Fimela.com, Jakarta - Memilih kacamata terkadang terasa seperti mencari aksesori yang tepat untuk melengkapi penampilan. Bentuk frame yang berbeda dapat memberikan kesan yang berbeda pula pada wajah. Ada yang membuat tampilan terlihat lebih tegas, ada yang memberikan kesan lembut, sementara model tertentu bisa menjadi statement tersendiri. Karena itu, selain mempertimbangkan warna dan model yang sedang tren, tips memilih kacamata juga bisa dimulai dengan memperhatikan bentuk wajah sebagai salah satu pertimbangan.
Dilansir dari Warby Parker, bentuk wajah dapat menjadi panduan untuk menemukan frame yang terlihat selaras dengan fitur wajah. Beberapa bentuk wajah yang umum dikenal antara lain oval, bulat, persegi, hati, dan diamond. Meski begitu, bentuk wajah bukan aturan mutlak dalam memilih kacamata. Kenyamanan dan gaya personal tetap menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan.
Untuk mengenali bentuk wajah, salah satu bagian dari 3 tips memilih kacamata adalah dengan memperhatikan bagian wajah yang paling lebar dan garis rahang. Wajah oval biasanya terlihat lebih panjang dibandingkan lebarnya dengan garis yang cenderung lembut. Wajah bulat memiliki panjang dan lebar yang relatif mirip dengan kontur yang lebih melengkung. Sementara itu, wajah persegi biasanya memiliki rahang dan dahi yang lebih tegas.
Ada juga bentuk wajah hati yang cenderung lebih lebar pada bagian dahi dan menyempit menuju dagu. Kemudian, bentuk diamond memiliki tulang pipi yang menjadi bagian paling lebar dengan dahi dan dagu yang lebih sempit. Setelah mengetahui bentuk wajah secara umum, pilihan frame bisa mulai disesuaikan. Namun, tidak perlu merasa harus mengikuti aturan tertentu. Justru bentuk wajah dapat digunakan sebagai titik awal untuk mengeksplorasi berbagai desain kacamata yang mungkin belum pernah dicoba sebelumnya.
Pilihan Frame Kacamata untuk Berbagai Bentuk Wajah
Kalau sudah mengetahui bentuk wajah, saatnya bermain dengan desain frame. Untuk pemilik wajah bulat, frame dengan garis yang lebih tegas seperti model persegi atau rectangular dapat memberikan kontras dengan kontur wajah yang lembut. Model cat eye juga bisa menjadi pilihan jika ingin memberikan sedikit efek terangkat pada area mata. Sementara itu, wajah persegi memiliki garis dahi, pipi, dan rahang yang cenderung lebih tegas. Frame dengan bentuk bulat atau oval dapat memberikan kontras melalui garis yang lebih melengkung. Model dengan frame tipis juga bisa dipilih jika ingin tampilan yang lebih ringan.
Pemilik wajah oval biasanya memiliki lebih banyak pilihan karena proporsi wajah cenderung seimbang. Frame yang lebarnya kurang lebih mengikuti area terlebar pada wajah dapat menjadi pilihan. Dari frame kotak, oval, cat eye, hingga model yang lebih statement, semuanya bisa menjadi bahan eksperimen untuk menemukan gaya yang paling sesuai. Untuk wajah berbentuk hati, frame oval, round, atau aviator dapat memberikan kesan yang lebih seimbang antara bagian atas dan bawah wajah. Sementara itu, pemilik wajah diamond bisa mencoba frame oval, round, atau cat eye yang memberikan perhatian pada area mata dan tulang pipi.
Meski panduan tersebut dapat membantu, tidak berarti satu bentuk frame hanya boleh digunakan untuk satu bentuk wajah. Justru kacamata dapat menjadi kesempatan untuk bereksperimen dengan penampilan. Jika biasanya menggunakan frame tipis, coba sesekali model yang lebih tebal. Jika selalu memilih warna hitam, frame transparan atau tortoiseshell juga bisa memberikan perubahan kecil yang menarik. Pada akhirnya, frame yang terasa nyaman dan sesuai dengan gaya sehari-hari tetap menjadi pertimbangan utama.
Jangan Hanya Lihat Bentuk, Perhatikan Detail Frame
Selain bentuk frame, ukuran kacamata juga perlu diperhatikan. Frame yang terlalu kecil bisa terasa sempit, sedangkan frame yang terlalu besar mungkin mudah bergeser ketika digunakan. Posisi kacamata juga penting karena frame sebaiknya dapat duduk dengan nyaman tanpa terus-menerus melorot atau menekan bagian tertentu pada wajah. Bagian bridge atau penyangga hidung juga dapat memengaruhi kenyamanan. Setiap orang memiliki bentuk hidung dan posisi tulang pipi yang berbeda, sehingga satu model kacamata belum tentu memberikan rasa nyaman yang sama untuk semua orang. Jika memungkinkan, coba beberapa ukuran dan model sebelum menentukan pilihan.
Warna frame juga bisa menjadi cara untuk menyesuaikan kacamata dengan gaya personal. Frame hitam atau cokelat dapat memberikan kesan klasik dan mudah dipadukan dengan berbagai outfit. Sementara itu, frame transparan dapat memberikan tampilan yang lebih ringan. Jika ingin menjadikan kacamata sebagai statement, warna atau motif yang lebih berani bisa menjadi pilihan.
Untuk penggunaan sehari-hari, pikirkan juga aktivitas yang paling sering dilakukan. Jika kacamata akan dipakai sepanjang hari, kenyamanan sebaiknya tidak dikorbankan hanya demi mengikuti tren. Frame yang terlihat menarik tetapi terasa berat atau mudah bergeser justru bisa membuat aktivitas menjadi kurang nyaman.
Karena itu, memilih kacamata sebenarnya bukan hanya tentang mencari model yang dianggap paling cocok dengan bentuk wajah. Ada banyak faktor yang bisa dipertimbangkan, mulai dari desain, ukuran, warna, kenyamanan, hingga gaya pribadi.Gunakan panduan bentuk wajah sebagai titik awal, lalu coba berbagai desain sampai menemukan kacamata yang terasa pas dan tetap mencerminkan gaya diri sendiri.