Fimela.com, Jakarta - Melissa selama ini dikenal lewat karakter footwear berbahan khas yang playful, feminin, dan mudah dikenali. Namun memasuki musim Fall/Winter 2026, brand asal Brasil tersebut memperluas eksplorasi desainnya melalui Melissa X, lini sneaker terbaru yang membawa karakter Melissa ke arah yang lebih modern dan versatile.
Kehadiran Melissa X menjadi langkah menarik bagi brand yang selama ini begitu lekat dengan siluet sandal, flats, heels, dan berbagai interpretasi jelly shoes. Melalui lini barunya, Melissa mengeksplorasi bagaimana identitas desain yang playful dapat diterjemahkan ke dalam bentuk sneaker yang lebih kasual dan relevan untuk berbagai gaya sehari-hari.
Lini Melissa X terdiri dari empat model terbaru, yaitu Melissa X Bend, Melissa X Loop, Melissa X Beat, dan Melissa X Rush. Keempatnya hadir dalam pilihan warna dan siluet yang beragam, memberikan ruang bagi pemakainya untuk mengeksplorasi gaya personal.
Di pasar internasional, Melissa juga memperkenalkan Melissa X sebagai lini sneaker pertama yang membawa brand masuk lebih jauh ke kategori footwear tersebut. Kehadirannya memperluas pilihan Melissa dari footwear ikonik berbahan khasnya menuju bentuk sneaker yang dapat dipadukan dengan gaya sehari-hari.
Ketika Karakter Melissa Bertemu Gaya Sneaker
Sneaker telah berkembang menjadi salah satu item yang semakin fleksibel dalam fashion. Tidak lagi hanya dipakai untuk aktivitas kasual atau olahraga, sneaker kini dapat menjadi bagian dari berbagai gaya, mulai dari denim dan oversized shirt hingga dress dan tailoring.
Karakter versatile tersebut juga menjadi salah satu daya tarik Melissa X. Kehadiran beberapa siluet memberikan pilihan bagi mereka yang ingin memasukkan elemen playful ke dalam penampilan tanpa harus meninggalkan kenyamanan dan kemudahan styling.
Secara visual, Melissa X juga tetap membawa semangat eksperimental yang menjadi bagian dari identitas brand. Situs resmi Melissa menampilkan Bend, Beat, Loop, dan Rush sebagai bagian dari jajaran new arrivals, berdampingan dengan koleksi Delirium lainnya.
Hal ini memperlihatkan bagaimana Melissa tidak hanya melakukan perubahan pada bentuk footwear, tetapi juga mengeksplorasi cara baru untuk membawa DNA desainnya ke dalam kategori yang berbeda.
Empat Siluet untuk Gaya yang Berbeda
Melissa X Bend menjadi salah satu model yang menawarkan pendekatan lebih fleksibel untuk gaya sehari-hari. Sementara Melissa X Loop hadir sebagai alternatif bagi mereka yang menginginkan siluet yang lebih modern.
Kemudian ada Melissa X Beat yang membawa karakter lebih statement melalui bentuk dan pilihan warnanya. Di sisi lain, Melissa X Rush melengkapi lini tersebut dengan pendekatan yang lebih sporty dan dinamis.
Keempat model ini memungkinkan Melissa X dikenakan dalam berbagai kesempatan. Sneaker dapat menjadi elemen penyeimbang ketika dipadukan dengan busana yang lebih feminin, sekaligus menjadi statement tersendiri ketika digunakan bersama outfit kasual.
Dengan kisaran harga mulai dari Rp1.600.000 hingga Rp2.800.000, Melissa X tersedia secara eksklusif di Indonesia melalui Melissa Pop-Up: Delirium selama periode peluncurannya.
Dari Sneaker hingga Dunia Delirium
Kehadiran Melissa X di Indonesia tidak berdiri sendiri. Lini sneaker terbaru ini diperkenalkan bersamaan dengan koleksi Fall/Winter 2026: Delirium, yang mengeksplorasi hubungan antara fashion, imajinasi, dan persepsi.
Untuk membawa konsep tersebut ke dalam pengalaman yang lebih nyata, Melissa menghadirkan Melissa Pop-Up: Delirium di Grand Indonesia, Main Atrium, East Mall Level 1, pada 9–20 September 2026.
Berbeda dari ruang retail biasa, pop-up ini mengubah area presentasi menjadi sebuah pengalaman visual yang terinspirasi dari optical illusion dan Op Art. Warna, bentuk, refleksi, dan perspektif digunakan untuk menciptakan ruang yang tampil berbeda tergantung dari posisi pengunjung.
Salah satu daya tarik utamanya adalah Infinity Room, instalasi berbasis cermin yang menciptakan ilusi ruang tanpa batas. Pengunjung seolah masuk ke dalam dimensi yang terus berulang, menghadirkan pengalaman visual yang selaras dengan gagasan Delirium mengenai pertemuan antara realitas dan imajinasi.
Eksplorasi perspektif juga terlihat pada lenticular colour panels di bagian fasad. Visual dan warna dapat berubah ketika dilihat dari sudut berbeda, membuat keseluruhan ruang terasa dinamis dan terus bergerak mengikuti pengunjung. Konsep ini juga mendapat perhatian dalam pemberitaan mengenai kehadiran Delirium di Jakarta, yang menyoroti bagaimana Melissa menjadikan ruang pop-up sebagai bagian dari pengalaman koleksinya.