Fimela.com, Jakarta - Gaya hidup sehat ala Gen Z tidak lagi hanya tentang pergi ke gym atau memilih makanan rendah kalori. Kebiasaan seperti rutin berjalan kaki, mencoba olahraga baru, memperhatikan pola tidur, hingga membuat makanan sendiri mulai menjadi bagian dari keseharian. Di sisi lain, media sosial membuat berbagai tren wellness muncul dengan cepat. Apa yang hari ini terlihat menarik di TikTok atau Instagram bisa saja menjadi kebiasaan baru yang ramai dicoba dalam waktu singkat.
Dilansir dari Healthline, sebuah survei terhadap 1.000 pengguna Gen Z menemukan bahwa lebih dari setengah responden menggunakan TikTok untuk mendapatkan informasi mengenai kesehatan dan wellness. Hal ini menunjukkan bagaimana media sosial ikut membentuk cara generasi muda mencari informasi tentang tubuh dan kesehatan. Namun, informasi yang terlihat menarik belum tentu sesuai dengan kebutuhan setiap orang. Karena itu, penting untuk tidak langsung mengikuti sebuah tren hanya karena sedang populer.
Pada dasarnya, kebutuhan tubuh setiap orang berbeda. Ada yang merasa lebih nyaman berolahraga dengan berjalan kaki, sementara orang lain mungkin menikmati pilates, bersepeda, berenang, atau latihan kekuatan. Begitu juga dengan makanan. Pola makan yang cocok untuk satu orang belum tentu memberikan pengalaman yang sama bagi orang lain. Karena itu, gaya hidup sehat ala Gen Z sebenarnya tidak harus selalu terlihat estetik. Botol minum yang lucu, pakaian olahraga, atau menu makanan yang sedang viral memang bisa membuat rutinitas terasa lebih menyenangkan. Namun, bagian terpenting tetap bagaimana kebiasaan tersebut membantu tubuh mendapatkan kebutuhan yang memang diperlukan.
Bukan Sekadar Estetik, Kenali Kebutuhan Dasar Tubuh
Di tengah banyaknya tren wellness, ada beberapa kebiasaan sederhana yang sebenarnya sudah cukup untuk menjadi dasar gaya hidup sehat. Salah satunya adalah bergerak secara rutin. Tidak harus selalu melakukan latihan dengan intensitas tinggi, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, naik tangga, atau melakukan peregangan juga dapat menjadi bagian dari rutinitas harian. Hal yang sama berlaku untuk pola makan. Gaya hidup sehat tidak selalu berarti harus menghilangkan makanan tertentu dari menu sehari-hari. Tubuh tetap membutuhkan berbagai jenis nutrisi untuk mendukung aktivitas. Karena itu, dibandingkan mengejar satu pola makan yang sedang viral, lebih baik memperhatikan variasi makanan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh.
Tidur juga sering kali menjadi bagian yang terlupakan ketika membicarakan wellness. Padahal, tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari. Rutinitas olahraga yang terlihat ideal di media sosial tidak akan terasa maksimal jika waktu tidur justru terus dikorbankan. Di sinilah perbedaan antara kebutuhan tubuh dan tren mulai terlihat. Tren bisa menjadi inspirasi untuk mencoba kebiasaan baru, tetapi tidak harus diikuti seluruhnya. Misalnya, seseorang mungkin tertarik mencoba olahraga tertentu karena melihatnya di media sosial. Jika ternyata aktivitas tersebut terasa menyenangkan dan sesuai dengan kemampuan tubuh, kebiasaan itu bisa dilanjutkan.
Sebaliknya, jika sebuah tren justru membuat tubuh terlalu lelah atau membuat seseorang merasa harus mengikuti standar tertentu, tidak ada salahnya untuk berhenti. Hidup sehat seharusnya membantu seseorang merasa lebih baik dalam menjalani keseharian, bukan menjadi sumber tekanan baru.
Pilih Tren yang Bisa Jadi Kebiasaan, Bukan Sekadar Ikut Ramai
Media sosial memang membuat gaya hidup sehat terlihat semakin menarik. Mulai dari video morning routine, menu makanan sehat, rekomendasi olahraga, sampai berbagai produk wellness dapat ditemukan hanya dengan beberapa kali scroll. Bagi Gen Z, hal ini bisa menjadi sumber inspirasi sekaligus cara untuk menemukan kebiasaan yang sebelumnya belum pernah dicoba.
Namun, mengikuti tren tidak harus berarti melakukan semuanya sekaligus. Justru, gaya hidup sehat akan terasa lebih realistis ketika kebiasaannya bisa disesuaikan dengan rutinitas sehari-hari. Jika belum terbiasa berolahraga, misalnya, memulai dengan aktivitas ringan bisa menjadi pilihan. Begitu juga dengan pola makan. Tidak perlu langsung mengubah seluruh menu dalam satu waktu jika perubahan kecil sudah terasa lebih mudah dilakukan. Ada pula sisi lain yang perlu diperhatikan, yaitu bagaimana tren wellness dapat memengaruhi cara seseorang melihat tubuhnya sendiri. Konten di media sosial sering menampilkan rutinitas yang terlihat sempurna, tetapi kehidupan sehari-hari tentu tidak selalu berjalan seperti itu. Setiap orang memiliki jadwal, kondisi tubuh, kebiasaan, dan kebutuhan yang berbeda.
Pada akhirnya, gaya hidup sehat ala Gen Z bisa berada di tengah antara kebutuhan tubuh dan tren. Tren dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal berbagai pilihan baru, sementara kebutuhan tubuh menjadi dasar dalam menentukan mana yang benar-benar cocok. Tidak semua kebiasaan yang sedang populer harus diikuti, dan tidak semua rutinitas sehat harus terlihat menarik di media sosial. Yang lebih penting adalah menemukan pola yang terasa nyaman, realistis, dan dapat dijalani dalam jangka panjang. Sebab, hidup sehat bukan tentang siapa yang paling mengikuti tren, tetapi tentang bagaimana seseorang bisa lebih memahami dan merawat tubuhnya sendiri.