Mengenal Orangetheory, Kelas Fitness yang Mengandalkan Detak Jantung

Eastara VigaskaDiterbitkan 13 September 2026, 18:18 WIB

Fimela.com, Jakarta - Orangetheory merupakan kelas fitness berdurasi sekitar satu jam yang menggabungkan latihan kardio dan kekuatan dalam format latihan kelompok. Salah satu hal yang membuat kelas ini berbeda adalah penggunaan pemantauan detak jantung secara real time untuk membantu peserta mengetahui intensitas latihan selama sesi berlangsung.

Dilansir dari Orangetheory, latihan mereka menggunakan lima zona detak jantung yang ditampilkan melalui warna berbeda, mulai dari Gray, Blue, Green, Orange, hingga Red. Data tersebut dapat membantu peserta memahami kapan harus meningkatkan intensitas dan kapan perlu melakukan pemulihan.

Dalam satu sesi fitness, peserta dapat berpindah dari treadmill ke rowing machine hingga area latihan kekuatan. Intensitas setiap gerakan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Jadi, meskipun dilakukan dalam satu kelas bersama, setiap peserta tetap dapat menjalani latihan dengan tingkat usaha yang berbeda.

Konsep ini membuat Orangetheory tidak hanya berfokus pada saat seberapa cepat seseorang berlari atau seberapa berat beban yang diangkat, tetapi juga bagaimana tubuh akan merespons latihan tersebut.

2 dari 3 halaman

Kenali Lima Zona Detak Jantung dalam Latihan Orangetheory

Zona oranye menjadi salah satu bagian penting dalam konsep Orangetheory untuk mengatur intensitas latihan. (Foto/Dok: Pexels)

Konsep Orangetheory menggunakan lima zona detak jantung untuk menunjukkan tingkat intensitas latihan. Dilansir dari Orangetheory, setiap zona memiliki rentang berbeda berdasarkan persentase maximum heart rate, yaitu:

  • Gray Zone (50–60 persen): Intensitas paling ringan yang biasanya digunakan untuk pemanasan atau pemulihan.
  • Blue Zone (61–70 persen): Intensitas ringan yang masih terasa nyaman dan dapat digunakan dalam periode pemulihan.
  • Green Zone (71–83 persen): Intensitas sedang yang menjadi bagian penting dalam latihan.
  • Orange Zone (84–91 persen): Intensitas tinggi yang menjadi salah satu ciri khas latihan Orangetheory.
  • Red Zone (92–100 persen): Intensitas sangat tinggi yang biasanya dicapai dalam periode latihan tertentu.

Dilansir dari Cleveland Clinic, zona detak jantung membantu menggambarkan seberapa keras tubuh bekerja selama berolahraga. Dalam Orangetheory, peserta tidak harus terus berada di Orange atau Red Zone. Perpindahan antarzona menjadi bagian dari latihan interval untuk mengatur peningkatan intensitas dan pemulihan.

Dengan memahami fungsi setiap zona, peserta dapat mengikuti latihan dengan lebih terarah sekaligus menyesuaikan intensitas berdasarkan respons tubuh selama sesi berlangsung, tanpa harus memaksakan diri untuk mencapai zona tertentu.

3 dari 3 halaman

Dari Treadmill hingga Strength Training, Begini Isi Kelasnya

Intensitas latihan dapat disesuaikan sehingga peserta bisa mengikuti kelas berdasarkan kemampuan dan kondisi tubuh masing-masing. (Foto/Dok: Pexels)

Satu sesi Orangetheory dirancang untuk menggabungkan beberapa jenis latihan dalam satu kelas. Peserta dapat berpindah dari satu area latihan ke area lainnya, seperti:

  • Treadmill: digunakan untuk latihan kardio dengan aktivitas berjalan atau berlari.
  • Rowing machine: melibatkan gerakan mendayung untuk melatih kardio sekaligus beberapa kelompok otot.
  • Floor: digunakan untuk latihan kekuatan menggunakan peralatan seperti dumbbell, bench, TRX, dan medicine ball.

Dilansir dari Orangetheory, kelas Orange 60 berlangsung selama 60 menit dan menggabungkan latihan kardio serta kekuatan dengan pemantauan zona detak jantung. Selain itu, terdapat pilihan kelas seperti Tread 50 yang berfokus pada daya tahan kardio dan Strength 50 yang menekankan latihan kekuatan.

Bagi yang baru mulai berolahraga, intensitas latihan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan. Dilansir dari American Heart Association menjelaskan bahwa target detak jantung dapat digunakan sebagai panduan untuk mengukur intensitas olahraga dan dapat ditingkatkan secara bertahap. Dengan konsep tersebut, Orangetheory menawarkan latihan kelompok yang terstruktur dengan pilihan intensitas yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi fisik setiap peserta selama latihan berlangsung.