.

Tidak selalu makan di luar bersama teman kantor, aktivitas makan bersama tetap bisa dilakukan tanpa membuat pengeluaran besar. Bisa dimulai dengan membawa bekal atau menu sederhana.

Agar lebih mudah mengevaluasi pengeluaran, catat biaya makan siang selama satu minggu. Dari catatan tersebut, dapat dilihat kebiasaan mana yang paling banyak menguras uang. Jika ternyata sebagian besar pengeluaran berasal dari minuman atau pesan antar, bagian tersebut yang bisa dikurangi terlebih dahulu.

Dengan strategi sederhana ini, makan siang di kantor tidak harus identik dengan pengeluaran besar. Selama memiliki batas budget dan konsisten dalam mengaturnya, sahabat fimela tetap bisa menikmati makanan yang enak sekaligus menjaga pengeluaran bulanan tetap terkendali.